Solusi Investasi Akhirat Anda

Allah azzawajalla di atas ‘Arsy lalu bagaimana dengan Hadits Dia azzawajalla berada di hadapan orang yang sedang shalat di arah Qiblat?

(https://islamqa.info/ar/answers/40865/)

Teks Arab

الله تعالى عالٍ على خلقه وهو قِبَل وجه المصلي

السؤال: قرأت حديثا أن الله تعالى يكون أمام المصلي ؟ فما معنى ذلك ؟ وهل هذا يعارض أن الله تعالى في السماء ؟
الجواب:الحمد لله .سبق في السؤال رقم (992) ، (11035) ذكر الأدلة على أن الله تعالى مستوٍ على عرشه ، وعالٍ على خلقه
وورد في الحديث الذي رواه البخاري (406) ومسلم (547) عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى بُصَاقًا فِي جِدَارِ الْقِبْلَةِ ، فَحَكَّهُ ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَى النَّاسِ فَقَالَ : ( إِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ يُصَلِّي فَلَا يَبْصُقُ قِبَلَ وَجْهِهِ ، فَإِنَّ اللَّهَ قِبَلَ وَجْهِهِ إِذَا صَلَّى )
ولا تعارض بين هذا وبين علو الله تعالى على خلقه
قال شيخ الإسلام في “مجموع الفتاوى” (5/101)
قَوْلُهُ صلى الله عليه وسلم : ( إذَا قَامَ أَحَدُكُمْ إلَى الصَّلَاةِ فَإِنَّ اللَّهَ قِبَلَ وَجْهِهِ فَلا يَبْصُقْ قِبَلَ وَجْهِهِ ) حَقٌّ عَلَى ظَاهِرِهِ ، وَهُوَ سُبْحَانَهُ فَوْقَ الْعَرْشِ وَهُوَ قِبَلَ وَجْهِ الْمُصَلِّي ; بَلْ هَذَا الْوَصْفُ يَثْبُتُ لِلْمَخْلُوقَاتِ . فَإِنَّ الإِنْسَانَ لَوْ أَنَّهُ يُنَاجِي السَّمَاءَ أَوْ يُنَاجِي الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ لَكَانَتْ السَّمَاءُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ فَوْقَهُ وَكَانَتْ أَيْضًا قِبَلَ وَجْهِهِ اهـ
وقال أيضاً (5/672)
وَمِنْ الْمَعْلُومِ أَنَّ مَنْ تَوَجَّهَ إلَى الْقَمَرِ وَخَاطَبَهُ – إذَا قُدِّرَ أَنْ يُخَاطِبَهُ – لا يَتَوَجَّهُ إلَيْهِ إلا بِوَجْهِهِ مَعَ كَوْنِهِ فَوْقَهُ ، فَهُوَ مُسْتَقْبِلٌ لَهُ بِوَجْهِهِ مَعَ كَوْنِهِ فَوْقَهُ . . . فَكَذَلِكَ الْعَبْدُ إذَا قَامَ إلَى الصَّلاةِ فَإِنَّهُ يَسْتَقْبِلُ رَبَّهُ وَهُوَ فَوْقَهُ ، فَيَدْعُوهُ مِنْ تِلْقَائِهِ لا مِنْ يَمِينِهِ وَلا مِنْ شِمَالِهِ ، وَيَدْعُوهُ مِنْ الْعُلُوِّ لا مِنْ السُّفْلِ اهـ
وقال الشيخ ابن عثيمين
الدليل على أن الله قبل وجه المصلي
قوله صلى الله عليه وسلم : ( إذا قام أحدكم في الصلاة فلا يبصق قبل وجهه فإن الله قبل وجهه )
وهذه المقابلة ثابتة لله حقيقة على الوجه اللائق به ولا تنافي علوه والجمع بينهما من وجهين
أن الاجتماع بينهما ممكن في حق المخلوق كما لو كانت الشمس عند طلوعها فإنها قبل وجه من استقبل المشرق وهي في السماء فإذا جاز اجتماعهما في المخلوق فالخالق أولى
أنه لو لم يمكن اجتماعهما في حق المخلوق فلا يلزم أن يمتنع في حق الخالق لأن الله ليس كمثله شئ . اهـ “فتاوى ابن عثيمين” (4/287)

Terjemahan teks Arab

Pertanyaan: Saya membaca Hadits bahwa Allah ta’ala di hadapan musholli. Apakah ini bertentangan dengan bahwasanya Dia ta’ala di atas langit?
Jawab: Alhamdulillah. Telah disebutkan pada soal no. 992 dan 11035 dalil-dalil bahwa Allah ta’ala istiwa di atas ‘Arsy-Nya dan tingggi di hadapan makhluk-Nya. Di dalam Hadits riwayat Al-Bukhari no. 406 dan Muslim no. 547 dari Abdullah bin Umar bahwa Rasululla shallahu’alaihi wasallam melihat adanya ludah di dinding di arah kiblat. Lalu, beliau mengeriknya dan menghadap manusia kemudian bersabda:

إِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ يُصَلِّي فَلَا يَبْصُقُ قِبَلَ وَجْهِهِ ، فَإِنَّ اللَّهَ قِبَلَ وَجْهِهِ إِذَا صَلَّى

“Jika seseorang di antara kalian shalat, maka janganlah meludah di hadapan wajahnya. Karena sesungguhnya Allah ta’ala di hadapan wajahnya ketika dia shalat”
Tidaklah bertentangan antara ini (Allah di hadapan orang shalat) dengan Dia ta’ala di atas makhluk-Nya.
Syaikhul Islam di dalam “Majmu’ al-Fatawa” 5/101 berkata: Sabda beliau “Jika seseorang di antara kalian shalat maka sesungguhnya Allah ta’ala di hadapan wajahnya. Untuk itu janganlah meludah di hadapan wajahnya”. Ini adalah haq sesuai zhahirnya. Dia’ ‘azawajalla di atas ‘Arsy dan di hadapan wajah musholli. Sifat ini juga terdapat pada makhluk bahwa ketika manusia menghadap ke langit atau menghadap ke matahari dan bulan nyatalah bahwa langit, matahari dan bulan berada di atasnya juga di hadapannya [selesai].

Hal yang demikian itu tidak mustahil pada makhluknya; langit, matahari dan bulan lalu bagaimanakah dengan Allah ta’ala? Sunnguh perkara yang gamblang (Pent,)

Beliau rahimahullah juga berkata: Jelas, ketika seseorang menghadap ke bulan dan berbicara dengannya – jika mampu diajak bicara – benar-benar dia menghadapnya dengan wajahnya meskipun sebenarnya bulan itu di atasnya. Demikian juga seorang hamba ketika shalat, dia menghadap kepada Tuhannya yang berada di atasnya. Dia berdoa menghadap-Nya bukan di sebelah kanan atau kirinya. Dia menyeru-Nya ke atas bukan ke bawah [selesai].
Syaikh Ibnu Utsaimin berkata: Dalil bahwa Allah ta’ala di hadapan wajah musholli adalah Hadits Nabi shallahu’alahi wasallam,

إذَا قَامَ أَحَدُكُمْ إلَى الصَّلَاةِ فَإِنَّ اللَّهَ قِبَلَ وَجْهِهِ فَلا يَبْصُقْ قِبَلَ وَجْهِهِ

“Jika seseorang di antara kalian shalat maka sesungguhnya Allah c di hadapan wajahnya. Untuk itu janganlah meludah di hadapan wajahnya”
“Dia ta’ala berada di hadapan musholli” ini perkara yang tsabit bagi Allah ta’ala dengan makna hakiki yang sesuai dengan-Nya dan tidak meniadakan “uluw-Nya” (Maha Tinggi-Nya). Penetapan kedua hal ini (Dia ta’ala di hadapan musholli dan di atasnya) dengan melihat dua aspek:

  1. Penggabungan keduanya sama sekali tidak ada masalah pada makhluknya. Contoh: ketika matahari terbit maka dia berada di hadapan wajah orang yang menghadap ke arah Timur padahal dia berada di atas. Jika hal ini bisa terjadi pada makhluk, maka niscaya pada Al-Khaliq lebih bisa.
  2. Jika hal itu tdak mustahil pada makhluk maka sudah barang tentu pada Allah ta’ala karena Dia itu “Tidak sesuatupun yang menyerupai Dia” [selesai dari “Fatawa Ibnu Utsaimin” no. 4/287]

Judul buku : Terkadang Ditanyakan 20

Penulis : Muhammad Nur Yasin Zain, Lc. Hafidzahullah
(Pengasuh Pesantren Mahasiswa Thaybah Surabaya)