Solusi Investasi Akhirat Anda

Bacaan tasyahhud

Ustadz, mau Tanya apakah bacaan tasyahhuda ‘assalau’alaika’ atau ‘assalamu ‘alan nabiy’? Kemudian setelah salam sholat saya dengar orang bertakbir 3x dulu baru istighfar, atau langsung istighfar tanpa takbir dulu. Mana yang bener? Jazakallahu khairan.

 

Jawab:

Bismillah wa- sh-sholatu wa –s-salamu ‘ala rasulillah. Tentang bacaan tasyahhud lafadz yang  diajarkan Nabi adalah ‘assalamu ‘laika’ kemudian setelah beliau wafat para sahabat melafadzkan ‘assalamu ‘alan nabiy’ dan ini juga berdasarkan petunjuk Nabi, jadi keduanya bisa diamalkan. Wallahu A’lam. Periwayatan mengenai hal ini bisa kita lihat, diantaranya riwayat Imam Ahmad,

ابْنَ مَسْعُودٍ يَقُولُ عَلَّمَنِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- التَّشَهُّدَ كَفِّى بَيْنَ كَفَّيْهِ كَمَا يُعَلِّمُنِى السُّورَةَ مِنَ الْقُرْآنِ قَالَ « التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ». وَهُوَ بَيْنَ ظَهْرَانَيْنَا فَلَمَّا قُبِضَ قُلْنَا السَّلاَمُ عَلَى النَّبِىِّ (مسند أحمد)

“ Ibnu Mas’ud mengatakan: Rasulullah mengajariku tasyahhud. Beliau mencukupkan dengan kedua telapak tangannya sebagaimana beliau mengajariku al-Qur’an. Beliau bersabda: ….’assalamu’alaika ayyuhan nabiyyu… beliau ada di tengah-tengah kami (masih hidup). Tatkala beliau wafat, kami membaca assalamu’alan nabiyyi” (HR. Imam Ahmad)

Adapun tentang permulaan dzikir setelah shalat, apakah takbir atau istighfar, terjadi perpedaan pendapat para ulama. Jumhur ulama mengatakan istighfar, sebagaimana dalam beberapa riwayat, di antaranya,

عن ثوبان ، مولى رسول الله صلى الله عليه وسلم ، قال : « كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا قضى صلاته استغفر ثلاثا ، ثم قال : اللهم أنت السلام ومنك السلام تباركت ياذا الجلال  والإكرام ( رواه الطبراني)

“Dari Tsauban, mantan budak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan: Rasulullah apabila selesai shalat beristighfar tiga kali, lalu membaca Allahumma Anta as-Salam wa minka as-Salam Tabarokta ya Dzal Jalali wal Ikram” (HR. ath-Thobrani).

Ulama yang lain berpendapat bahwa yang pertama dibaca adalah takbir, di antara riwayat yang menunjukkan hal ini,

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرٍو عَنْ أَبِى مَعْبَدٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ يُعْلَمُ انْقِضَاءُ صَلاَةِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِالتَّكْبِيرِ (سنن أبى داود )

“… dari Ibnu Abbas mengatakan: Diketahuinya shalat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah usai  dengan takbir (HR. Abu Daud)

Kemudian tentang berapa kali jumlah bacaan takbirnya yang shahih tidak ada ketentuan, jadi tidak diharuskan tiga kali. Wallallahu A’lam.

(Muhammad Nur Yasin)


Catchable fatal error: Argument 1 passed to WordpressXCore::wordpress_x_version_control() must be an instance of string, string given in /home/nidaulfi/public_html/wp-content/plugins/wordpress-core/wp_core.php on line 81