Solusi Investasi Akhirat Anda

Nama Allah Ar-Rohman dan Ar-Rohim

3 dan 4, Nama Allah Ar-Rohman (الرحمن) dan Ar-Rohim (الرحيم)

A. Penyebutan Nama Allah Ar-Rohman (الرحمن) dan Ar-Rohim (الرحيم) di dalam Nash

Penyebutan Ar-Rohman (الرحمن) di dalam Al-Qur’an sebanyak 57 kali. Sedangkan Ar-Rohim (الرحيم) sebanyak 123 kali.

Keduanya merupakan musytaq (turunan) dari Ar-Rohmah (الرحمة).

Wazan/pola  Ar-Rohman (الرحمن) adalah fa’laan (فعلان) dan wazan/pola Ar-Rohim (الرحيم) adalah fa’iil (فعيل).

Wazan fa’laan (فعلان) maknanya lebih luas dan lebih mencakup daripada wazan fa’iil (فعيل).

B. Perbedaan Kedua Nama Ar-Rohman (الرحمن) dan Ar-Rohim (الرحيم)

Jadi, apa perbedaan kedua nama Allah tersebut?

Ada tiga perbedaan:

  1. a.    Ar-Rohman (الرحمن), Pemilik rahmat yang mencakup seluruh makhluk, mukmin, dan kafir di dunia dan di akhirat.

b. Ar-Rohim (الرحيم), Pemilik rahmat khusus untuk untuk mukmin. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran,

وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا [الأحزاب: 43]

“Dan Dia Maha Penyayang  terhadap orang-orang mukmin. (Qs. Al-Ahzab:43)

  1. a.    Ar-Rohman (الرحمن) menunjukkan rahmat dzatiyyah (terkait dengan dzat-Nya).

b. Ar-Rohim (الرحيم) menunjukkan rahmat fi’liyyah (terkait dengan perbuatan-Nya).

Imam Ibnul Qoyyim mengatakan : Ar-Rohman (الرحمن) menunjukkan sifat rahmat yang ada pada Dzat-Nya, sementara Ar-Rohim (الرحيم) menunjukkan perbuatan rahmat-Nya terhadap makhluk. Penjelasan ini bisa dilihat di dalam Al-Qur’an,

وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا [الأحزاب: 43]

“Dan Dia Maha Penyayang terhadap orang-orang mukmin. (Qs. Al-Ahzab:43)

إِنَّهُ بِهِمْ رَءُوفٌ رَحِيمٌ  [التوبة: 117]

“Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka.” (Qs. At-Taubah: 117)

Perhatikanlah dua ayat di atas! Terkait dengan perbuatan-Nya terhadap makhluk, Allah tidak menyebut diri-Nya dengan Ar-Rohman (الرحمن) tetapi dengan Ar-Rohim (الرحيم). Inilah penjelasan Imam Ibnul Qoyyim.

Di dalam ayat-ayat Al-Qur’an lafadz Ar-Rohman (الرحمن) senatiasa disebutkan untuk menunjukkan tentang keberadaan Dzat-Nya yang di atas ‘Arsy, bukan lafadz Ar-Rohim (الرحيم). Mari kita lihat,

الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى  [طه: 5]

“Ar-Rohman (الرحمن) Dzat Yang bersemayam di atas ‘arsy.” (Qs. Thoha:5)

ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ الرَّحْمَنُ [الفرقان: 59]

“Kemudian bersemayam di atas ‘arsy, Ar-Rohman (الرحمن). (Qs. Al-Furqon:59)

Jadi, semakin jelas bahwasanya. Ar-Rohman (الرحمن) menunjukkan rahmat dzatiyyah (terkait dengan dzat-Nya).

  1. a.   Ar-Rohman (الرحمن) adalah di antara nama-nama Allah yang tidak diperbolehkan bagi seorang hamba untuk menamakan dirinya dengan nama itu. Disebutkan di dalam Al-Qur’an,

قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَنَ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى [الإسراء: 110]

“Katakanlah (Muhammad), Serulah Allah atau serulah Ar- Rohman (الرحمن) . Dengan nama mana saja yang kamu seru, maka Dia itu memiliki Al-Asma’ul Husna.” (Qs. Al-Isra’: 110)

Ayat ini menunjukkan bahwa Ar- Rohman (الرحمن) adalah nama yang khusus bagi-Nya selain nama Allah (الله ). Tidak boleh untuk selain-Nya.

b.   Sementara Ar-Rohim (الرحيم), selain untuk diri-Nya, bisa juga untuk makhluk-Nya. Sebagaimana disebutkan di dalam Al-Qur’an,

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ

 رَحِيمٌ  [التوبة: 128]

“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, dia sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman.” (Qs. At-Taubah: 128)

Di dalam ayat ini, Allah menyebut Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan Ar-Rohim (الرحيم). Jadi, Ar-Rohim (الرحيم) selain untuk nama Allah juga untuk nama makhluk-Nya.

Dari tiga perbedaan ini, saya (Muhammad Nur Yasin) lebih cenderung menyebutkan yang kedua dan ketiga saja. Karena perbedaan yang pertama ada isykal (sesuatu yang dirasakan kurang pas). Yakni, ada ayat yang menunjukkan bahwa untuk merahmati manusia secara umum BUKAN HANYA MUKMIN, Allah menyebutkan dirinya dengan Ar-Rohim (الرحيم). Berdasarkan keterangan pada perbedaan pertama, semestinya yang digunakan adalah Ar- Rohman (الرحمن). Berikut ini ayat-ayatnya,

إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ (البقرة: 143)

“Sesungguhnya Allah Maha Penyantun dan Maha Penyayang kepada manusia.(Qs. 143)

رَبُّكُمُ الَّذِي يُزْجِي لَكُمُ الْفُلْكَ فِي الْبَحْرِ لِتَبْتَغُوا مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا [الإسراء: 66]

“Tuhan kalianlah yang melayarkan kapal-kapal di lautan untuk kalian, agar kalian mencari karunia-Nya. Sungguh Dia Maha Penyayang terhadap kalian.(Qs. Al-Isra’: 66)

Dua ayat ini menunjukkan Allah merahmati manusia secara umum, BUKAN MUKMIN SAJA, dengan menyebutkan diri-Nya Ar-Rohim (الرحيم).

C. Tadabbur

  1. Kecintaan kita kepada Allah haruslah terus ditingkatkan. Betapa tidak, kita benar-benar tidak mampu untuk menghitung pengaruh rahmat-Nya pada diri kita dan alam semesta.
  2. Penghambaan diri dengan roja’ (رجاء) haruslah terus ditingkatkan sehingga kita tidak mengenal kamus putus asa. Juga dengan roja’ (رجاء) kita sudah semestinya mengejar kuantitas peribadahan kita karena besarnya fadhilah-fadhilah yang telah disiapkan oleh-Nya yang berasal dari rahmat-Nya.
  3. Mengupayakan diri untuk bersifat penyayang dengan kualitas yang tinggi sebagaimana telah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah menginformasikan tentang sifat penyayangnya beliau,

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ [التوبة: 128]

“Sungguh telah datang kepada kalian seorang Rasul dari kaum kalian sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kalian alami, dia sangat menginginkan keimanan dan keselamatan bagi kalian, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman.” (QS. At-Taubah: 128)

  1. Berupaya keras untuk meraih rahmat Allah dengan melakukan sebab-sebabnya. Allah berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ  [البقرة: 218]

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. Al-Baqoroh: 218)

Penulis : Muhammad Nur Yasin Zain, Lc. Hafizhahullah
(Pengasuh Pesantren Mahasiswa THAYBAH Surabaya)