Tarbiyah – 11 Kiat Mendidik Anak #part9 (Membuat Mereka Merasakan Cinta Dan Kelembutan)

Merasakan cinta dan kasih sayang bagi anak-anak adalah termasuk kebutuhan utama, sehingga ketiadaannya bisa menyebabkan gangguan mental anak. Mari menyimak sikap-sikap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

عَدِيٌّ قَالَ سَمِعْتُ الْبَرَاءَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ عَلَى عَاتِقِهِ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أُحِبُّهُ فَأَحِبَّهُ (رواه البخارى)

“Adi mengatakan: “Saya mendengar al-Barra radhiyallahu ‘anhu berkata: Saya melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhu berada di atas pundaknya, beliau berdoa: Ya Allah sesungguhnya aku mencintainya, maka cintailah ia” (HR. Bukhari)

Aqro’ bin Habis radhiyallahu ‘anhu keheranan ketika melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciumi Hasan dan Husain.

عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ :جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ تُقَبِّلُونَ الصِّبْيَانَ فَمَا نُقَبِّلُهُمْ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوَأَمْلِكُ لَكَ أَنْ نَزَعَ اللَّهُ مِنْ قَلْبِكَ الرَّحْمَةَ (رواه البخارى ومسلم)

“Dari ‘Urwah, dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia mengatakan: Seorang Badui datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengatakan: Engkau menciumi anak-anak, sementara kami tidak pernah menciumi mereka. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Jangan-jangan Allah telah mencabut dari hati Anda rasa kasih sayang” (HR. Bukhari dan Muslim)

Berlemah lembut, mencintai dan menyayangi sesama muslim adalah petunjuk beliau,:

أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُ:  جَاءَ شَيْخٌ يُرِيدُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَبْطَأَ الْقَوْمُ عَنْهُ أَنْ يُوَسِّعُوا لَهُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيُوَقِّرْ كَبِيرَنَا (رواه الترمذى)

“Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu mengatakan: Ada orangtua datang menginginkan (bertemu) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Para kaum enggan melapangkan tempat untuknya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Tidak termasuk dari kami orang yang tidak menyayangi anak kecil dan tidak menghormati yang besar” (HR. At-Tirmidzi)

Kepuasan dan kasih sayang yang bagaimanakah yang dirasakan oleh Hasan dan Husain ketika Nabi shallallahu `alaihi wa sallam bersabda tentang keduanya:

  هُمَا رَيْحَانَتَايَ مِنْ الدُّنْيَا   (رواه البخارى)

“Keduanya adalah kecintaanku di dunia” (HR. Bukhari)

Lihatlah sikap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tatkala Hasan bin Ali naik ke punggung beliau ketika sujud.

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ شَدَّادٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ: خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي إِحْدَى صَلَاتَيْ الْعِشَاءِ وَهُوَ حَامِلٌ حَسَنًا أَوْ حُسَيْنًا فَتَقَدَّمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَوَضَعَهُ ثُمَّ كَبَّرَ لِلصَّلَاةِ فَصَلَّى فَسَجَدَ بَيْنَ ظَهْرَانَيْ صَلَاتِهِ سَجْدَةً أَطَالَهَا قَالَ أَبِي فَرَفَعْتُ رَأْسِي وَإِذَا الصَّبِيُّ عَلَى ظَهْرِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ سَاجِدٌ فَرَجَعْتُ إِلَى سُجُودِي فَلَمَّا قَضَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصَّلَاةَ قَالَ النَّاسُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ سَجَدْتَ بَيْنَ ظَهْرَانَيْ صَلَاتِكَ سَجْدَةً أَطَلْتَهَا حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ قَدْ حَدَثَ أَمْرٌ أَوْ أَنَّهُ يُوحَى إِلَيْكَ قَالَ كُلُّ ذَلِكَ لَمْ يَكُنْ وَلَكِنَّ ابْنِي ارْتَحَلَنِي فَكَرِهْتُ أَنْ أُعَجِّلَهُ حَتَّى يَقْضِيَ حَاجَتَهُ (رواه النسائي)

“ Dari Abdullah bin Syaddad, dari ayahnya, dia mengatakan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menuju kami pada salah satu shalat isya dengan menggendong Hasan atau Husain. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maju ke depan (untuk mengimami) dan menaruhnya. Beliau takbir memulai shalat. Beliaupun shalat dan sujud. Pada salah satu sujudnya beliau memanjangkannya. Ayahku berkata: Aku mengangkat kepalaku, ternyata (saya melihat) seorang bocah naik di atas punggung Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam keadaan beliau sujud. Saya pun kembali sujud lagi. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selesai shalat, orang-oang pun berkata : Ya Rasulullah, sesungguhnya engkau sujud di dalam shalat engkau dengan sujud yang panjang, kami menduga telah terjadi sesuatu atau sedang turun wahyu kepada engkau. Beliau menjawab: Itu semua tidak ada, tetapi anakkku ini naik dan aku tidak ingin mengejutkannya sehingga dia menyelesaikan hajatnya.” (HR. An-Nasa’i)

Lihatlah canda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

عن أبي هريرة ، قال : كان النبي صلى الله عليه وسلم يدلع لسانه للحسين ، فيرى الصبي حمرة لسانه ، فيهش إليه (رواه ابن حبان)

“Dari Abu Hurairah, dia mengatakan; “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjulur-julurkan lidahnya kepada Husain, maka anak tersebut melihat merahnya lidah beliau dan meraihnya”. (HR. Ibnu Hibban)

Bersambung…

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Check Also

Kadar zakat perhiasan itu berdasarkan harga jual saat menunaikan zakat

Sumber : https://www.islamweb.net/ar/fatwa/49401/ Teks Arab يحسب الحلي بسعره يوم إخراج زكاتهالسوال هو : هل نخرج …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *