A. Tentang Ziarah Kubur
Zirarah kubur sangatlah penting sekali, karena bisa mengingatkan kita kepada Akherat. Semakin kita mengingat kematian, maka semakin kita berhati-hati menjalani kehidupan. Oleh karena itu berziarah kuburlah! Disebutkan dalam Hadits,
ุนููู ุงุจููู ู ูุณูุนููุฏู ุฃูููู ุฑูุณูููู ุงูููููู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู - ููุงูู ยป ููููุชู ููููููุชูููู ู ุนููู ุฒูููุงุฑูุฉู ุงููููุจููุฑู ููุฒููุฑููุง ุงููููุจููุฑู ููุฅููููููุง ุชูุฒููููุฏู ููู ุงูุฏููููููุง ููุชูุฐููููุฑู ุงูุขุฎูุฑูุฉู ยป (ุฑูุงู ุงุจู ู ุงุฌู)
โDari Abdullah bin Masโud bahwa Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda: โDahulu saya melarang ziarah kubur, sekarang ziarah kubur lah kalian karena sesungguhnya ia menjadikan Anda zuhud dari dunia dan mengingatkan Anda kepada Akhiratโ (HR. Ibnu Majah)
Ada dua macam orang yang ekstrim. Yang pertama: tidak memperhatikan ziarah kubur sehingga terkesan mengabaikannya, dan yang kedua: memperhatikan ziarah kubur tapi berlebih-lebihan. Orang yang pertama merasa cukup mendoakan mayat dari rumah atau dari tempat mana saja, โngapainโ mesti datang ke kuburan. Orang yang kedua datang ke kuburan tapi โkelewatanโ. Ia menjadikan kuburan sebagai โโidโ (mengharuskan mendatanginya pada moment-moment tertentu) dan dengan tata cara yang dibikin-bikin sendiri bahkan sampai ada yang mengagungkannya (baca: berbuat kesyirikan).
Dua macam orang di atas tidaklah baik. Yang baik adalah yang pertengahan, yaitu ziarah kubur sesuai tuntunan Nabi shallallahu โalaihi wa sallam. Bagaimana sih yang sesuai tuntunan Nabi? Perhatikanlah poin-poin berikut ini:
1. Memasuki area pemakaman dengan melepas sandal atau alas kaki. Disebutkan dalam Hadits,
ุนููู ุจูุดููุฑู ุงุจููู ุงููุฎูุตูุงุตูููุฉู ุจูุดููุฑู ุฑูุณูููู ุงูููููู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู - ุฃูููู ุฑูุณูููู ุงูููููู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู - ุฑูุฃูู ุฑูุฌููุงู ููู ูุดูู ููู ููุนููููููู ุจููููู ุงููููุจููุฑู ููููุงูู ยป ููุง ุตูุงุญูุจู ุงูุณููุจูุชููููุชููููู ุฃูููููููู ูุง (ุฑูุงู ุฃุญู ุฏ)
โDari Basyir bin Al- Khoshoshiyah bahwa Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam melihat seorang lelaki berjalan di antara kuburan dengan memakai sandal kulit. Maka, Nabi bersabda: Wahai pemilik sandal, lepaslahโ (HR. Ahmad)
2. Mengucapkan salam. Sebagaimana disebutkan di dalam Hadits,
ุนููู ุณูููููู ูุงูู ุจููู ุจูุฑูููุฏูุฉู ุนููู ุฃูุจูููู ููุงูู ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู - ููุนููููู ูููู ู ุฅูุฐูุง ุฎูุฑูุฌููุง ุฅูููู ุงููู ูููุงุจูุฑู ููููุงูู ููุงุฆูููููู ู ููููููู – ููู ุฑูููุงููุฉู ุฃูุจูู ุจูููุฑู – ุงูุณูููุงูู ู ุนูููู ุฃููููู ุงูุฏููููุงุฑู – ููููู ุฑูููุงููุฉู ุฒูููููุฑู – ุงูุณูููุงูู ู ุนูููููููู ู ุฃููููู ุงูุฏููููุงุฑู ู ููู ุงููู ูุคูู ูููููู ููุงููู ูุณูููู ูููู ููุฅููููุง ุฅููู ุดูุงุกู ุงูููููู ูููุงูุญูููููู ุฃูุณูุฃููู ุงูููููู ููููุง ููููููู ู ุงููุนูุงููููุฉู (ุฑูุงู ู ุณูู )
โDari Sulaiman bin Buraidah dari ayahnya bahwa Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam mengajari mereka apabila keluar menuju kuburan untuk membaca โ dalam riwayat Abu Bakar-
ุงูุณูููุงูู ู ุนูููู ุฃููููู ุงูุฏููููุงุฑู ู ููู ุงููู ูุคูู ูููููู ููุงููู ูุณูููู ูููู ููุฅููููุง ุฅููู ุดูุงุกู ุงูููููู ูููุงูุญูููููู ุฃูุณูุฃููู ุงูููููู ููููุง ููููููู ู ุงููุนูุงููููุฉู
Dan dalam riwayat Zuhair-
ุงูุณูููุงูู ู ุนูููููููู ู ุฃููููู ุงูุฏููููุงุฑู ู ููู ุงููู ูุคูู ูููููู ููุงููู ูุณูููู ูููู ููุฅููููุง ุฅููู ุดูุงุกู ุงูููููู ูููุงูุญูููููู ุฃูุณูุฃููู ุงูููููู ููููุง ููููููู ู ุงููุนูุงููููุฉู
โSemoga keselamatan tercurahkan bagi kalian wahai ahli kubur dari kalangan mukmin dan muslim. InsyaAllah kami akan menyusul. Saya memohon kepada Allah ampunan untuk kami dan untuk kalianโ (HR. Muslim)
3. Mendoakan para ahli kubur dengan doa-doa yang kandungannya adalah memohonkan ampunan, keselamatan dari adzab kubur dan Neraka, dilapangkan tempatnya, dibersihkan dosa-dosanya, diangkat derajatnya dan lain-lain. Sangatlah baik jika menggunakan lafadz-lafadz doa yang telah Nabi ajarkan, di antaranya:
ุนููู ุฌูุจูููุฑู ุจููู ููููููุฑู ุณูู ูุนููู ููููููู ุณูู ูุนูุชู ุนููููู ุจููู ู ูุงูููู ููููููู ุตููููู ุฑูุณูููู ุงูููููู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู - ุนูููู ุฌูููุงุฒูุฉู ููุญูููุธูุชู ู ููู ุฏูุนูุงุฆููู ูููููู ููููููู ยป ุงููููููู ูู ุงุบูููุฑู ูููู ููุงุฑูุญูู ููู ููุนูุงูููู ููุงุนููู ุนููููู ููุฃูููุฑูู ู ููุฒููููู ููููุณููุนู ู ูุฏูุฎููููู ููุงุบูุณููููู ุจูุงููู ูุงุกู ููุงูุซููููุฌู ููุงููุจูุฑูุฏู ููููููููู ู ููู ุงููุฎูุทูุงููุง ููู ูุง ูููููููุชู ุงูุซููููุจู ุงูุฃูุจูููุถู ู ููู ุงูุฏููููุณู ููุฃูุจูุฏููููู ุฏูุงุฑูุง ุฎูููุฑูุง ู ููู ุฏูุงุฑููู ููุฃููููุงู ุฎูููุฑูุง ู ููู ุฃููููููู ููุฒูููุฌูุง ุฎูููุฑูุง ู ููู ุฒูููุฌููู ููุฃูุฏูุฎููููู ุงููุฌููููุฉู ููุฃูุนูุฐููู ู ููู ุนูุฐูุงุจู ุงููููุจูุฑู ุฃููู ู ููู ุนูุฐูุงุจู ุงููููุงุฑู(ุฑูุงู ู ุณูู )
ุนู ุฃุจู ูุฑูุฑุฉ : ุฃู ุฑุณูู ุงููู ุตูู ุงููู ุนููู ู ุณูู ูุงู ุฅุฐุง ุตูู ุนูู ุฌูุงุฒุฉ ูุงู : ุงูููู ุงุบูุฑ ูุญููุง ู ู ูุชูุง ู ุดุงูุฏูุง ู ุบุงุฆุจูุง ู ุตุบูุฑูุง ู ูุจูุฑูุง ู ุฐูุฑูุง ู ุฃูุซุงูุง ุงูููู ู ู ุฃุญููุชู ู ูุง ูุฃุญูู ุนูู ุงูุฅุณูุงู ู ู ู ุชูููุชู ูุชููู ุนูู ุงูุฅูู ุงู (ุงูู ุณุชุฏุฑู ุนูู ุงูุตุญูุญูู ููุญุงูู )
4. Tidak menjadikannya sebagai tempat ibadah seperti; membaca Al-Qurโan, shalat, dzikir-dzikir, Iโtikaf dan lainnya. Karena adanya larangan Nabi untuk menjadikannya kuburan sebagai tempat ibadah. Disebutkan di dalam riwayat,
ุนููู ุนูุจูุฏู ุงูููููู ุจููู ุงููุญูุงุฑูุซู ุงููููุฌูุฑูุงููููู ููุงูู ุญูุฏููุซูููู ุฌูููุฏูุจู ููุงูู ุณูู ูุนูุชู ุงููููุจูููู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู - ููุจููู ุฃููู ููู ููุชู ุจูุฎูู ูุณู ูููููู ููููููู ………. ุฃููุงู ููุฅูููู ู ููู ููุงูู ููุจูููููู ู ููุงูููุง ููุชููุฎูุฐูููู ููุจููุฑู ุฃูููุจูููุงุฆูููู ู ููุตูุงููุญููููู ู ู ูุณูุงุฌูุฏู ุฃููุงู ูููุงู ุชูุชููุฎูุฐููุง ุงููููุจููุฑู ู ูุณูุงุฌูุฏู ุฅููููู ุฃูููููุงููู ู ุนููู ุฐููููู (ุฑูุงู ู ุณูู )
โDari Abdullah bin Al-Harits An-Najrani, dia berkata: Jundub memberitahuku: Saya mendengar Nabi shallallahu โalaihi wa sallam bersabda, lima hari sebelum wafatnya: โฆ..Ketahuilah sesungguhnya orang-orang sebelum kalian menjadikan kuburan-kuburan Nabi dan orang shalehnya sebagi masjid, ketahuilah janganlah kalian menjadikan kuburan sebagai masjid. Sesungguhnya saya melarang yang demikian ituโ (HR. Muslim)
Yang dimaksud menjadikan kuburan sebagai masjid ada 2 hal:
- Membangun masjid di atas kuburan
- Menjadikannya sebagai tempat ibadah
| Jadi, intinya adalah bahwa tidak ada apapun yang dilakukan seseorang ketika ziarah kubur kecuali sebatas mendoakan |
B. Tentang ziarah ahli khair
Selain ziarah kubur, syariat juga memperhatikan ziarah kepada siapa saja kaum muslimin yang masih hidup baik ada ikatan nasab ataupun tidak. Kalau ada ikatan nasab namanya silaturrahim. Kalau tidak ada ikatan nasab namanya ziarah. Karena ziarah bisa menguatkan ukhuwwah Islamiyyah yang kita sangat diperintahkan untuk memperkokohnya sehingga tidak ada perpecahan dan perselisihan. Ziarah lah faktor ukhuwwah Islamiyyah yang sangat besar dan memiliki keutamaan yang sangat mulia. Disebutkan dalam sebuah riwayat,
ุนููู ุฃูุจูู ููุฑูููุฑูุฉู ุนููู ุงููููุจูููู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู - ยซ ุฃูููู ุฑูุฌููุงู ุฒูุงุฑู ุฃูุฎูุง ูููู ููู ููุฑูููุฉู ุฃูุฎูุฑูู ููุฃูุฑูุตูุฏู ุงูููููู ูููู ุนูููู ู ูุฏูุฑูุฌูุชููู ู ูููููุง ููููู ููุง ุฃูุชูู ุนููููููู ููุงูู ุฃููููู ุชูุฑููุฏู ููุงูู ุฃูุฑููุฏู ุฃูุฎูุง ููู ููู ููุฐููู ุงููููุฑูููุฉู. ููุงูู ูููู ูููู ุนููููููู ู ููู ููุนูู ูุฉู ุชูุฑูุจููููุง ููุงูู ูุงู ุบูููุฑู ุฃููููู ุฃูุญูุจูุจูุชููู ููู ุงูููููู ุนูุฒูู ููุฌูููู. ููุงูู ููุฅููููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุฅููููููู ุจูุฃูููู ุงูููููู ููุฏู ุฃูุญูุจูููู ููู ูุง ุฃูุญูุจูุจูุชููู ููููู ยป (ุฑูุงู ู ุณูู )
โDari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu โalaihi wa sallam bahwa ada seseorang yang mengunjungi saudaranya (baca: temannya) di kampung yang lain. Allah mengutus Malaikat di jalannya. Ketika orang itu melewatinya, dia (Malaikat) bertanya kepadanya: โKamu hendak ke mana? Dia menjawab: Hendak ke saudaraku (baca: teman) di kampung ini. Malaikat bertanya: โAdakah suatu nikmat yang kamu dapatkan darinya?โ. Dia menjawab: Tidak, tetapi aku (melakukannya) semata-mata karena saya mencintainya karena Allah โAzza wa Jalla. Dia (Malaikat) berkata: Sesungguhnya aku ini utusan Allah kepadamu (untuk menyampaikan) bahwa sesungguhnya Allah mencintaimu sebagaimana kamu mencintainya karena-Nya.โ (HR. Muslim)
| MasyaAllah, dalam Hadits ini seseorang berziarah ke kawannya karena Allah, maka fadhilahnya luar biasa. Dia dicintai oleh Allah sebagaimana dia mencintai saudaranya |
Tidak terlewatkan fadhilah yang besar juga, jika kita berziarah kepada teman yang sakit. Disebutkan dalam sebuah iriwayat:
ุนููู ุฃูุจูู ููุฑูููุฑูุฉู ููุงูู ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู - ยป ู ููู ุนูุงุฏู ู ูุฑููุถูุง ุฃููู ุฒูุงุฑู ุฃูุฎูุง ูููู ููู ุงูููููู ููุงุฏูุงูู ู ูููุงุฏู ุฃููู ุทูุจูุชู ููุทูุงุจู ู ูู ูุดูุงูู ููุชูุจููููุฃูุชู ู ููู ุงููุฌููููุฉู ู ูููุฒููุงู ยป (ุฑูุงู ุงูุชุฑู ุฐู)
โDari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa mengunjungi orang sakit atau menziarahi saudaranya (baca: teman) karena Allah, maka ada penyeru yang menyerunya, Bagus kamu, perjalananmu bagus, dan kamu telah disediakan tempat di Surga)โ (HR. At-Tirmidzi)
| Lihatlah, pujian untuk orang yang berziarah kepada kawannya dan dijanjikannya dengan Surga. Ini menunjukkan keutamaan yang tinggi untuk orang yang menziarahi kawannya |
Ketahuilah ziarah kepada kaum muslimin secara umum adalah diperintahkan, maka tentu terhadap ahli khair lebih ditekankan lagi. Yang dimaksud ahli khair adalah pemilik keutamaan. Terlebih keutamaan tersebut terkait erat dengan kemasalahatan ubudiyah ummat. Merekalah para ahli ilmu dan ahli ibadah. Oleh karena itu Abu Bakar mengajak Umar bin Khothob untuk berziarah kepada Ummu Aiman karena dialah wanita yang Nabi pernah menziarahinya. Disebutkan dalam sebuah riwayat,
ุนููู ุฃูููุณู ููุงูู ููุงูู ุฃูุจูู ุจูููุฑู ุฑุถู ุงููู ุนูู ุจูุนูุฏู ููููุงุฉู ุฑูุณูููู ุงูููููู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู - ููุนูู ูุฑู ุงููุทููููู ุจูููุง ุฅูููู ุฃูู ูู ุฃูููู ููู ููุฒููุฑูููุง ููู ูุง ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู - ููุฒููุฑูููุง. ููููู ููุง ุงููุชูููููููุง ุฅูููููููุง ุจูููุชู ููููุงูุงู ููููุง ู ูุง ููุจูููููู ู ูุง ุนูููุฏู ุงูููููู ุฎูููุฑู ููุฑูุณูููููู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู -. ููููุงููุชู ู ูุง ุฃูุจูููู ุฃููู ูุงู ุฃูููููู ุฃูุนูููู ู ุฃูููู ู ูุง ุนูููุฏู ุงูููููู ุฎูููุฑู ููุฑูุณูููููู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู - ูููููููู ุฃูุจูููู ุฃูููู ุงููููุญููู ููุฏู ุงููููุทูุนู ู ููู ุงูุณููู ูุงุกู. ูููููููุฌูุชูููู ูุง ุนูููู ุงููุจูููุงุกู ููุฌูุนููุงู ููุจูููููุงูู ู ูุนูููุง (ุฑูุงู ู ุณูู )
โDari Anas, dia berkata: Setelah Nabi wafat, Abu Bakar berkata kepada Umar: Mari kita pergi berziarah kepada Ummu Aiman sebagaimana dahulu Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam berziarah kepadanya. Ketika kami sudah sampai, menangislah Ummu Aiman. Keduanya bertanya: Apa yang menyebabkan kamu menangis, bukankah yang di sisi Allah lebih baik bagi Rasul-Nya. Dia menjawab: Saya tidaklah menangisi karena tidak tahu bahwa apa yang di sisi Allah lebih baik bagi Rasul-Nya, tetapi saya menangis karena wahyu telah terputus dari langit. Jawabannya ini mendorong keduanya untuk menangis. Maka, keduanya pun menangis bersamanya (Ummu Aiman)โ (HR. Muslim)
| MasyaAllahโฆpengaruh Ahlul khair benar-benar menyentuh kuat kepada keimanan seseorang |
Karena tingginya keutamaan ini, maka Nabi Musa โalaihissalam berjuang sekuat tenaga untuk bisa berziarah kepada Hidir (seorang pemilik keutamaan) meskipun perjalanan untuk bisa bertemu dengannya harus memakan waktu bertahun-tahun. Disebutkan di dalam Al-Qurโan,
ููุฅูุฐู ููุงูู ู ููุณูู ููููุชูุงูู ููุง ุฃูุจูุฑูุญู ุญูุชููู ุฃูุจูููุบู ู ูุฌูู ูุนู ุงููุจูุญูุฑููููู ุฃููู ุฃูู ูุถููู ุญูููุจูุง (ุงูููู: 60)
โDan ingatlah ketika Musa berkata kepada pembantunya: โAku tidak akan berhenti berjalan sebelum ke pertemuan dua laut atau aku akan berjalan ( terus sampai) bertahun-tahunโ (QS. Al-Kahfi:60)
Nabi shallallahu โalaihi wa sallam menggambarkan pengaruh ahlul khair kepada orang lain sebagaimana riwayat berikut ini,
ุนููู ุฃูุจูู ู ููุณูู – ุฑุถู ุงููู ุนูู – ุนููู ุงููููุจูููู – ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู – ููุงูู ยป ู ูุซููู ุงููุฌููููุณู ุงูุตููุงููุญู ููุงูุณููููุกู ููุญูุงู ููู ุงููู ูุณููู ููููุงููุฎู ุงูููููุฑู ุ ููุญูุงู ููู ุงููู ูุณููู ุฅูู ููุง ุฃููู ููุญูุฐููููู ุ ููุฅูู ููุง ุฃููู ุชูุจูุชูุงุนู ู ููููู ุ ููุฅูู ููุง ุฃููู ุชูุฌูุฏู ู ููููู ุฑููุญูุง ุทููููุจูุฉู ุ ููููุงููุฎู ุงูููููุฑู ุฅูู ููุง ุฃููู ููุญูุฑููู ุซูููุงุจููู ุ ููุฅูู ููุง ุฃููู ุชูุฌูุฏู ุฑููุญูุง ุฎูุจููุซูุฉู ยป (ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู ูู ุณูู )
โDari Abu Musa radhiyallahu โanhu, dari Nabi shallallahu โalaihi wa sallam, beliau bersabda: Perumpamaan teman yang sholeh dan teman yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan pande besi. Adapun penjual minyak wangi bisa saja dia memberi kamu (minyak) atau kamu membeli darinya, atau kamu mendapati darinya aroma yang sedap. Sementara pande besi, Bisa jadi (proses pekerjaannya) akan membakar baju kamu atau bisa jadi kamu mendapati aroma yang tidak sedapโ (HR. Bukhari dan Muslim)
Berharap dikunjungi ahli khairโฆ.
Sebagaimana kita semangat untuk berziarah kepada ahlul khair, maka kita juga harus banyak berharap agar rumah kita diziarahi oleh mereka. Sebagaimana Nabi shallallahu โalaihi wa sallam berharap agar Jibril sesering mungkin berziarah kepadanya,
ุนููู ุงุจููู ุนูุจููุงุณู – ุฑุถู ุงููู ุนูู – ููุงูู ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู – ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู – ููุฌูุจูุฑูููู ยป ู ูุง ููู ูููุนููู ุฃููู ุชูุฒููุฑูููุง ุฃูููุซูุฑู ู ูู ููุง ุชูุฒููุฑูููุง ููููุฒูููุชู ( ููู ูุง ููุชูููุฒูููู ุฅููุงูู ุจูุฃูู ูุฑู ุฑูุจูููู ูููู ู ูุง ุจููููู ุฃูููุฏููููุง ููู ูุง ุฎูููููููุง ) (ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู)
โDari Ibnu Abbas radhiyallahu โanhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bertanya kepada Jibril, โApa yang menghalangi Anda untuk sesering mungkin menziarahi kami?โ, maka turuanlah ayat (yang artinya) โ Tidaklah kami turun kecuali dengan perintah Tuhanmu, milik-Nya apa yang ada di depan kita dan apa yang ada di belakang kitaโ โ (HR. Bukhari)
Ketika ahlul khair datang berziarah ke rumah kita, lalu kita berupaya menyambut sebaik-baiknya; menyediakan berbagai hal sebagai ikram dhuyuf (memuliakan tamu ), dan tidak ketinggalan menghidangkan makanan yang kita punya maka ketahuilah itulah sebaiik-baiknya makanan. Disebutkan dalam sebuah riwayat,
ุนููู ุฃูุจูู ุณูุนููุฏู ุนููู ุงููููุจูููู -ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู - ููุงูู ยป ูุงู ุชูุตูุงุญูุจู ุฅููุงูู ู ูุคูู ูููุง ูููุงู ููุฃููููู ุทูุนูุงู ููู ุฅููุงูู ุชูููููู ยป (ุฑูุงู ุฃุจู ุฏุงูุฏ)
โDari Abu Saโid, dari Nabi shallallahu โalaihi wa sallam, beliau bersabda: Janganlah Anda berteman kecuali dengan orang mukmin, dan hendaklah tidak memakan makanan Anda kecuali orang takwaโ (HR. Abu Daud)
| MayaAllah, bersyukurlah Anda yang rumahnya sering diziarahi orang shaleh lalu Anda mengupayakan untuk menjamunya. |
Di akhir tulisan ini, saya ajak khususnya saya sendiri dan umumnya untuk seluruh kaum muslimin agar tidak saja semangat ziarah kubur tetapi juga semangat ziarah teman-teman terlebih ahli khair. Barakallahu fikum
Penulis : Muhammad Nur Yasin Zain, Lc. Hafizhahullah
(Pengasuh Pesantren Mahasiswa THAYBAH Surabaya)
Majalah Bulan Desember, 2017 Edisi 61
