A. Penyebutan Nama “Ar-Robb” (الرَّبّ) dalam Nash
Ia disebutkan di dalam Al-Qur’an lebih dari 900 kali. Di antaranya:
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ (الفاتحة: 1)
قُلْ أَغَيْرَ ٱللَّهِ أَبْغِى رَبًّا وَهُوَ رَبُّ كُلِّ شَىْءٍ (الأنعام: 164)
إِنَّ رَبَّكَ هُوَ ٱلْقَوِىُّ ٱلْعَزِيزُ (هود:66)
وَقُل رَّبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَٰتِ ٱلشَّيَٰطِينِ () وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَن يَحْضُرُونِ (المؤمنون: 98)
بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ (سبأ: 15)
B. Makna “Ar-Robb” (الرَّبّ) Secara Bahasa
Ibnu Atsir berkata: Kata “Ar-Robb” (الرَّبّ) maknanya pemilik, tuan, pengatur, pemelihara, pelaksana, dan pemberi kenikmatan). Ketika lafazh ini disebutkan secara sendirian tidak disandarkan kepada sesuatu lainnya maka yang dimaksud adalah Allah ta’ala. Jika yang dimaksud adalah selain Allah ta’ala maka ia akan disandarkan kepada sesuatu yang lain, dan semacam ini tidak banyak digunakan. Adapun di dalam syair, jika disebutkan secara sendirian maka secara mutlak yang dimaksud adalah selain Allah. [selesai].
Contoh:
Pemilik rumah (رَبُّ الدَّار),
Pemilik kebun (رَبُّ البًستَان)
Ar-Roghib berkata: Kata “Ar-Robb” (الرَّبّ) makna asalnya menjadikan sesuatu dari satu tahapan ke tahapan berikutnya hingga sempurna. (Dalam ungkapan bahasa kita; merawat, mengasuh, Pent.) Contoh:
لأن يربينى رجل من قريش أحب إلى من أن يربينى رجل من هوازن
“Jika yang mengasuhku seseorang dari Quraisy itu lebih aku sukai daripada yang mengasuhku seseorang dari Hawazin”.
Penyebutan “Ar-Robb” (الرَّبّ) maksudnya adalah Allah ta’ala yang menjamin kemaslahatan seluruh makhluk. Contoh:
بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ (سبأ: 15)
“(Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun” (QS. Saba’: 15)
Adapun jika disebutkan dengan idhofah (disandarkan) kepada sesuatu yang lain maka maksudnya bisa Allah ta’ala juga lain-Nya.
قَالَ رَبُّكُمْ وَرَبُّ ءَابَآئِكُمُ ٱلْأَوَّلِينَ (الشعراء:26)
“Dia (Musa) berkata: Tuhan kalian dan Tuhan nenek-nenek moyang kamu yang dahulu” (QS. Asy-Syu’ara:26)
ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ (الفاتحة: 1)
“Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam” (QS. Al-Fatihah: 1)
وَقَالَ لِلَّذِى ظَنَّ أَنَّهُۥ نَاجٍ مِّنْهُمَا ٱذْكُرْنِى عِندَ رَبِّكَ فَأَنسَىٰهُ ٱلشَّيْطَٰنُ ذِكْرَ رَبِّهِۦ فَلَبِثَ فِى ٱلسِّجْنِ بِضْعَ سِنِينَ (يوسف:42)
“Dan Yusuf berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat diantara mereka berdua: “Terangkanlah keadaanku kepada tuanmu”. Maka syaitan menjadikan dia lupa menerangkan (keadaan Yusuf) kepada tuannya. Karena itu tetaplah dia (Yusuf) dalam penjara beberapa tahun lamanya” (QS. Yusuf: 42)
فَلَمَّا جَآءَهُ ٱلرَّسُولُ قَالَ ٱرْجِعْ إِلَىٰ رَبِّكَ فَسْـَٔلْهُ مَا بَالُ ٱلنِّسْوَةِ ٱلَّٰتِى قَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ ۚ إِنَّ رَبِّى بِكَيْدِهِنَّ عَلِيمٌ (يوسف:50)
“Maka tatkala utusan itu datang kepada Yusuf, berkatalah Yusuf: “Kembalilah kepada tuanmu dan tanyakanlah kepadanya bagaimana halnya wanita-wanita yang telah melukai tangannya. Sesungguhnya Tuhanku, Maha Mengetahui tipu daya mereka” (QS. Yusuf: 50)
C. Makna “Ar-Robb” (الرَّبّ) Sebagai Nama Allah
1. Imam Ibnul Qoyyim berkata: Makna “رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ ” artinya ketuhanannya pada alam semesta meliputi berbuat, mengatur, dan memutuskan sekehendaknya. Setiap saat Dia azza wa jalla dalam kesibukan; menciptakan, memberi rizki, menghidupkan, mematikan, mengangkat derajat, meninggikan derajat, memberi, menahan, memuliakan, menghinakan, mengabulkan doa dan lain-lain yang dilakukan sepenuhnya dengan keleluasaan dan kehendak-Nya.
2. “Ar-Robb” (الرَّبّ) adalah nama Allah ta’ala paling agung yang Dia mengagungkan diri dengan-Nya. Disebutkan dalam beberapa surat;
a. Allah ta’ala memuji Diri-Nya sebagai “رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ” (Tuhan seluruh ‘alam). Selain Allah ta’ala alias seluruh makhluk disebut alam. Dan, Allah ta’ala lah Rabb (Tuhan) seluruh alam. Nash yang menyatakan Dia ta’ala sebagai Rabb (Tuhan) atas seluruh alam sangatlah banyak. Dia juga memuji Diri-Nya sebagai Rabb (Tuhan) atas segala sesuatu sebagaimana firman-Nya,
قُلْ أَغَيْرَ ٱللَّهِ أَبْغِى رَبًّا وَهُوَ رَبُّ كُلِّ شَىْءٍ ۚ وَلَا تَكْسِبُ كُلُّ نَفْسٍ إِلَّا عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُم مَّرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ (الأنعام:164)
Katakanlah: “Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah, padahal Dia adalah (Rabb) Tuhan bagi segala sesuatu. Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada (Rabb) Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan” (QS. Al-An’am: 164)
b. Allah mengagungkan Diri-Nya sebagai Rabb ‘arsy. Dia berfirman,
ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ ٱلْعَرْشِ ٱلْعَظِيمِ (النمل:26)
“Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia Rabb (Tuhan) ‘Arsy yang besar” (QS. An-Naml: 26)
فَتَعَٰلَى ٱللَّهُ ٱلْمَلِكُ ٱلْحَقُّ ۖ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ ٱلْعَرْشِ ٱلْكَرِيمِ (المؤمنون :116)
“Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Rabb (Tuhan) nya ‘Arsy yang mulia” (QS. Al-Mu’minun: 116)
c. Allah ta’ala memuji Diri-Nya sebagai Rabb langit dan bumi. Disebutkan di dalam Al-Qur’an,
رَّبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا فَٱعْبُدْهُ وَٱصْطَبِرْ لِعِبَٰدَتِهِۦ ۚ هَلْ تَعْلَمُ لَهُۥ سَمِيًّا (مؤنم: 65)
“(Rabb) Tuhan langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadah kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?” (QS. Maryam: 65)
d. Allah ta’ala memuji Diri-Nya sebagai Rabb kita dan Rabb nenek moyang kita.
Disebutkan di dalam Al-Qur’an,
قَالَ رَبُّكُمْ وَرَبُّ ءَابَآئِكُمُ ٱلْأَوَّلِينَ (الشعراء: 26)
Musa berkata (pula): “Tuhan kamu dan Tuhan nenek-nenek moyang kamu yang dahulu” (QS. Asy-Syu’ara: 26)
e. Dia berfirman tentang Diri-Nya sebagai Tuhan Penguasa Timur dan Barat.
3. “Ar-Robb” (الرَّبّ) adalah nama Allah ta’ala yang paling banyak diseru. Ia berarti “Al-Murobbi” (المُرَبِّي), Dzat yang membimbing. Khususnya membimbing orang-orang pilihan-Nya, para Wali-Nya dengan memperbaiki hati dan kejiwaan mereka. Kita bisa melihat doa-doa yang mereka panjatkan banyak disebutkan nama “ Ar-Robb” (الرَّبّ), di antaranya:
a. Doa Nabi Adam alaihissalam dan istrinya
قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ (الأعراف: 32)
“Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi” (QS. Al-A’rof: 23)
b. Doa Nabi Nuh alaihissalam
رَّبِّ ٱغْفِرْ لِى وَلِوَٰلِدَىَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيْتِىَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ وَلَا تَزِدِ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا تَبَارًۢا (نوح:28)
“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan” (QS. Nuh: 28)
وَنَادَىٰ نُوحٌ رَّبَّهُۥ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ٱبْنِى مِنْ أَهْلِى وَإِنَّ وَعْدَكَ ٱلْحَقُّ وَأَنتَ أَحْكَمُ ٱلْحَٰكِمِينَ (هود:45)
“Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya” (Hud: 45)
c. Doa Nabi Musa alaihissalam
قَالَ رَبِّ ٱغْفِرْ لِى وَلِأَخِى وَأَدْخِلْنَا فِى رَحْمَتِكَ ۖ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ (الأراف:151)
Artinya: Musa berdoa: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau, dan Engkau adalah Maha Penyayang di antara para penyayang” (QS. Al-A’rof: 151)
رَبِّ لَوْ شِئْتَ أَهْلَكْتَهُم مِّن قَبْلُ وَإِيَّٰىَ أَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ ٱلسُّفَهَآءُ مِنَّآ ۖ (الأعراف:155)
Ya Tuhanku, kalau Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang akal di antara kami? (QS. Al-A’rof: 155)
d. Doa Nabi Yusuf alaihissalam
قَالَ رَبِّ ٱلسِّجْنُ أَحَبُّ إِلَىَّ مِمَّا يَدْعُونَنِىٓ إِلَيْهِ ۖ وَإِلَّا تَصْرِفْ عَنِّى كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُن مِّنَ ٱلْجَٰهِلِينَ (يوسف:33)
Yusuf berkata: “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh” (QS. Yusuf:33)
e. Doa Nabi Zakariya alaihissalam
هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُۥ ۖ قَالَ رَبِّ هَبْ لِى مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ (ال عمران:38)
Di sanalah Zakariya berdoa kepada Tuhannya seraya berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa” (QS. Ali Imran: 38)
f. Doa Nabi Ayyub alaihissalam
قَالَ رَبِّ ٱغْفِرْ لِى وَهَبْ لِى مُلْكًا لَّا يَنۢبَغِى لِأَحَدٍ مِّنۢ بَعْدِىٓ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْوَهَّابُ (ًص:35)
Ia berkata: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi” (QS. Shad: 35)
g. Doa istri Imran alaihissalam
إِذْ قَالَتِ عِمْرَٰنَ رَبِّ إِنِّى نَذَرْتُ لَكَ مَا فِى بَطْنِى مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّىٓ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ (آل عمران:35)
(Ingatlah), ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku bernazar kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dariku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Ali Imran: 35)
Judul Buku: Memahami Al-Asma’ul Husna Jilid 10
Penulis : Muhammad Nur Yasin Zain, Lc. Hafidzahullah
(Pengasuh Pesantren Mahasiswa Thaybah Surabaya)

