Skip to main content

Solusi Investasi Akhirat Anda

Nama Allah Al-Wasi’ (ٱلْواسع)

A. Penyebutan di dalam Nash

Disebutkan di dalam Al-Qur’an sebanyak 9 kali. Di antaranya:

وَلِلَّهِ ٱلْمَشْرِقُ وَٱلْمَغْرِبُ ۚ فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا۟ فَثَمَّ وَجْهُ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ (البقرة: 115)

وَٱللَّهُ يُؤْتِى مُلْكَهُۥ مَن يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ (البقرة:247)

ذَٰلِكَ فَضْلُ ٱللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ (المائدة:54)

B. Makna Al-Wasi’ (ٱلْواسع) Secara Bahasa

Mashdar-nya adalah as-sa’ah (السعة) bermakna luas kebalikan dari adh-dhiiq (الضيق) bermakna sempit.

Az-Zajaj mengatakan asal as-sa’ah (السعة) adalah banyaknya bagian-bagian pada suatu hal. Seperti:

Bejana yang luas إناء واسع
Rumah yang luas بيت واسع

Lalu, di dalam penggunaannya menunjukkan kekayaan atau kelapangan. Seperti dalam ungkapan mereka:

فلان يعطى من سعة 

artinya seseorang memberikan dari kekayaannya atau kelapangannya.

C. Makna Al-Wasi’ (ٱلْواسع) Sebagai Nama Allah

Al-Khuthobi rahima hullah berkata: Al-Wasi’ (ٱلْواسع) artinya Dzat Yang kekayaan-Nya mencakup seluruh kebutuhan hamba-Nya, rizki-Nya mencakup seluruh makhluk-Nya.

Ath-Thobari rahima hullah menjelaskan tentang firman Allah ta’ala,

إِنَّ ٱللَّهَ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ (البقرة: 15)

Dia ta’ala meliputi seluruh makhluk-Nya dengan pencukupan, penjagaan, pemberian dan pengaturan.

Syaikh As-Sa’di rahima hullah berkata: Dzat yang luas sifat-sifat-Nya dan segala hal yang terkait dengannya di mana tak ada seorangpun bisa menghitung pujian untuk-Nya. Dia ta’ala itu sebagaimana Dia memuji diri-Nya. Dia Maha Luas keagungan, kekuasaan dan kerajaan-Nya. Dia Maha Luas keutamaan, kebaikan, dan pemberian-Nya.

Syaikh As-Sa’di rahima hullah juga mengatakan Al-Wasi’ (ٱلْواسع) mencakup seluruh Sifat-Nya; Dia Maha Luas ilmu-Nya, Dia Maha Luas kekayaan-Nya, Dia Maha Luas pemberian-Nya, Dia Maha Luas kekuatan-Nya, Maha Luas keagaungan-Nya, Maha Luas kekuasaan-Nya, Maha Luas hikmah-Nya, Maha Luas ampunan-Nya, Maha Luas rahmat-Nya dan lain-lain.

D. Tadabbur

1. Dengan memahami nama Allah Al-Wasi’ (ٱلْواسع) kita semakin menyadari betapa Allah ta’ala Maha Luas karunia dan anugerahnya kepada hamba-Nya. Sebagai contoh kita sebutkan saja fenomena kasat mata yang semua kita menyaksikannya: Allah turunkan hujan dari langit lalu mengalir di sungai-sungai, kebun, ladang dan sawah menjadi hijau royo-royo, pohon dan tanaman berbuah dengan  berbagai variannya. Dengannya seluruh kebutuhan hamba yang terkait dengan air berupa mandi, mencuci, memasak dan lain-lain terpenuhi dengan semestinya. Ini baru anugerah yang berupa air. Allahu Akbar. Sungguh Allah Maha Luas. Disebutkan di dalam Al-Qur’an,

وَاللّٰهُ يُؤْتِيْ مُلْكَهٗ مَنْ يَّشَاۤءُ ۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ (البقرة: 247)

Allah memberikan kerajaan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqoroh: 247)

وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ (البقرة: 261)

“Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS. Al-Baqoroh: 261)

وَأَنكِحُوا۟ ٱلْأَيَٰمَىٰ مِنكُمْ وَٱلصَّٰلِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَآئِكُمْ ۚ إِن يَكُونُوا۟ فُقَرَآءَ يُغْنِهِمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

“Dan nikahilah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (kawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan menjadikan mereka mampu dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS. An-Nur: 32)

2. Dengan memahami nama Allah Al-Wasi’ (ٱلْواسع) kita semakin menyadari betapa Allah ta’ala Maha Luas ilmu-Nya. Syariat yang Dia turunkan meliputi seluruh hajat manusia yang semuanya mengandung hikmah dan tanpa suatu pembebanan yang di luar kemampuannya. Contoh syareat-Nya bagi hamba yang tidak mengetahui arah kiblat untuk menghadap ke arah manapun,

وَلِلَّهِ ٱلْمَشْرِقُ وَٱلْمَغْرِبُ ۚ فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا۟ فَثَمَّ وَجْهُ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ (البقرة:115)

“Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah Wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS. Al-Baqoroh: 115)

Allah ta’ala memberikan perumpamaan agar hamba bisa memahami betapa ilmu-Nya sangat luas di dalam firman-Nya,

وَلَوْ أَنَّمَا فِى ٱلْأَرْضِ مِن شَجَرَةٍ أَقْلَٰمٌ وَٱلْبَحْرُ يَمُدُّهُۥ مِنۢ بَعْدِهِۦ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَّا نَفِدَتْ كَلِمَٰتُ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ (لقمان:27)

“Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (Qs. Luqman: 27)

قُل لَّوْ كَانَ ٱلْبَحْرُ مِدَادًا لِّكَلِمَٰتِ رَبِّى لَنَفِدَ ٱلْبَحْرُ قَبْلَ أَن تَنفَدَ كَلِمَٰتُ رَبِّى وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِۦ مَدَدًا (الكهف: 109)

“Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)” (QS. Al-Kahfi: 109)

3. Dengan memahami nama Allah Al-Wasi’ (ٱلْواسع) kita  semakin menyadari betapa Allah ta’ala Maha Luas rahmat dan ampunan-Nya. Disebutkan di dalam Al-Qur’an,

وَرَحْمَتِى وَسِعَتْ كُلَّ شَىْءٍ (الأعراف: 156)

“Rahmat-Ku meliputi segala sesuatu” (QS. Al-A’rof: 156)

رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَّحْمَةً (غافر:7)

“Wahai Tuhan kami, rahmat dan ilmu-Mu meliputi segala sesuatu” (QS. Ghofir: 7)

إِنَّ رَبَّكَ وَٰسِعُ ٱلْمَغْفِرَةِ ۚ  (النجم: 32)

“Sesungguhnya Tuhanmu maha luas ampunan-Nya” (QS. An-Najm: 32)

Dengan memahami nama Allah Al-Wasi’ (ٱلْواسع) kita semakin menyadari betapa Allah ta’ala Maha Luas penciptaan-Nya. Satu contoh saja lihatlah penciptaan bumi; hamparannya, pasak-pasaknya yang berupa gunung-gunung, laut-laut dan sungainya. Para ilmuwan – Allahu A’lam – mengatakan bumi itu bulat. Saking besarnya hamparannya maka dirasakan oleh kita bentuknya datar. Allah ta’ala berfirman,

وَهُوَ ٱلَّذِى مَدَّ ٱلْأَرْضَ وَجَعَلَ فِيهَا رَوَٰسِىَ وَأَنْهَٰرًا (الرعد:3)

“Dan Dialah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya” (QS. Ar-Ra’du: 3)

Belum lagi penciptaan langit sebagai atap, jaraknya sangat jauh di atas kita. Dengan langit pertama saja 500 tahun perjalanan. Ini diketahui dari firman-Nya, Dia ta’ala mengatur urusan dari langit ke bumi dan kembali lagi dalam sehari lamanya sehari setara dengan 1000 tahun dalam perhitungan manusia.

يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ أَلْفَ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ (السجدة:5)

“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu” (QS. As-Sajdah: 5)

وَٱلسَّمَآءَ بَنَيْنَٰهَا بِأَيْي۟دٍ وَإِنَّا لَمُوسِعُونَ (الذاريات:57)

“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya” (QS. Adz-Dzariyat: 57)

Dengan memahami nama Allah Al-Wasi’ (ٱلْواسع) kita semakin disadarkan betapa haram bagi kita untuk berputus asa. Bagaimana mungkin kita berputus asa, sementara kita telah meyakini betapa Allah Maha Luas di dalam segala kebaikan-Nya. 

Judul Buku: Memahami Al-Asma’ul Husna Jilid 13

Penulis : Muhammad Nur Yasin Zain, Lc. Hafidzahullah
(Pengasuh Pesantren Mahasiswa Thaybah Surabaya)