istri – Solusi Investasi Akhirat Anda https://nidaulfithrah.com Mon, 13 Apr 2026 06:40:47 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.2.8 https://nidaulfithrah.com/wp-content/uploads/2020/08/cropped-Artboard-1-copy-2-32x32.png istri – Solusi Investasi Akhirat Anda https://nidaulfithrah.com 32 32 Apakah thalaq sah, jika istri diceraikan dalam keadaan haidh? https://nidaulfithrah.com/apakah-thalaq-sah-jika-istri-diceraikan-dalam-keadaan-haidh/ Wed, 30 Jul 2025 09:01:41 +0000 https://nidaulfithrah.com/?p=20177 Sumber : (https://binbaz.org.sa/fatwas/18875/)

Teks Arab

هل يقع الطلاق والمرأة حائض؟

السؤال: تقول السائلة يا سماحة الشيخ: أرجو فتوى منكم في طلاق المرأة وهي حائض، هل يقع الطلاق والمرأة حائض أثابكم الله؟

الجواب: هذا الموضوع فيه خلاف بين العلماء، أكثر العلماء يرون أنه يقع الطلاق في الحيض، هذا الذي عليه أكثر أهل العلم، وذهب بعض أهل العلم إلى أنه لا يقع، إذا كان يعلم الزوج أنها في الحيض، إذا طلقها في الحيض فقد أثم ولا يقع إذا كان يعلم، أما إذا كان ما يعلم إلا بعد الطلاق منها فالطلاق يقع إذا كان لا يعلم.

أما إذا كان يعلم أنها حائض قبل أن يطلق، ثم أقدم على الطلاق فالصواب أنه لا يقع، وعليه التوبة لأنه لا يجوز، أما إذا كان لا يعلم حالها وطلقها، ثم أخبرته أنها حائض فالطلاق يقع، طلاقه يقع إذا كان لا يعلم. نعم.

المقدم: أحسن الله إليكم.

Terjemahan teks Arab

Pertanyaan: Seorang wanita bertanya, wahai Syaikh yang mulia: Saya berharap fatwa dari Antum mengenai hukum thalaq pada istri yang sedang haidh. Apakah hukum thalaq terjadi? Atsabakumullah

Jawab: Tentang ini ada perbedaan pendapat di antara para ulama. Mayoritas ulama berpandangan thalaq terjadi pada wanita yang sedang haidh. Ini pandangan mayoritas mereka. Sebagian ahli ilmu lainnya berpandangan tidak terjadi hukum thalaq. 

Jika seorang suami mengetahui bahwa istrinya sedang haidh lalu di-thalaq maka dia berdosa, tetapi hukum thalaq tidak terjadi. 

Adapun jika suami tidak mengetahui bahwa istrinya sedang haidh, dia baru mengetahuinya setelah men-thalaq istrinya maka hukum thalaq terjadi.

Jadi, jika seorang suami mengetahui bahwa istrinya sedang haidh sebelum menthalaqnya lalu dia tetap menthalaqnya maka yang shahih hukum thalaq tidak terjadi. Dia harus bertaubat. Karena hal semacam itu tidak diperbolehkan. Adapun jika suami tidak mengetahuinya sedang haidh ketika menthalaqnya lalu dia diberitahu bahwa istrinya sedang haidh maka hukum thalaq telah terjadi. HUKUM THALAQ TERJADI JIKA SUAMI MENGETAHUI. Na’am. 

Penanya: Ahsanallahu ilaikum

Judul buku : Terkadang Ditanyakan 23

Penulis : Muhammad Nur Yasin Zain, Lc. Hafidzahullah
(Pengasuh Pesantren Mahasiswa Thaybah Surabaya)

]]>
Doa agar dipertemukan bersama di Surga https://nidaulfithrah.com/doa-agar-dipertemukan-bersama-di-surga/ Sat, 28 Dec 2024 03:01:01 +0000 https://nidaulfithrah.com/?p=19449 رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدْتَهُمْ وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ * وَقِهِمُ السَّيِّئَاتِ وَمَنْ تَقِ السَّيِّئَاتِ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمْتَهُ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ [غافر: 8، 9].

Wahai Rabb kami, masukkanlah mereka ke dalam Surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka, dan orang yang shalih di antara nenek moyang mereka, istri-istri, dan keturunan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Maha perkasa, Maha bijaksana. Dan peliharalah mereka dari (bencana) kejahatan. Orang-orang yang Engkau pelihara dari (bencana) kejahatan pada hari itu, maka sungguh Engkau telah menganugerahkan rahmat kepadanya dan demikian itulah kemenangan yang agung. (Ghafir Ayat 8-9)

Judul buku : 162 DOA DARI AL QUR’AN & HADITS

Penulis : Muhammad Nur Yasin Zain, Lc. Hafidzahullah
(Pengasuh Pesantren Mahasiswa Thaybah Surabaya)

]]>
Doa agar keluarga dan keturunannya menjadi imam bagi muttaqin https://nidaulfithrah.com/doa-agar-keluarga-dan-keturunannya-menjadi-imam-bagi-muttaqin/ Mon, 25 Nov 2024 08:18:06 +0000 https://nidaulfithrah.com/?p=19341 رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا [الفرقان: 74]

Wahai Rabb kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertakwa. (Al Furqon Ayat 74)

Judul buku : 162 DOA DARI AL QUR’AN & HADITS

Penulis : Muhammad Nur Yasin Zain, Lc. Hafidzahullah
(Pengasuh Pesantren Mahasiswa Thaybah Surabaya)

]]>
Hukum menghilangnya suami dari istrinya dalam waktu yang berkepanjangan apakah otomatis terjadi perceraian? https://nidaulfithrah.com/hukum-menghilangnya-suami-dari-istrinya-dalam-waktu-yang-berkepanjangan-apakah-otomatis-terjadi-perceraian/ https://nidaulfithrah.com/hukum-menghilangnya-suami-dari-istrinya-dalam-waktu-yang-berkepanjangan-apakah-otomatis-terjadi-perceraian/#respond Fri, 29 Sep 2023 06:50:18 +0000 https://nidaulfithrah.com/?p=17977 (https://www.islamweb.net/ar/fatwa/121534/)

Teks Arab

حكم غياب الزوج عن زوجته مدة طويلة

السؤال: مستمع من جمهورية مصر العربية هو عبدالسلام عطية يقول: سمعت أن من غاب عن زوجته ستة أشهر، أو أكثر؛ يجب عليه عند وصوله إليها أن يعقد عليها عقدًا شرعيًا جديدًا، وأنا غبت عنها ثلاث سنوات متتالية، فهل ما قاله الناس صحيح؟
الجواب
هذا ليس بصحيح، لو غاب عنها سنوات هو على نكاحه، إلا إذا فسخه الحاكم الشرعي، إذا اشتكت إلى الحاكم الشرعي، وفسخه الحاكم الشرعي؛ فهذا يراجع فيه الحاكم، إذا أراد العودة إليها بعقد جديد؛ يراجع الحاكم، أما إذا كانت على حالها لم تطلب الطلاق، ولم تفسخ؛ فنكاحه باقي، وزوجته باقية في حباله وعصمته، وليس هناك حاجة للعقد، سواء كانت مدة قصيرة أو طويلة
لكن ينبغي للمؤمن أن يجتهد في عدم الإطالة؛ لأن المرأة خطر، وهو عليه خطر أيضًا، كذلك لطول الغيبة، فينبغي له أن يكون عنده عناية بزوجته، وألا يطول الغيبة عنها، والله يقول سبحانه: وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ [النساء:19]، وليس من المعروف طول الغيبة، بل ينبغي له أن يأتي إليها بين وقت وآخر حتى تنتهي مدته، كل ثلاثة أشهر كل شهرين كل أربعة أشهر، حتى لا تطول الغيبة
وقد روي عن عمر أنه سئل عن هذا من جهة الغزاة؛ فوقت لهم ستة أشهر، فإذا غاب ستة أشهر لحاجة مهمة؛ فلا بأس إن شاء الله، ولكن كل ما أمكن من التقصير، وعدم التطويل؛ فهو أولى وأحوط، ولا سيما في هذا العصر الذي كثرت فيه الفتن، وكثرت فيه الشرور، وقل فيه الصبر
فينبغي للمؤمن أن يعرف قدر وقته، وألا يطيل الغربة عن زوجته، بل يزورها بين وقت وآخر من سفره، أو يحملها معه حيث أمكن حملها معه في السفر، وإلا فليأت بين وقت وآخر أقل من ستة أشهر، في شهرين.. ثلاثة.. أربعة، كلما تيسر له جاء، وزار أيامًا، ثم رجع حتى ينتهي عمله، نسأل الله للجميع التوفيق. نعم

Terjemahan teks Arab

Pertanyaan: Penanya dari negara Arab Mesir yaitu Abdussalam ‘Uthbah mengatakan: Saya mendengar suami yang raib dari istrinya selama enam bulan atau lebih ketika telah kembali lagi maka wajib diadakan akad baru. Nah, saya telah raib dari istri saya selama tiga tahun. Apakah yang dikatankan orang-orang itu benar?
Jawab: Ini tidak benar. Jika seorang suami raib selama bertahun-tahun, maka ia tetap dalam ikatan pernikahan kecuali jika dibatalkan oleh hakim syar’i. Dimana istrinya mengadu kepada hakim syar’i lalu hakim syar’i tersebut membatalkannya. Jika suami ingin kembali kepada istrinya, maka hakim mengkaji permasalahannya, dengan akad baru. Adapun jika istri sebagaimana dalam keadaan awalnya yakni tidak minta thalak, maka pernikahanya tidak rusak. Ia tetap dalam ikatan pernikahan dengan istrinya tersebut. Istri tetap berlanjut dalam ikatan dan penjagaan suaminya, tidak perlu ada akad baru. Sama saja raibnya lama atau sebentar.
Seyogyanya seorang mukmin berupaya untuk tidak meninggalkan istri dalam waktu yang lama karena keberadaan istri bisa berbahaya. Bahaya juga bagi si suami. Apalagi raib berkepanjangan. Hendaknya suami memperhatikan istrinya.Janganlah raib dalam waktu yang lama. Allah ta’ala berfirman,

وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ [النساء:91]

Dan pergaulilah mereka (para istri) dengan baik” (QS. An-Nisa:19)
Tidak baik bepergian dalam waktu yang lama. Seyogyanya kembalilah dari antara waktu ke waktu. Misalnya setiap tiga bulan atau dua bulan atau empat bulan agar ketidakberadaannya di rumah tidak berkepanjangan.
Diriwayatkan dari Umar radhiallahu’anhu tentang masalah ini karena alasan berperang. Maka dia radhiallahu’anhu membatasi untuk mereka selama enam bulan. Jika raibnya untuk suatu hajat yang penting maka tidak mengapa insyaallah. Tetapi jika bisa tidak berlama-lama maka itu lebih bagus dan lebih berhati-hati terlebih di zaman sekarang dimana fitnah sangatlah kuat, keburukan sangat merebak dan kesabaran sangatlah kecil.
Seyognya seorang mukmin memperhatikan kadar waktu. Janganlah meninggalkan istri dalam waktu yang lama. Tapi, datangilah dia dari antara waktu-waktu yang ada dari aktivitas bepergiannya. Jika memungkinkan dibawa safar bersama, maka bawalah. Kalau tidak, datanglah jangan sampai berlalu enam bulan. Mungkin setiap dua bulan, tiga bulan atau empat bulan. Jika memungkinkan kunjungilah beberapa hari lalu berangkat kembali sampai berakhirnya suatu pekerjaan. Kami memohon kepada Allah ta’ala agar memberi taufiq kepada kita semua.

Judul buku : Terkadang Ditanyakan 11

Penulis : Muhammad Nur Yasin Zain, Lc. Hafidzahullah
(Pengasuh Pesantren Mahasiswa Thaybah Surabaya)

]]>
https://nidaulfithrah.com/hukum-menghilangnya-suami-dari-istrinya-dalam-waktu-yang-berkepanjangan-apakah-otomatis-terjadi-perceraian/feed/ 0