Solusi Investasi Akhirat Anda

Bersalaman dengan Malaikat

Sekelompok siswa salah satu SMP nampak asyik berbincang-bincang tentang banyak hal. Mereka juga memperbincangkan tentang seorang astronot, Neil Amstrong. Kata mereka bahwa di bulan dia mendengar suara azan. Dan yang adzan adalah malaikat Jibril. Betulkah?

Disebutkan dalam situs faithfreedom.org: Duladi wrote: “Kita yang muslim tidak menyadari, bahwa makhluk bernama “Jibril” itu sesungguhnya tidak pernah ada, apalagi sampai mendatangi Muhammad dan mendiktekan ayatayat Alquran kepadanya. Entahlah kalau “Jibril” dalam agama lain. Tapi yang pasti, “Jibril” dalam Islam itu sebenarnya cuma HOAX dan buah kebohongan Muhammad semata. Hal yang sudah diketahui umum, bahwa penampakan Jibril di Gua Hira itu bukan KEJADIAN NYATA, melainkan dari sebuah mimpi sewaktu Muhammad tertidur di dalam Gua tersebut…” Astaghfirullah al-Adhim.

Lia Eden mengaku bahwa dirinya mendapat bimbingan Malaikat Jibril terus-menerus sejak tahun 1997 hingga kini, benarkah? Padahal Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah nabi terakhir yang mendapat wahyu melalui malaikat Jibril, sebagai syariat Allah yang tidak akan mengalami perubahan sampai hari kiamat.

Tentang malaikat, agar kita tidak terjebak ke dalam kesalahan dan keyakinan batil seperti tiga kejadian di atas maka kita harus bersalaman (baca: mengenal) dengan mereka. Dengan cara ini maka keyakinan kita akan malaikat adalah keyakinan yang benar.

Meyakini malaikat tidak lepas dari empat perkara: Malaikat itu berwujud, bukan sekedar symbol belaka. Ini membantah pemahaman sebagian orang bahwa malaikat adalah symbol kebaikan dan setan adalah symbol kejahatan, tidak ada malaikat dalam bentuk wujud dan rupa fisik. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusanutusan yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat (Fathir:1). Ayat ini menunjukkan bahwa malaikat ada dan berwujud.

Sudahkah mengenal mereka? Aneh binti ajaib kalua kita ingin bersalaman dengan malaikat sementara kita tidak mengenal mereka. Allah dan Rasul-Nya telah menjelaskannya.

Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “Rasul telah beriman kepada al-Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian juga orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya….” (QS. Al-Baqarah: 285) Rasulullah ketika ditanya oleh Jibril ‘alaihis salam tentang iman, beliau menjawab: “(Iman yaitu) Engkau beriman dengan Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir, dan beriman dengan takdir yang baik dan buruk.” (Muttafaq ‘alaih) Barangsiapa yang ingkar dengan keberadaan malaikat, maka dia telah kafir, keluar dari Islam. Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya. kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.” (QS. An-Nisa’: 136)

Batasan Minimal Iman kepada Malaikat Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Alu Syaikh hafidzahullah mengatakan: “Batas minimal (iman kepada malaikat) adalah keimanan bahwasanya Allah menciptakan makhluk yang bernama malaikat.

Mereka adalah hamba-hamba Allah yang senantiasa taat kepada-Nya. Mereka merupakan makhluk yang diatur sehingga tidak berhak diibadahi sama sekali. Diantara mereka ada malaikat yang ditugasi untuk menyampaikan wahyu kepada para Nabi.” (Syarh Arbain Syaikh Shalih Alu Syaikh)

Hakikat malaikat

Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak’, Maha Suci Allah. Sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan. Mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintahperintah-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tiada memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhatihati karena takut kepada-Nya. Dan barangsiapa di antara mereka, mengatakan: ‘Sesungguhnya Aku adalah tuhan selain daripada Allah’, maka orang itu kami beri balasan dengan Jahannam, demikian kami memberikan pembalasan kepada orang-orang zalim.” (QS. Al-Anbiyaa’: 26 – 29)

Asal Penciptaan Malaikat

Ummul Mu’minin `Aisyah radhiyallah ‘anha, dia mengatakan bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Malaikat diciptakan dari cahaya.” (HR. Muslim)

Jumlah Malaikat

Jumlah mereka sangat banyak. Hanya Allah saja yang tahu berapa banyak jumlah mereka. Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri.” (QS. Al-Muddatstsir: 31) Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallammelakukan Isra’ Mi’raj, berkata Jibril ‘alaihis salam kepada beliau: “Ini adalah Baitul Ma’mur. Setiap hari shalat di dalamnya 70 ribu malaikat. Jika mereka telah keluar, maka mereka tidak kembali lagi…. ” (Muttafaqun ‘alaihi)

Sifat Fisik Malaikat Berikut ini kami sampaikan sebagian sifat fisik malaikat:

  • Kuatnya fisik mereka

Allah Ta’ala berfirman tentang keadaan neraka (yang artinya), “Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. Tahrim:

Panas api neraka, yang membuat besi dan batu meleleh, tidak membahayakan mereka.Demikian juga dengan Malakul jibal (Malaikat gunung), dimana dia menawarkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menabrakkan dua gunung kepada sebuah kaum yang mendurhakai beliau. Kemudian beliau menolak tawaran tersebut.

  • Mempunyai sayap

“Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Fathiir: 1)

  • Tidak membutuhkan makan dan minum

“Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan: “Selamat.” Ibrahim menjawab: “Selamatlah,” maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang. Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata: ‘Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-malaikat) yang diutus kepada kaum Luth.” (QS. Huud: 69 – 70)As Suyuthi rahimahullah berkata: “Ar-Razi dalam tafsirnya mengatakan bahwa para ulama sepakat bahwasanya malaikat tidak makan, tidak minum, dan juga tidak menikah.”

Ke-ma’shum-an Malaikat

Allah Ta’ala telah manjadikan malaikat sebagai makhluk yang ma’shum, dimana mereka tidak akan pernah bermaksiat kepada-Nya. Allah Ta’alaberfirman: “Dan mereka berkata: ‘Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak’, Maha Suci Allah….” (lihat QS. Al-Anbiyaa’: 26 – 29 di atas)

Buah Iman kepada Malaikat

Diantara buah dari beriman kepada malaikat adalah: Mengetahui keagungan Allah Ta’ala yang telah menciptakan makhluk-makhluk yang mulia, yaitu malaikat. Kecintaan kepada malaikat karena ibadah-ibadah yang mereka lakukan. (lihat Syarh Tsalatsatul Ushul Syaikh “Utsaimin)

Penulis : Muhammad Nur Yasin Zain, Lc. Hafizhahullah
(Pengasuh Pesantren Mahasiswa THAYBAH Surabaya)