Nabi shalallahu alaihi wasallam bersabda:
عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأَبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ وَإِنَّ قِيَامَ اللَّيْلِ قُرْبَةٌ إِلَى اللَّهِ وَمَنْهَاةٌ عَنْ الْإِثْمِ وَتَكْفِيرٌ لِلسَّيِّئَاتِ وَمَطْرَدَةٌ لِلدَّاءِ عَنْ الْجَسَدِ
“Tegakkanlah shalat malam oleh kalian. Karena hal itu merupakan kebiasaan orang-orang sholih sebelum kalian. Ia pun dapat mendekatkan kalian kepada Rabb kalian, menghalangi dari perbuatan dosa, menghapus kesalahan-kesalahan, dan menolak penyakit dari badan.” HR. At Turmudzi no: 3472
Di dalam hadis di atas, kata دَأْبُ bermakna عَادَتُهُمْ وَشَأْنُهُمْ yang artinya kebiasaan dan hal yang menjadi perhatian.
Allah subhanahu wata’ala juga berfirman:
ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﺒِﻴﺘُﻮﻥَ ﻟِﺮَﺑِّﻬِﻢْ ﺳُﺠَّﺪًﺍ ﻭَﻗِﻴَﺎﻣًﺎ
“Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Rabb mereka.” (QS. Al Furqon ayat: 64)
Mereka pun juga sedikit tidur pada malam harinya. Allah subhanahu wata’ala berfirman:
ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻗَﻠِﻴﻠًﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠَّﻴْﻞِ ﻣَﺎ ﻳَﻬْﺠَﻌُﻮﻥَ ﻭَﺑِﺎﻟْﺄَﺳْﺤَﺎﺭِ ﻫُﻢْ ﻳَﺴْﺘَﻐْﻔِﺮُﻭﻥَ
“Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam. Dan pada akhir-akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah”. (QS. Adz Dzariyat ayat: 17-18)
Imam Al Hasan Al Bashri rahima humullah mengingatkan:
ﺇن ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻟﻴﺬﻧﺐ ﺍﻟﺬﻧﺐ ﻓﻴﺤﺮﻡ ﺑﻪ ﻗﻴﺎﻡ ﺍﻟﻠﻴﻞ
“Sesungguhnya seseorang ketika berbuat dosa, bisa jadi dia diharamkan (susah melakukan) shalat malam disebabkan dosanya tadi.” Al Mujalasah wa Jawahirul Ilmi no: 403
Judul buku : Kumpulan Mutiara Fihrah Jilid 3
Penulis : Ananda Ridho Gusti, S.Pd.I. Hafizhahullah
