Solusi Investasi Akhirat Anda

When I am it is not, When It is I am not bagian 3

Tentang mentaati suami, Nabi shalallahu alaih wasallam bersabda di dalam Sunan Abu Daud,

لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ لَأَمَرْتُ النِّسَاءَ أَنْ يَسْجُدْنَ لِأَزْوَاجِهِنَّ لِمَا جَعَلَ اللَّهُ لَهُمْ عَلَيْهِنَّ مِنْ الْحَقِّ

“Seandaianya aku memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, niscaya aku perintahkan para istri untuk sujud kepada suami mereka dimana Allah telah menetapkan hak untuk mereka yang harus ditunaikan oleh para istri sebagai kewajibannya.”

Disebutkan di dalam Sunan at- Tirmidzi,

عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تُؤْذِي امْرَأَةٌ زَوْجَهَا فِي الدُّنْيَا إِلَّا قَالَتْ زَوْجَتُهُ مِنْ الْحُورِ الْعِينِ لَا تُؤْذِيهِ قَاتَلَكِ اللَّهُ فَإِنَّمَا هُوَ عِنْدَكَ دَخِيلٌ يُوشِكُ أَنْ يُفَارِقَكِ إِلَيْنَا

“Dari Mu’adz bin Jabal dari Nabi shalallahu alaihi wasallam, beliau bersabda: Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya di dunia melainkan istrinya dari kalangan bidadari berkata: Jangan kamu sakiti dia, semoga Allah melaknatmu. Sesungguhnya dia di sisimu hanyalah tamu saja. Hampir tiba saatnya dia berpisah darimu dan menuju ke kami.”

Istri yang shalihah adalah yang segera meminta maaf jika melakukan kesalahan kepada suami dan tidak menunda -nundanya. Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda:

أَلَا أُخْبِرُكُمْ…. نِسَاؤُكُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ الْوَدُودُ الْوَلُودُ الْعَتُودُ عَلَى زَوْجِهَا الَّتِي إِذَا غَضِبَ جَاءَتْ حَتَّى تَضَعَ يَدَهَا فِي يَدِ زَوْجِهَا، وَتَقُولُ: «لَا أُذُوقُ غُمْضًا حَتَّى تَرْضَى

Maukah aku kabarkan kepada kalian…. tentang wanita-wanita kalian penduduk surga?, yaitu wanita yang penyayang (kepada suaminya), yang subur, yang selalu memberikan manfaat kepada suaminya, yang jika suami marah maka iapun mendatangi suaminya seraya berkata, “aku tidak bisa tentram tidur hingga engkau ridha kepadaku.” (Syu’abul iman lil baihaqi, di shahihkan oleh Al-Albany dalam Ash-Shahihah no. 287)

2. Saling tolong menolong di dalam menjalankan ketaatan kepada Allah

Disebutkan di dalam Sunan Abu Daud,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: رَحِمَ اللَّهُ رَجُلًا قَامَ مِنْ اللَّيْلِ فَصَلَّى، وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ، فَإِنْ أَبَتْ نَضَحَ فِي وَجْهِهَا الْمَاءَ. رَحِمَ اللَّهُ امْرَأَةً قَامَتْ مِنْ اللَّيْلِ فَصَلَّتْ، وَأَيْقَظَتْ زَوْجَهَا، فَإِنْ أَبَى نَضَحَتْ فِي وَجْهِهِ الْمَاءَ.

Dari Abu Hurairah, dia mengatakan Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: Allah subhanahu wa ta’ala merahmati seorang suami yang bangun di malam hari lalu shalat, dia membangunkan istrinya, kalau tidak mau dia memercikkah air pada wajahnya (istri). Allah merahmati seorang istri yang bangun di malam hari lalu shalat. Dia membangunkan suaminya, kalau tidak mau dia memercikkan air pada wajahnya (suami)”.

Hadits di atas adalah dalil bahwa suami dan istri harus saling mengingatkan di dalam masalah ketaatan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, bukan saja di dalam masalah shalat tahajud tetapi seluruh kebaikan dan ketaatan. Terkadang dijumpai hanya istrinya yang ahli ngaji di berbagai majlis taklim, sementara suaminya belum atau sebaliknya. Hanya suaminya yang ahli Qur’an sementara. istrinya ahli koran atau sebaliknya.

3. Mentolerir kesalahan masing-masing

Abu Darda radiallahu anhu berkata kepada istrinya:

إذا رأيتني غضبت فرضيني، وإذا رأيتك غضبى رضيتك، وإلا لم نصطحب

“Jika kamu melihat saya marah maka relakan saja, demikian pula kalau saya melihat kamu marah saya akan merelakan, kalau tidak demikian maka kita tidak pernah bersatu”

Inilah teladan yang agung dari pasangan Abu Darda dan istrinya radiallahu anhuma. Tirulah mereka. Jika istri marah, suami hendaknya bersabar mendengarkan kemarahannya tanpa menyela-nyelai kemarahannya dengan pembelaan diri. Ketika sudah reda dari kemarahannya, baru suami berbicara. Kalau memang istri salah paham, luruskanlah. Kalau suami terbukti yang salah, segeralah minta maaf. Demikian pula sebaliknya.

4. Menjaga rahasia masing-masing dan tidak menyebarkannya

Siapa yang mengetahui rahasia suami? Tentu istrinya. Siapa yang mengetahui rahasia istri? Tentu suaminya. Masing-masing harus menjaga rahasia

pasangannya. Karena ini menyangkut kemaslahatan rumah tangga. Terlebih yang berkaitan dengan masalah seksual. Disebutkan di dalam Shahih Muslim dari Abu Said,

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ أَشَرِ النَّاسِ عِنْدَ اللَّهِ مَنْزِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ الرَّجُلَ يُفْضِي إِلَى امْرَأَتِهِ وَتُفْضِي إِلَيْهِ ثُمَّ يَنْشُرُ سِرَّهَا

“Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya termasuk sejelek-jeleknya derajat manusia di sisi Allah pada hari kiamat adalah seorang suami yang mengggauli istrinya, demikian pula istri menggauli suami lalu dia menyebarkan rahasianya.”

5. Berbagi dalam suka dan duka

Suami dan istri sejati sangat menyelami perasaan pasangannya. Apakah kekasihnya dalam suka atau duka, lapang atau sempit? Tidak dibenarkan suami yang sedang kelelahan dari pekerjaannya, lalu istri datang menuntut sesuatu yang semakin menambah lelah jiwanya. Demikian pula sebaliknya. Dalam hal ini ada kisah yang patut untuk diketahui semua muslim. Yakni kisah tentang Ummu Sulaim radiallahu anha. Disebutkan di dalam sebuah riwayat bahwa suatu hari, anak Abu Thalhah meninggal dunia. Ummu Sulaim, istri Abu Thalhah, berkata kepada orang-orang yang menjenguk anaknya, “Janganlah ada yang memberi kabar kepada Abu Thalhah hingga akulah sendiri yang memberi kabar duka ini.” Setelah berkata demikian, Ummu Sulaim segera merapikan jenazah putranya. Malam harinya, Abu Thalhah pulang. la segera menanyakan keadaan anaknya. “la tenang seperti sedia kala,” jawab Ummu Sulaim. Istri taat ini bergegas menyuguhkan makan malam bagi suaminya. Tak lupa berhias diri di depan cermin sehingga tampak lebih cantik. Melihat istrinya yang berhias cantik, Abu Thalhah pun bergairah. Malam itu pun Ummu Sulaim melayani suaminya di atas tempat tidur. Setelah Ummu Sulaim melihat suaminya tampak puas dan tenang jiwanya, ia pun berkata lembut, “Wahai Abu Thalhah, bila ada keluarga yang meminjami sesuatu kepada keluarga lain, lalu mereka meminta kembali barang pinjaman itu, tetapi keluarga itu menolak mengembalikan pinjaman itu, bagaimana menurut pendapatmu?” “Sungguh, sekali-kali mereka tidak berhak untuk menolaknya karena barang pinjaman harus dikembalikan kepada pemiliknya,” jawab Abu Thalhah dengan segera. Mendengar jawaban itu, Ummu Sulaim tersenyum, kemudian berkata lagi, “Sesungguhnya anakmu adalah barang pinjaman dari Allah, dan Allah telah mengambilnya.” Seketika Abu Thalhah mengucapkan kalimat istirja’, Inna lillahi wa inna ilaihi raaji’un. Esok harinya, Abu Thalhah menceritakan kejadian itu kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah membenarkan sikap Ummu Sulaim dan bersabda, “Semoga Allah memberkahi malam kamu berdua.”

Lihatlah betapa tingginya perhatian Ummu Sulaim kepada suaminya. Dia bisa menyembunyikan perasaan sedihnya demi suaminya agar bisa istirahat dengan tenang melepaskan penat dan rasa capeknya yang baru pulang dari bepergiannya. Subhanallah

6. Masing-masing berhias untuk pasangannya

Seringkali suami menuntut agar istri berdandan seksi, menarik, beraroma wangi. Intinya serba prima. Sementara dia sendiri tidak memperhatikan penampilan dirinya. Adilkah ini? Dengarkan Ibnu Abbas radiallahu anhu bertutur:

إني لأتزين لامرأتي كما تتزين لي، وما أحب أن أستطف كل حقي الذى لي عليها فتستوجب حقها الذى لها علي، لأن الله تعالى قال: وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ [البقرة/228]

“Sesungguhnya aku berhias untuk istriku sebagaimana dia berhias untukku, tidaklah aku menyukai semua hakku dipenuhi olehnya yang merupakan kewajibannya maka diapun harus mendapatkan haknya yang merupakan kewajibanku”.

7. Adanya komunikasi dalam masalah seks.

Tidak jarang keharmonisan pasa- ngan suami istri menjadi rusak dan penyebabnya adalah masalah seks. Bisa jadi istri yang kurang bisa melayani atau suami yang cenderung memaksakan kehendak. Bicarakanlah baik-baik, apa yang menjadi kesukaan atau kendala dalam masalah ini. Sehingga masing-masing bisa memahami pasangannya. Wallahu A’lam.

الحمد لله رب العالمين