Solusi Investasi Akhirat Anda

Bergembira Datangnya RAMADHAN

Para sahabat bergembira ketika datangnya bulan Ramadhan. Bagaimana tidak bergembira, bulan Ramadhan memiliki segudang keutamaan. Bulan penuh berkah, bulan penuh rahmat, bulan penuh ampunan, bulan dikabulkannya doa-doa, bulan saat Allah melihat berlomba-lombanya kaum muslimin kemudian membangga-banggakannya di depan para Malaikaat, bulan didalamnya terdapat lailatul qodar (satu malam yang lebih mulia dari 1000 bulan) Masih ada keutamaan lainnya: Di bulan Ramadhan, Umat Nabi diberi 5 keutamaan yang tidak diberikan kepada umat-umat sebelumnya;

  1. Bau mulutnya shoim lebih wangi disisi Allah daripada minyak misik,
  2. Malaikat memohonkan ampun sampai berbuka,
  3. Allah menghiasi Surga setiap hari, d. jin-jin jahat dibelenggu dan
  4. di akhir malam, para shoimun diampuni dosa-dosanya.

Segudang keutamaan semacam ini tidak dijumpai di bulan-bulan lainnya. Hanya ada di bulan Ramadhan. Maka dialah bulan yang paling utama. Sebagaimana 24 jam dalam sehari semalam, Allah turun ke langit dunia di sepertiga malam terakhir, maka jadilah ia waktu yang paling utama dari waktu-waktu lainnya. Inilah sebabnya para sahabat bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan. Ibaratnya, ada satu supermarket mengumumkan akan adanya big sale di bulan ini, bulan penuh obral, bulan penuh discount….discount besar-besaran mencapai 80%. Bagaimana perasaan kita? Kita tentu sangat bergembira dan begitu berkesan pada jiwa kita, sehingga akhirnya kita pun ramai-ramai mendatangi supermarket tersebut. Saking gembiranya , tidak hanya berhenti di sini, kita pun woro-woro kepada teman-teman, family dan kerabat-kerabat agar jangan sampai ketinggalan untuk ikut serta. Mari kita merenung bersama….jika kita bergembira dengan datangnya bulan big sale supermarket, tetapi biasa-biasa saja tidak berkesan apa pun dengan datangnya Ramadhan, maka silahkan cela diri kita. Ini tanda jiwa yang sakit. Bagaimana tidak, Ramadhan dengan segudang keutamaan itu kenikmatan yang tak berujung karena dia kenikmatan surgawi. Sementara bigsale supermarket itu kenikmatan yang tak ada nilainya karena dia kenikmatan duniawi.

Penulis : Muhammad Nur Yasin Zain, Lc. Hafizhahullah
(Pengasuh Pesantren Mahasiswa THAYBAH Surabaya)