Solusi Investasi Akhirat Anda

Pedulikah anda kepada Islam

Sekelompok pemuda tampak asyik memperbincangkan bintang-bintang pemain bola. Ternyata…setiap saat mereka melakukan demikian. Mereka sangat antusias mengikuti berita tentang bintangbintang idolanya. Bukan sekedar tentang kepiayawain di dalam membawa bola, tetapi juga mengetahui “sirah” mereka. Dimana lahirnya, tahun berapa, siapa pacarnya, apa hobbinya, makanan kesukaannya dan lain-lain. Sangkin membangga-banggakannya sampai -sampai jaket dan kaos mereka tulisi dengan nama-nama bintang bola tersebut. Ruang tamu dan kamar tidurnya juga tidak luput dipenuhi dengan poster-posternya. Padahal mereka orang kafir???!!! Subhanallah Sementara mereka tidak mengenal para sahabat nabi kecuali sedikit sekali. Jangankan sirahnya, nama-namanya saja tidak tahu. Para sahabatlah yang harus kita bangga-banggakan. Mencintai mereka adalah kewajiban dan ladang pahala. Sebaliknya mencintai orang kafir adalah haram dan berdosa. Inilah makna alwala’ dan albara’, tidak tahukan mereka? Atau sengaja tidak mau tahu? Mana kepedulian terhadap Islam?

Sekelompok remaja lelaki dan erempuan tampak larut dalam obrolan dan canda. Mereka bercampur -baur dalam majlis gelak-tawa. Saling cubit, saling jawil, saling nggeplak, dan saling-saling…. lainnya begitu meliputi mereka. Tidak tahukah mereka bahwa pergaulan dengan non mahram ada batasan-batasannya.

Tidak ingatkah mereka ucapan seorang sahabat, Sa’ad bin Ubadah di dalam hadits Bukhari: “Andaikata aku melihat seorang lelaki (bukan mahram) bersama istriku, niscaya aku akan memukul nya dengan pedang “. Rasulullah sendiri takjub terhadap kecemburuan Sa’ad bin Ubadah, beliau mengatakan: “Sungguh aku lebih cemburu daripada dia, dan Allah lebih cemburu daripada aku”. Merekakah yang tidak tahu batasan-batasan ataukah orang tuanya yang tidak cemburu? Mana kepedulian terhadap Islam?

Sekelompok orang yang diketahui muslim tampak bersemangat mengerjakan proyeknya. Kumandang adzan yang memanggil-manggil mereka biarkan begitu saja. Sedikitpun tidak bergeming. Dalam pikiran mereka yang terpenting kan ngerjain shalat meskipun tertunda dan tidak jama’ah. Tidak tahukah mereka bahwa shalat mesti dikerjakan dengan berjama’ah, Allah ajari RasulNya tata cara shalat ketika berperang. Tidak tahukah mereka perhatian para sahabat terhadap shalat jama’ah bahwa tidak ada yang di luar masjid ketika adzan telah berkumandang kecuali dipastikan orang munafik. Apa perlunya masjid diperbesar dan diperbagus fisiknya? Muhammad bin Mubarok berkata: “Aku melihat Sa’id bin Abdul Aziz menangis memegangi jenggotnya karena tertinggal shalat jama’ah. Sementara kita…?? Mana kepedulian terhadap Islam?

Di tengah menggeliatnya muslim Aceh untuk mengupayakan tegaknya syareat Islam, kaum liberal datang “ngrecoki”. Mereka mencari-cari kesalahan Wilayatul Hisbah (Polisi syareat). Kasus kematian seorang remaja wanita baru-baru ini, yang sebelumnya berurusan dengan WH (wilayatul hisbah), dijadikannya sebagai momentum untuk menghantam syareat Islam. Wahai kaum liberal…. kalau anda merasa sebagai muslim kenapa selalu memusuhi Islam wal muslimin? Mana kepedulian terhadap Islam?

Ini adalah sebagian kecil contoh tidak adanya kepedulian kaum muslimin kepada agamanya?

Penulis : Muhammad Nur Yasin Zain, Lc. Hafizhahullah
(Pengasuh Pesantren Mahasiswa THAYBAH Surabaya)