H. Jasad Seluruh Nabi Utuh, Tidak Hancur Setelah Kematiannya
Seluruh jasad manusia di dalam liang lahad akan rusak dan hancur yang tersisa hanyalah tulang ekor, kecuali jasad para Nabi ‘alaihimussalam. Disebutkan di dalam Hadits Abu Hurairah radhiallahu’anhu,
ูููู ุงุจูู ุขุฏู ู ูุฃูููููู ุงูุชููุฑุงุจู ุฅูุงูู ุนุฌุจู ุงูุฐูููุจู ู ูููู ุฎููู ููููู ูุฑููููุจู (ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู ู ู ุณูู )
Setiap anak Adam akan dimakan oleh tanah kecuali tulang ekornya. Darinya Allah menciptakan dan dengannya akan disusun kembali (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam Hadits Aus bin Abu Aus radhiallahu’anhu,
ุฅููู ุงูููููู ุนุฒูู ูุฌููู ุญุฑููู ู ุนููู ุงูุฃุฑุถู ุฃุฌุณุงุฏู ุงูุฃูุจูุงุกู (ุฑูุงู ุฃุจู ุฏุงูุฏ)
โSesungguhnya azzawajalla mengharamkan bumi dari (memakan) jasad para Nabiโ (HR. Abu Daud)
| Jadi, tegasnya hanya jasad Nabi saja yang tidak hancur, karena Allah ta’ala telah mengharamkan bumi untuk memakannya |
Lalu bagaimana dengan jasad syuhada?
Tidak ada dalil tentang utuhnya jasad syuhada. Yang ada hanya jasad para Nabi. Namun, dalam kenyataannya tidak sedikit dijumpai jasad syuhada masih tetap utuh meskipun telah terkubur dalam tanah dalam kurun waktu yang sangat lama. Seperti dalam Riwayat Jabir bin Abdullah radhiallahu’anhu berikut ini,
ููู ููุง ุญูุถูุฑู ุฃูุญูุฏู ุฏูุนูุงููู ุฃุจูู ู ููู ุงููููููููุ ูููุงูู: ู ุง ุฃูุฑูุงููู ุฅูููุง ู ูููุชููููุง ูู ุฃููููู ู ูู ููููุชููู ู ูู ุฃุตูุญูุงุจู ุงููุจููู ุตููููู ุงูููู ุนููู ูุณูููู ูุ ูุฅูููู ูุง ุฃุชูุฑููู ุจูุนูุฏูู ุฃุนูุฒูู ุนูููููู ู ูููููุ ุบูุฑู ููููุณู ุฑูุณููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููู ุนููู ูุณูููู ูุ ูุฅููู ุนูููููู ุฏูููููุง ููุงููุถูุ ูุงุณูุชูููุตู ุจุฃูุฎูููุงุชููู ุฎูููุฑูุงุ ูุฃุตูุจูุญูููุงุ ูููุงูู ุฃููููู ููุชูููู ูุฏููููู ู ุนูู ุขุฎูุฑู ูู ููุจูุฑูุ ุซูู ูู ููู ู ุชูุทูุจู ููููุณูู ุฃูู ุฃุชูุฑููููู ู ุน ุงูุขุฎูุฑูุ ููุงุณูุชูุฎูุฑูุฌูุชููู ุจูุนูุฏู ุณูุชููุฉู ุฃุดูููุฑูุ ููุฅูุฐูุง ูู ูููููู ู ูุถูุนูุชููู ูููููููุฉู ุบูุฑู ุฃูุฐููููู (ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู)
Ketika terjadi perang Uhud, pada suatu malamnya bapakku memanggilku seraya berkata,: โTidaklah aku melihat diriku (menduga) melainkan aku akan menjadi orang yang pertama-tama gugur di antara para sahabat Nabi (dalam peperangan ini) dan aku tidak meninggalkan sesuatu yang berharga bagimu sepeninggalku melainkan diri Rasulullah Shallallahuโalaihiwasallam. Dan aku mempunyai hutang, maka lunasilah dan berilah nasehat yang baik kepada saudara-saudaramu yang perempuanโ. Pada pagi harinya kami dapati bapakku adalah orang yang pertama gugur dan dikuburkan bersama dengan yang lain dalam satu kubur. Setelah itu perasaanku tidak nyaman dengan membiarkan dia bersama yang lain, maka kemudian aku keluarkan setelah enam bulan lamanya dari hari pemakamannya dan aku dapati jenazah bapakku masih utuh sebagaimana hari dia dikebumikan dan tidak ada yang berubah padanya kecuali sedikit pada ujung bawah telinganyaโ (HR. Bukhari)
Dan, masih banyak lagi fenomena-fenomena masih utuhnya jasad mayat setelah dikubur sekian lama. Anda pun mungkin mendengar atau menjumpainya. Berikut ini penjelasan Syaikh Utsaimin,
ุฃู ุง ุงูุดูุฏุงุก ูุงูุตุฏูููู ูุงูุตุงูุญูู ููุคูุงุก ูุฏ ูุง ุชุฃูู ุงูุฃุฑุถ ุจุนุถูู ูุฑุงู ุฉ ููู ุ ูุฅูุง ูุงูุฃุตู ุฃููุง ุชุฃููู ููุง ูุจูู ุฅูุง ุนุฌุจ ุงูุฐูุจ ุงูุชูู
Adapun syuhada, shiddiqun, sholihun ketika bumi tidak memakan sebagian mereka adalah bentuk karomah untuk mereka. Jika tidak demikan, maka hukum asal jasad siapapun adalah dimakan oleh tanah kecuali tulang ekor [selesai].
Bagaimana jika diketahui bahwa jasad yang utuh tersebut bukanlah orang yang sangat shaleh selama hidupnya. Para ulama menjelaskan bahwa Nabi dan Rasul alaihimussalam lah yang tidak mungkin jasadnya dimakan oleh tanah karena Allah ta’ala mengharamkannya untuk memakan jasad mereka. Namun, bukan berarti setiap mayat muslim yang jasadnya utuh disamakan seperti Rasul dalam ketaqwaan dan keshalehannya. Tidak ada dalil atau Nash yang menunjukkan demikian. Tidak juga ada unsur untuk meng-qiyas-kan yang demikian itu.. Adakalanya hal itu disebabkan faktor-faktor alam yang menjadikan mayat terawetkan secara alami, sebagaimana halnya mayat yang meninggal di pegunungan es, atau mayat yang dibalsem untuk dijadikan mummi. Kalau ada mayat orang kafir yang masih utuh jasadnya maka tidak lain karena faktor ini.
I. Adab-Adab Terhadap Mayat
- Bersabar untuk terus men-talqin-nya yaitu menuntunnya dengan kalimat โLaa ilaaha Illa Allahโ. Dalam Hadits Abu Saโid Al-Hudhri dan Abu Hurairah Nabi Shallahu’alaihi wsallam bersabda ,
ููููููููุง ู ูููุชูุงููู ู ููุง ุฅููููู ุฅููููุง ุงูููู (ุฑูุงู ู ุณูู ูุฃุจู ุฏุงูุฏ ูุงูุชุฑู ุฐู ูุงููุณุงุฆู ูุงุจู ู ุงุฌู)
โTalqinlah orang yang akan meninggal di antara kalian dengan โLaa Ilaaha illa Allahโ (HR. Muslim, Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasaโi dan Ibnu Majah)
2. Ketika ruhnya terlepas dari jasadnya, segera matanya dipejamkan dan didoakan. Disebutkan di dalam Hadits Ummu Salamah radhiallahu’anhu ,
ุฏูุฎููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ุนูููู ุฃูุจูู ุณูููู ูุฉู ููููุฏู ุดูููู ุจูุตูุฑููู ููุฃูุบูู ูุถููู ุซูู ูู ููุงูู ุฅูููู ุงูุฑูููุญู ุฅูุฐูุง ููุจูุถู ุชูุจูุนููู ุงููุจูุตูุฑู ููุถูุฌูู ููุงุณู ู ููู ุฃููููููู ููููุงูู ููุง ุชูุฏูุนููุง ุนูููู ุฃูููููุณูููู ู ุฅููููุง ุจูุฎูููุฑู ููุฅูููู ุงููู ูููุงุฆูููุฉู ููุคูู ููููููู ุนูููู ู ูุง ุชููููููููู ุซูู ูู ููุงูู ุงููููููู ูู ุงุบูููุฑู ููุฃูุจูู ุณูููู ูุฉู ููุงุฑูููุนู ุฏูุฑูุฌูุชููู ููู ุงููู ูููุฏููููููู ููุงุฎููููููู ููู ุนูููุจููู ููู ุงููุบูุงุจูุฑูููู ููุงุบูููุฑู ููููุง ูููููู ููุง ุฑูุจูู ุงููุนูุงููู ูููู ููุงููุณูุญู ูููู ููู ููุจูุฑููู ูููููููุฑู ูููู ููููู (ุฑูุงู ู ุณูู )
Ketika Abu Salamah meninggal, Rasulullah shallahu’alaihi wasallam datang ke rumah kami untuk menjenguk jenazahnya. Saat itu, mata Abu Salamah tengah terbelalak, maka beliau menutupnya. Kemudian beliau bersabda: โApabila ruh telah dicabut, maka penglihatan akan mengikutinyaโ dan keluarganya pun meratap histeris. Maka, beliau shallallahu โalaihi wa sallam bersabda: Janganlah sekali-kali mendoakan atas diri kalian kecuali kebaikan, sebab ketika itu Malaikat akan mengaminkan apa yang kalian ucapkanโ. Setelah itu, beliau berdoa: โALLAHUMMAGHFIR LI ABI SALAMAH WARFAโ DARAJATAHU FIL MAHDIYYIIN WAKHLUFHU FI โAQIBIHI FIL GHAABIRIIN, W-AGH-FIR LANAA WA LAHU YAA RABBA-L- โALAMIIN, WA-F-SAH LA HU FII QABRIHI WA NAWWIR LAHU FIIHI (Ya Allah, ampunilah Abu Salamah, tinggikan derajatnya di kalangan orang-orang yang terpimpin dengan petunjuk-Mu dan gantilah ia bagi keluarganya yang ditinggalkannya. Ampunilah kami dan ampunilah dia. Wahai Rabb semesta alam. Lapangkanlah kuburnya dan terangilah dia di dalam kuburnya).โ (HR. Muslim)
3. Menutupkan kain ke seluruh tubuhnya
ุฃููู ุฑูุณููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููู ุนููู ูุณูููู ู ุญูููู ุชูููููููู ุณูุฌูููู ุจุจูุฑูุฏู ุญูุจูุฑูุฉู (ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู ุนู ุนุงุฆุดุฉ)
Rasulullah shallahu’alaihi wasallam ketika wafat, beliau ditutupi dengan kain hibarah (kain yang bergaris) (HR. Bukhari dari โAisyah)
4. Menyegerakan pengurusannya mulai dari memandikan hingga memakamkan
ุฃุณุฑูุนููุง ุจุงูุฌูุงุฒูุฉู ุ ูุฅูู ุชูู ุตุงููุญุฉู ูุฎูุฑู ุชููุฏููู ูููููุง ุฅููู ุ ูุฅูู ุชููู ุณูููู ุฐููู ูุดูุฑูู ุชูุถุนููููู ุนู ุฑููุงุจููู ู (ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู ูู ุณูู ุนู ุฃุจู ูุฑูุฑุฉ)
โBersegerah (di dalam mengurus) jenazah, karena bila jenazah itu dari orang shalih berarti kalian telah mempercepat kebaikan untuknya dan jika tidak, berarti kalian telah menyingkirkan kejelekan dari pundak kalianโ (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)
5. Segera menunaikan hutang-hutangnya dari hartanya meskipun habis keseluruhannya.
Disebutkan di dalam Hadits Jabir radhiallahu ‘anhu ,
ุชููููููู ุฑูุฌููู ู ููููุงุ ูุบุณูููููุงูุ ูุญูููุทููุงูุ ููููููููุงูุ ุซู ุฃูุชููููุง ุจู ุฑุณููู ุงูููู ุตูููู ุงูููู ุนููู ูุณูููู ูููููุง: ุชูุตูููู ุนูููุ ูุฎูุทุง ุฎูุทููุ ุซู ูุงู: ุฃุนููู ุฏููููุ ูููุง: ุฏููุงุฑุงููุ ูุงูุตูุฑูููุ ูุชุญูู ูููููู ุง ุฃุจู ููุชุงุฏูุฉูุ ููุงู ุฃุจู ููุชุงุฏูุฉู: ุงูุฏููููุงุฑุงูู ุนููููุ ููุงู ุฑุณููู ุงูููู ุตูููู ุงูููู ุนููู ูุณูููู : ุญูููู ุงูุบูุฑูู ูุ ูุจูุฑูุฆู ู ููู ุง ุงูู ูููุชูุ ูุงู: ููุนูู ูุ ูุตูููู ุนููู
Ada seorang laki-laki di antara kami meninggal dunia, lalu kami memandikannya, membubuhkan wewangian padanya, dan mengkafaninya. Kemudian kami mendatangi Rasulullah shallahu’alaihi wasallam dan kami tanyakan: Apakah baginda akan menyolatkannya?. Beliau melangkah beberapa langkah kemudian bertanya: โApakah ia mempunyai hutang?โ. Kami menjawab: Dua dinar. Lalu beliau kembali. Maka Abu Qotadah menanggung hutang tersebut. Ketika kami mendatanginya; Abu Qotadah berkata: Dua dinar itu menjadi tanggunganku. Lalu Rasulullah shallahu’alaihi wasallam bersabda: โBetul-betul engkau tanggung dan mayit itu terbebas darinya.โ Ia menjawab: Ya. Maka beliau menyolatkannya. (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Nasaโi) Hadits shahih menurut Ibnu Hibban dan Hakim.
J. Niyahah, Perkara yang Diharamkan bagi Keluarga Mayat
Niyahah yaitu meratapi mayat disebabkan sedih yang berlebihan. Disebutkan di dalam Hadits,
ุฃูุฑูุจูุนู ูู ุฃูู ููุชู ู ูู ุฃู ูุฑู ุงูุฌุงูููููููุฉู ูุง ููุชูุฑููููููููููู: ุงูููุฎูุฑู ูู ุงูุฃุญูุณุงุจูุ ูุงูุทููุนููู ูู ุงูุฃููุณุงุจูุ ูุงูุงุณูุชูุณููุงุกู ุจุงููููุฌููู ูุ ูุงูููููุงุญูุฉู. ููุงูู: ุงููููุงุฆูุญูุฉู ุฅุฐุง ููู ู ุชูุชูุจู ููุจููู ู ูููุชููุงุ ุชููุงู ู ูููู ู ุงููููุงู ูุฉู ูุนูููุง ุณูุฑูุจุงูู ู ูู ููุทูุฑุงููุ ูุฏูุฑูุนู ู ูู ุฌูุฑูุจู.(ุฑูุงู ู ุณูู ุนู ุฃุจู ู ุงูู ุงูุฃุดุนุฑู)
โAda empat perkara jahiliyah yang masih melekat pada umatku dan mereka belum meninggalkannya: Membanggakan kedudukan, mencela nasab (garis keturunan), meminta hujan dengan bintang-bintang, dan niyahah (meratapi mayit).โ Dan beliau bersabda: โOrang yang meratapi mayit, jika ia belum bertaubat sebelum ajalnya tiba maka pada hari kiamat ia akan dibangkitkan dengan memakai baju terbuat dari tir dan memakai tameng dari kudis (kulitnya dipenuhi kudis, Pent.).โ (HR. Muslim dari Abu Malik al-Asyโari)
Niyahah bisa berupa:
a. Menampar-nampar pipi, merobek-robek baju, sebagaimana sabda Nabi shallahu’alaihi wasallam,
ููุณู ู ููููุง ู ูู ุถูุฑูุจู ุงูุฎูุฏููุฏูุ ุฃูู ุดูููู ุงูุฌููููุจูุ ุฃูู ุฏูุนุง ุจุฏูุนูููู ุงูุฌุงูููููููุฉู (ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู ูู ุณูู ุนู ุนุจุฏุงููู ุจู ู ุณุนูุฏ)
โBukan dari golongan kami siapa yang memukul-mukul pipi, merobek-robek baju dan menyeru dengan seruan jahiliyyah (HR. Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Masโud).
b. Menggundul rambut kepala.
ููุฌูุนู ุฃูุจูู ู ููุณูู ูุฌูุนูุง ุดูุฏููุฏูุงุ ููุบูุดููู ุนููู ูุฑูุฃูุณููู ูู ุญูุฌูุฑู ุงู ูุฑูุฃูุฉู ู ูู ุฃูููููููุ ููููู ู ููุณูุชูุทูุนู ุฃููู ููุฑูุฏูู ุนูููููููุง ุดูุฆูุงุ ููููู ููุง ุฃูููุงููุ ูุงูู: ุฃูููุง ุจูุฑููุกู ู ูู ูููู ุจูุฑูุฆู ู ูู ุฑูุณููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููู ุนููู ูุณูููู ูุ ุฅููู ุฑูุณููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููู ุนููู ูุณูููู ู: ุจูุฑูุฆู ู ููู ุงูุตููุงููููุฉู ูุงูุญูุงููููุฉู ูุงูุดููุงูููุฉู (ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู ุนู ุฃุจู ู ูุณู ุงูุฃุดุนุฑู)
โAbu Musa merasakan sakit hingga jatuh pingsan sementara kepalanya menyandar dalam pangkuan seorang wanita dari keluarganya, wanita itu pun berteriak histeris sementara ia (Abu Musa) tidak bisa melakukan apa-apa (karena pingsan). Ketika sadar, maka [Abu Musa] pun berkata, โSaya berlepas diri dari tindakan yang mana Rasulullah shallahu’alaihi wasallam berlepas diri darinya. Sesungguhnya Rasulullah shallahu’alaihi wasallam berlepas diri dari wanita yang berteriak-teriak ketika terjadi musibah, dan yang memotong-motong rambut, serta menyobek-nyobek baju.โ (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Musa al-Asyโari)
c. Mengurai rambut
ูุงูู ููู ุง ุฃุฎุฐู ุนููููุง ุฑุณููู ุงูููููู ุตูููู ุงูููููู ุนููููู ูุณูููู ู ูู ุงูู ุนุฑููู ุงูููุฐู ุฃุฎุฐู ุนููููุง: ุฃู ูุง ููุนุตูููู ูููู ุฃู ูุง ููุฎู ูุดู ูุฌููุง ููุง ูุฏุนูู ููููุง ููุง ููุดูููู ุฌูุจูุง ููุง ููุดุฑู ุดูุนุฑูุง (ุฑูุงู ุฃุจูุฏุงูุฏ ุนู ุงู ุฑุฃุฉ ู ู ุงูู ุจุงูุนุงุช )
โDiantara yang Rasulullah shallahu’alaihi wasallam wajibkan atas kami dari perkara yang maโruf adalah kami tidak bermaksiat kepadanya, dan tidak mencakar wajah, tidak menyerukan kebinasaan, dan tidak merobek saku, serta tidak mengacak-acak rambutโ (HR. Abu Daud dari seorang wanita yang berbaiโat) .
K. Penutup
Semoga tulisan ini bisa menginspirasi kita semua untuk lebih berhati-hati di dalam menjalani kehidupan ini dan lebih banyak memikirkan untuk bekal kematian kita. Sehingga kita mendapatkan ampunan dan rahmat Allah ta’ala. Amin. Alhamdulillahi Robb-l- โalamin.
Referensi:
- Al-Wajiz fi Fiqhi-s-Sunnah wa-l-Kitabi-l- โAziz oleh Syaikh Dr. Abdul Azhim Badawi
- Ushul fi-t-tafsir oleh Syaikh Al-Utsaimin
- Tafsir Ath-Thobari
- Tafsir Ibnu Katsir
- Tafsir As-Saโdi
- Tafsir Al Wasith
- https://dorar.net/hadith/sharh
- Islamweb.net
- Islamqa.info
- https://midad.com/article/223092/
- https://almoslim.net/node/83879
- https://khutabaa.com/ar/article
- https://al-maktaba.org/book/
- https://shamela.ws/book/9953/40
Judul buku : Oh..Kematian?!
Penulis :ย Muhammad Nur Yasin Zain, Lc.ย Hafidzahullah
(Pengasuh Pesantren Mahasiswa Thaybah Surabaya)

