A. Penyebutan Ar-Roqiib (الرَّقِيب) di dalam Nash
Disebutkan di dalam Al-Qur’an sebanyak tiga kali, yaitu:
فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِى كُنتَ أَنتَ ٱلرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ ۚ وَأَنتَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ شَهِيدٌ (المائدة: 117)
إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا (النساء:1)
وَكَانَ ٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ رَّقِيبًا (الأحزاب: 25)
B. Makna Ar-Roqiib (الرَّقِيب) secara Bahasa
Disebutkan di dalam “Ash-Shihah”: Ar-Roqiib (الرَّقِيب) artinya yang menjaga, yang mengawasi. Seperti dalam penggunaan kalimat:
رقبت الشيئ أرقبه رقوبا ورِقبة: إذا رصدته
“Saya mengawasinya dengan seksama”
Disebutkan di dalam “Lisanul ‘Arab”: Ar-Roqiib (الرَّقِيب) berpola “الفعيل” maknanya “ الفاعل“ artinya yang memperhatikan, yang menjaga, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an,
قَالَ يَبْنَؤُمَّ لَا تَأْخُذْ بِلِحْيَتِى وَلَا بِرَأْسِىٓ ۖ إِنِّى خَشِيتُ أَن تَقُولَ فَرَّقْتَ بَيْنَ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ وَلَمْ تَرْقُبْ قَوْلِى
Harun menjawab’ “Hai putera ibuku, janganlah kamu pegang jenggotku dan jangan (pula) kepalaku; sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan berkata (kepadaku): “Kamu telah memecah belah antara Bani Israil dan kamu tidak memelihara amanatku” (QS. Thoha: 94)
C. Makna Ar-Roqiib (الرَّقِيب) Sebagai Nama Allah
Imam Ath-Thobari berkata tentang ayat,
وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا (النساء:1)
“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (menggunakan) Nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu” (QS. An-Nisa: 1)
Maknanya “ رَقِيبًا” menjaga nan menghitung amalan kalian dan mengawasi pemeliharaan kalian terhadap silaturrahim ataupun pemutusan dan pengabaiannya.
Az-Zajaji rahima hullah berkata: Makna “ رَقِيبًا” adalah Dzat yang Menjaga yang tidak lengah penjagaannya.
As-Sa’di rahima hullah berkata: Ar-Roqiib (الرَّقِيب) artinya Dzat yang mengawasi secara detail apa yang tersembunyi dalam dada. Yang selalu hadir pada setiap apapun yang dikerjakan oleh jiwa. Dia lah yang menjaga seluruh makhluk dan memberlakukan padanya sebaik-baiknya aturan dan sesempurna- sempurnanya pengurusan.
D. Tadabbur
- Beribadah kepada Allah ta’ala dengan Nama-Nya Ar-Roqiib (الرَّقِيب) melahirkan perasaan diawasi oleh Allah ta’ala. Baik dalam keadaan tersembunyi atau terang-terangan, sepi atau ramai, siang atau malam. Karena seluruh makhluk tidak pernah tesembunyi dari-Nya. Hakekat ini menjadikan hamba sangat menjaga hati, pendengaran, penglihatan, lisan dan anggota badannya jangan sampai berbuat hal-hal yang mendatangkan kemurkaan-Nya.
- Ibnul Qoyyim rahima hullah berkata tentang muroqobah. Ia adalah beribadah kepada Allah ta’ala dengan nama-nama-Nya; Ar-Roqiib (الرَّقِيب), Al-Hafizh (الحَٰافِظ), Al- ‘Alim (عَلِيمٌ), As-Sami’ (السَمِيع), Al-Bashir (البَصِيۡر)
- Ibnul Qoyyim rahima hullah juga berkata: Muroqobah adalah pengetahuan dan keyakinan yang terus-menerus pada seorang hamba bahwa dirinya tidak lepas dari pengamatan-Nya secara zhahir dan batin.
Syaikh Umar Al-Asyqor berkata: Jika makna Ar-Roqiib (الرَّقِيب) pada hati seorang hamba terpatri kuat dan kendali jiwa telah menguasainya maka akan melahirkan perasaan selalu diawasi (muroqobah). Dia merasa beban jika Allah ta’ala menjumpainya di tempat yang dia dilarang sebagaimana Allah tidak akan kehilangan dia di tempat yang dia diperintahkan. Ketika godaan-godaan maksiat dan syahwat yang dikendalikan syaithan mengitari kepalanya agar dia masuk ke dalam zona kebatilan, kegelapan dan kehancuran datanglah pengawasan Allah ta’ala yang telah terpatri di dalam jiwanya sebagai benteng dan penjaganya, maka sadarlah dia bahwa Allah itu Ar-Roqiib (الرَّقِيب). Dzat yang Menjaga yang tidak lengah penjagaannya. Dia juga segera menyadari bahwa Malaikat-Nya setiap saat mencatat seluruh gerak-gerik dan ucapannya. Disebutkan di dalam al-Qur’an,
مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ (ق: 18)
Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya Malaikat pengawas yang selalu hadir (QS. Qoof: 18)
Judul Buku: Memahami Al-Asma’ul Husna Jilid 11
Penulis : Muhammad Nur Yasin Zain, Lc. Hafidzahullah
(Pengasuh Pesantren Mahasiswa Thaybah Surabaya)

