Solusi Investasi Akhirat Anda

Nine On Jum’at bagian 4

4. Berupaya meraih waktu yang mustajab

Ketika seseorang mengiming-imingi sesuatu yang menjanjikan, Anda tentu bersemangat melakukan ikhtiarnya demi meraih sesuatu yang diiming-imingkan itu. Lalu, bagaimana jika yang memberikan iming-iming adalah Dzat Yang Maha Kaya, Maha Kuasa dan Pencipta alam semesta? Tentu Anda harus lebih bersemangat lagi. Ketahuilah Allah ta’ala memberikan sayembara berupa langsung dikabulkannya doa jika Anda berdoa di suatu waktu yang Allah ta’ala rahasiakan di hari Jum’at. Disebutkan di dalam Hadits, 

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم، ذكر يوم الجمعة، فقال: فيه ساعةٌ لا يُوافقها عبدٌ مسلم وهو قائمٌ يُصلي، يسأل الله تعالى شيئًا؛ إلا أعطاه إياه، وأشار بيده يُقلِّلها (رواه البخارى ومسلم)  

“Dari Abu Hurairah radiallahu anhu bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menyebut hari Jum’at. Beliau bersabda: Di dalamnya terdapat waktu yang tidaklah hamba muslim menunaikan shalat, memohon kepada Allah ta’ala sesuatu melainkan Dia ta’ala akan memberikannya. Beliau mengisyaratkan dengan tangannya yang menunjukkan terbatasnya waktu” (HR. Bukhari dan Muslim) 

Kapankah waktu yang dirahasiakan itu? Hadits berikut ini menjelaskannya.

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: خيرُ يومٍ طلعت فيه الشمس يومُ الجمعة؛ فيه خُلق آدم، وفيه أُدخل الجنة، وفيه أُهبط منها، وفيه ساعةٌ لا يوافقها عبدٌ مسلمٌ يُصلي فيسأل الله فيها شيئًا إلا أعطاه إياه، قال أبو هريرة: فلقيتُ عبدالله بن سلَام، فذكرت له هذا الحديث، فقال: أنا أعلم بتلك الساعة، فقلت: أخبرني بها ولا تضنن بها عليَّ، قال: هي بعد العصر إلى أن تغرب الشمس، فقلت: كيف تكون بعد العصر، وقد قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: لا يوافقها عبدٌ مسلمٌ وهو يُصلي، وتلك الساعة لا يُصلَّى فيها، فقال: عبدالله بن سلام: أليس قد قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: مَن جلس مجلسًا ينتظر الصلاة، فهو في صلاة؟، قُلت: بلى، قال: «فهو ذاك (رواه الترمذى)

“Dari Abu Hurairah radiallahu anhu, dia berkata, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: Sebaik-baik hari yang matahari terbit di dalamnya adalah hari Jum’at. Di dalamnya Adam diciptakan, dimasukkan ke dalam Surga dan diturunkan darinya. Di dalamnya terdapat waktu yang tidaklah hamba muslim shalat lalu memohon kepada Allah sesuatu melainkan Allah ta’ala akan memberinya.

Abu Hurairah berkata: Saya bertanya kepada Abdullah bin Salam, saya sebutkan Hadits ini kepadanya. Dia menjawab: Saya mengetahui waktu yang dimaksudkan itu. Saya berkata: Beritahukanlah kepadaku tentangnya dan janganlah kamu menahannya dariku. Dia menjawab: Itu ba’da Ashar sampai terbenamnya matahari. Saya berkata: Bagaimana mungkin ba’da Ashar sementara sabda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam ‘Tidaklah hamba mulim menepati waktu itu dan dia sedang shalat, padahal ba’da Ashar bukan waktu untuk shalat? Abdullah bin Salam menjawab: Bukankah Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa yang duduk di majlisnya menunggu shalat, maka dia berada di dalam shalat? Saya berkata: Betul. Dia berkata: Nah demikianlah” (HR. At-Tirmidzi).

Dari penjelasan Hadits ini, waktu yang dirahasiakan itu di space waktu setelah shalat Ashar hingga Maghrib.

Disebutkan juga di dalam Hadits lain, 

عن عبدالله بن سلَام رضي الله عنه قال: قلتُ ورسول الله صلى الله عليه وسلم جالسٌ: إنا لنجِدُ في كتاب الله في يومِ الجمعة ساعةً لا يوافقها عبدٌ مؤمنٌ يُصلي، يسأل الله فيها شيئًا إلا قضى له حاجته، قال عبدالله: فأشار إليَّ رسول الله صلى الله عليه وسلم: أو بعض ساعة، فقلت: صدقتَ، أو بعض ساعة، قلت: أي ساعة هي؟ قال: «هي آخر ساعات النهار»، قلت: إنها ليست ساعة صلاة، قال: بلى، إن العبد المؤمن إذا صلى، ثم جلس لا يحبسه إلا الصلاة، فهو في الصلاة (رواه ابن ماجه)

“Dari Abdullah bin Salam radiallahu anhu, dia berkata: Saya berkata sementara Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sedang duduk: Sungguh kami mendapati di dalam Kitabullah  (Taurat) bahwa di hari Jum’at terdapat waktu yang tidaklah hamba muslim menepatinya dengan shalat dan memohon sesuatu  kepada Allah ta’ala di dalamnya melainkan Allah ta’ala akan memenuhi baginya hajatnya. Abdullah bin Salam berkata: Rasulullah memberi isyarat kepadaku dengan mengatakan: Atau sebagian waktu. Saya berkata: Engkau benar, atau sebagian waktu. Saya bertanya: Kapan waktu tersebut? Beliau menjelaskan: Di akhir-akhir waktu siang. Saya berkata: Itu bukan waktu untuk shalat. Beliau shalallahu alaihi wasallam menjelasakan: Sesungguhnya hamba mu’min ketika shalat lalu duduk di mana tidak ada yang  menahannya kecuali shalat, maka dia (dihukumi) berada di dalam shalat” (HR. Ibnu Majah)

Dijelaskan juga di dalam Hadits lain, 

عن جابر بن عبدالله رضي الله عنهما عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه قال: يوم الجمعة ثنتا عشرة – يريد ساعة – لا يوجد مسلمٌ يسأل الله عز وجل شيئًا إلا آتاه الله عز وجل، فالتمسوها آخرَ ساعةٍ بعد العصر (رواه أبو داود)

“Dari Jabir bin Abdullah radiallahu anhu dari Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, beliau bersabda: Hari Jum’at itu dua belas (maksudnya dua belas jam), tidaklah seorang muslim meminta kepada Allah azza wa jalla sesuatu melainkan Allah azza wa jalla akan memberinya, untuk itu carilah akhir waktu setelah Ashar” (HR. Abu Daud) 

5. Tidak mensendirikan hari Jum’at dengan puasa 

Jika Anda ingin berpuasa di hari Jum’at, maka iringilah dengan puasa sehari sebelumnya atau sehari setelahnya. Karena tidak diperbolehkan mensendirikan puasa di hari Jum’at. Disebutkan di dalam Hadits, 

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: سمِعتُ النبي صلى الله عليه وسلم يقول: لا يصومن أحدُكم يوم الجمعة إلا يومًا قبله أو بعده  (رواه البخارى ومسلم)

“Dari Abu Hurairah radiallahu anhu, ia berkata: Saya mendengar Nabi shalallahu alahi wasallam bersabda: Janganlah sekali-kali seseorang di antara kalian berpuasa di hari Jum’at kecuali dengan berpuasa sehari sebelum atau sesudahnya” (HR. Bukhari dan Muslim) 

Disebutkan juga di dalam Hadits yang lain, 

عن أم المؤمنين جُوَيرية بنت الحارث رضي الله عنها أن النبي صلى الله عليه وسلم دخل عليها يوم الجمعة وهي صائمةٌ، فقال: أصمتِ أمسِ؟ ، قالت: لا، قال: ((تُريدين أن تصومي غدًا))، قالت: لا، قال: فأفطِري (رواه البخارى)

“Dari Ummu-l-Mu’minin Juwairiyah binti Al-Harits radiallahu anha bahwa Nabi shalallahu alaihi wasallam masuk menemuinya pada hari Jum’at sementara dia sedang berpuasa. Beliau bertanya: Kemarin kamu puasa? Dia menjawab: Tidak. Beliau bertanya lagi: Kamu besok akan berpuasa? Dia menjawab: Tidak. Beliau bersabda: Kalau begitu  janganlah berpuasa hari ini!” (HR. Bukhari)

Boleh berpuasa pada hari Jum’at secara tersendiri, yaitu tidak diiringi dengan puasa sehari sebelumnya atau setelahnya pada beberapa keadaan berikut ini:

a. Mengqodho puasa wajib

b. Puasa nadzar. Contoh: Seseorang bernadzar untuk berpuasa di hari sembuhnya. Qodarallah sembuhnya di hari Jum’at, maka dia pun langsung berpuasa nadzar di dari Jum’at tersebut

c. Puasa ‘Arofah atau ‘Asyuro bertepatan di hari Jum’at

6. Tidak mengkhususkan Jum’at untuk ibadah-ibadah tertentu yang tidak ada dalilnya

Betul, hari Jum’at adalah hari yang paling utama dari antara hari-hari dalam satu pekan. Namun, tidak berarti dikhususkan dengan ibadah-ibadah tertentu dengan memandang adanya keutamaan tersendiri, seperti shadaqoh, silaturrahim, ziarah kubur dan lain-lain.  Pengkhususan hari Jum’at dengan suatu ibadah hanya pada ibadah-ibadah yang ada dalilnya. Disebutkan di dalam Hadits, 

عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: لا تختصُّوا ليلة الجمعةِ بقيام من بين الليالي، ولا تخصُّوا يوم الجمعة بصيامٍ مِن بين الأيام، إلا أن يكون في صوم يصومه أحدكم  (رواه مسلم)

“Dari Abu Hurairah radiallahu anhu, dari Nabi shalallahu alaihi wasallam, beliau bersabda: Janganlah kalian mengkhususkan malam Jum’at dari antara malam-malam untuk qiyamul lail . Dan janganlah kalian mengkhususkan hari Jum’at dari antara hari-hari untuk  berpuasa, kecuali puasanya seseorang yang dia harus melakukannya” (HR. Muslim)

Bagaimana dengan fenomena yang sekarang sedang marak terjadi? Yaitu Jum’at berkah, sebuah program bagi-bagi makanan gratis khusus di hari Jum’at? Jawabannya dirinci;

a. Jika yang dimaksud, pengkhususan hari Jum’at dengan shodaqoh maka hal ini menyelisihi syariat. Karena tidak ada tuntunannya  sebagaimana telah dijelaskan di atas.

b. Jika tidak memaksudkan pengkhususan shodaqoh di hari Jum’at melainkan semata-mata untuk kemudahan pendistribusian makanan kepada kaum muslimin di mana mereka sedang berkumpul di “hari raya pekanan”.  Dan sebagai upaya agar makanan kita dinikmati oleh banyak orang-orang shaleh, maka hal ini tidak mengapa.  Bahkan ia diperintahkan oleh Nabi shalallahu alahi wasallam dalam Hadits Abu Sa’id al-Khudri,

لا تُصاحِبْ إِلَّا مُؤْمِنًا ، ولا يَأْكُلْ طَعَامَكَ إِلَّا تَقِيٌّ (رواه أبو داود والترمذى وأحمد)

“Janganlah kamu berteman kecuali dengan seorang mu’min, dan janganlah memakan makananmu kecuali orang yang bertaqwa” (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi dan Ahmad)

Judul Buku: Nine On Jum’at

Penulis : Muhammad Nur Yasin Zain, Lc. Hafidzahullah
(Pengasuh Pesantren Mahasiswa Thaybah Surabaya)