A. Penyebutan Dzul Jalaal wa-l-Ikrom (ذو الجلال والإكرام) di dalam Nash
Disebutkan di dalam Al-Qur’an, di antaranya:
وَيَبْقَىٰ وَجْهُ رَبِّكَ ذُو ٱلْجَلَٰلِ وَٱلْإِكْرَامِ (الرحمن: 27)
تَبَٰرَكَ ٱسْمُ رَبِّكَ ذِى ٱلْجَلَٰلِ وَٱلْإِكْرَامِ (الرحمن: 78)
B. Makna Dzul Jalaal wa-l-Ikrom (ذو الجلال والإكرام) Secara Bahasa
Jalal (جلال) itu mashdar dari Jalla – yajullu – Jalil (جَليلٌ) artinya yang besar. Sedangkan Ikrom (إكرام) itu mashdar dari akroma – yukrimu – mukrim (أكرم – يكرم – مكرم) artinya yang dimuliakan/diagungkan.
Al-Khuthobi rahima hullah mengatakan: “ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ“, artinya Allah Dzat Maha Besar yang berhak untuk diagungkan, ini perkara yang tidak diingkari.
Ibnu Jarir rahima hullah berkata: “ذِي الْجَلَالِ“ artinya pemilik keagungan, “وَالْإِكْرَامِ“ artinya dimuliakan oleh seluruh makhluk.
C. Makna Dzul Jalaal wa-l-Ikrom (ذو الجلال والإكرام) Sebagai Nama Allah
Makna dan penjelasannya serta tadabbur-nya sama dengan Al-Kabiir (الكَبِير). Perbedaannya dijelaskan berikut ini.
D. Perbedaan Antara Al-Kabiir (الكَبِير), Al-‘Azhim (العظيم), dan Al-Jaliil (الجليل)
Al-Jaliil (الجليل) bukan nama Allah ta’ala. Nama yang sesuai dengan nash sharih adalah Dzul Jalaal wa-l-Ikrom (ذو الجلال والإكرام). Al-Jaliil (الجليل) adalah makna darinya.
Perbedaan antara ketiganya adalah:
1. Al-Kabiir (الكَبِير): Allah Maha Besar terkait dengan Dzat-Nya.
2. Al-‘Azhim (العظيم): Allah Maha Besar terkait dengan Sifat-Nya.
3. Al-Jaliil (الجليل): Allah Maha Besar terkait Dzat dan Sifat-Nya.
Judul Buku: Memahami Al-Asma’ul Husna Jilid 12
Penulis : Muhammad Nur Yasin Zain, Lc. Hafidzahullah
(Pengasuh Pesantren Mahasiswa Thaybah Surabaya)

