Solusi Investasi Akhirat Anda

Nama Allah Azh-Zhohir & Nama Allah Al-Bathin

Nama Allah Azh-Zhohir (الظاهر)

  1. Penyebutan Azh-Zhohir (الظاهر) di dalam Nash

 Di dalam Al-Qur’an, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ [الحديد: 3]

“Dialah  Dzat Yang Awwal, Yang Akhir, Yang Zhahir, dan Yang Bathin. Dan Dia Maha Mengetahui terhadap segala sesuatu” (Qs. Al-Hadid: 3)

Di dalam Hadits, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يَدْعُو عِنْدَ النَّوْمِ « اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَوَاتِ السَّبْعِ وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَىْءٍ مُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَالإِنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَىْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ أَنْتَ الأَوَّلُ لَيْسَ قَبْلَكَ شَىْءٌ وَأَنْتَ الآخِرُ لَيْسَ بَعْدَكَ شَىْءٌ وَأَنْتَ الظَّاهِرُ لَيْسَ فَوْقَكَ شَىْءٌ وَأَنْتَ الْبَاطِنُ لَيْسَ دُونَكَ شَىْءٌ اقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَاغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ » (مسند أحمد)

“……وَأَنْتَ الظَّاهِرُ لَيْسَ فَوْقَكَ  (Engkaulah Azh-Zhohir, yang tidak ada di atas-Mu sesuatu apa pun)….” (Musnad Imam Ahmad)

  1. Makna Azh-Zhohir (الظاهر) Secara Bahasa.

Disebutkan di dalam Al-Lisan: zhohir (الظاهر) adalah bagian yang paling atas dari sesuatu. Kebalikannya adalah bathin (الباطن). Zhohirnya baju adalah bagian yang di atas pundak, bukan bagian yang di atas tubuh. Contoh: Saya naik bagian atas rumah (ظهرت البيت).

  1.  Makna Azh-Zhohir (الظاهر) Pada Nama Allah
  • Ibnu Jarir Ath-Thobari mengatakan: Makna Azh-Zhohir (الظاهر) adalah Dzat Yang paling tinggi di atas segala sesuatu yang berada di bawah-Nya. Tidak ada sesuatupun yang lebih tinggi dari-Nya
  • Ibnul Qoyyim berkata: Nama Azh-Zhohir (الظاهر) harus dipahami bahwa Dia di atas segala sesuatu. Sebagaimana disebutkan di dalam Hadits shahih,

وَأَنْتَ الظَّاهِرُ لَيْسَ فَوْقَكَ شَىْءٌ

“Engkaulah Azh-Zhohir, yang tidak ada di atas-Mu sesuatu apa pun.

  • Lebih lanjut Ibnul Qoyyim mengatakan: Barangsiapa mengingkari keberadaan-Nya di atas, maka berarti dia mengingkari Azh-Zhohir (الظاهر), di mana Dia di atas segala sesuatu, tidak ada sesuatupun di atas-Nya.  Juga tidaklah dibenarkan Azh-Zhohir (الظاهر) dipahami hanya sebatas ‘di atas’ dalam hal kadar dan derajat. Seperti emas di atas perak, mutiara di atas kaca. Riyal di atas Rupiah (Pen.). Karena pengertian ‘di atas’ dari makna Azh-Zhohir (الظاهر) adalah menunjukkan eksistensi-Nya. Demikian juga tidak dibenarkan Azh-Zhohir (الظاهر) dipahami ‘di atas’ dalam hal terkait perkara keperkasaan saja. Meskipun Azh-Zhohir (الظاهر) juga berarti ‘di atas’ dalam hal terkait keperkasaan yang merupakan kebalikan dari nama-Nya Al-Bathin (الباطن) yang bermakna Dia mengetahui perkara selembut-lembutnya,  sebagaimana Al-Awwal (الأول) kebalikan dari Al-Akhir (الآخر)
  1. Tadabbur
  • Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan yang kurang lebihnya: “…..yang dimaksud beribadah kepada-Nya melalui nama Azh-Zhohir (الظاهر) adalah menfokuskan hati kepada Dzat yang diibadahi dan menjadikan-Nya sebagai satu-satunya Tuhan yang dituju. Sebagai satu-satunya Dzat tempat bergantung segala kebutuhan hamba. Dan, sebagai satu-satunya Dzat tempat berlindung. Apabila hal ini telah terpatri di dalam hati seorang hamba dan dengan pemahanaman makna dari nama-Nya Azh-Zhohir (الظاهر) maka akan berdampak pada peribadahan yang istiqomah. Seorang hamba dengan pemahaman makna Azh-Zhohir (الظاهر) akan secara sadar untuk senantiasa bergegas menuju kepada-Nya dan lari kepada-Nya di setiap waktu.”

Nama Allah Al-Bathin  (الباطن)

  1. Penyebutan Nama Allah Al-Bathin  (الباطن) di dalam Nash

Di dalam Al-Qur’an,

هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ [الحديد: 3]

“Dialah  Dzat Yang Awwal, Yang Akhir, Yang Zhahir, dan Yang Bathin. Dan Dia Maha Mengetahui terhadap segala sesuatu. (Qs. Al-Hadid: 3)

Di dalam Hadits,

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يَدْعُو عِنْدَ النَّوْمِ « اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَوَاتِ السَّبْعِ وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَىْءٍ مُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَالإِنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَىْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ أَنْتَ الأَوَّلُ لَيْسَ قَبْلَكَ شَىْءٌ وَأَنْتَ الآخِرُ لَيْسَ بَعْدَكَ شَىْءٌ وَأَنْتَ الظَّاهِرُ لَيْسَ فَوْقَكَ شَىْءٌ وَأَنْتَ الْبَاطِنُ لَيْسَ دُونَكَ شَىْءٌ اقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَاغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ » (مسند أحمد)

 ……”وَأَنْتَ الْبَاطِنُ لَيْسَ دُونَكَ شَىْءٌ” …..(Engkaulah Al-Bathin, yang tidak ada di bawah-Mu sesuatu apa pun)….” (Musnad Imam Ahmad)

  1. Makna Al-Bathin  (الباطن) Secara Bahasa

Al-Bathin  (الباطن) itu kebalikan Azh-Zhohir (الظاهر). Contoh: بطنت الأمر  (saya mengetahui bathinnya, yaitu perkara yang tersembunyi).

  1. Makna Al-Bathin  (الباطن) Pada Nama Allah.
  • Ath-Thobary mengatakan: Dia Al-Bathin  (الباطن) terhadap segala sesuatu. Artinya, tidak ada sesuatupun yang lebih dekat dari-Nya. Sebagaimana Dia berfirman,

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ [ق: 16]

“Sungguh Kami telah menciptakan manusia dan Kami mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari urat lehernya.” (QS. Qof:16)

  • Az-Zajaj mengatakan: Al-Bathin  (الباطن) artinya, Dzat Yang Mengetahui segala suatu selembut-lembutnya. Ketika saya mengatakan:

بطنت فلانا

“Saya mengetahui tentang si Fulan sedetail-detailnya.”

Allah lah Dzat Yang Mengetahui zhahir bathinnya segala urusan.

  • Syaikh As-Sa’di mengatakan: Al-Bathin (الباطن) menunjukkan bahwa Dia mengetahui dengan detail terhadap semua rahasia dan  perkara yang tersembunyi. Dia mengetahui selembut-lembutnya suatu hal apapun.
  • Lebih lanjut Syaikh As-Sa’di mengatakan: Al-Bathin (الباطن) juga menunjukkan kesempurnaan kedekatan-Nya terhadap segala sesuatu.
  • Lebih lanjut Syaikh As-Sa’di mengatakan: Tidaklah bertentangan antara Azh-Zhohir (الظاهر) dengan Al-Bathin (الباطن). Ingat! Tidak ada sesuatupun yang seperti-Nya di dalam masalah sifat. Dia itu Maha Tinggi di dalam kedekatan-Nya, dan Maha Dekat di dalam ketinggian-Nya.

Semua penjelasan di atas berdasarkan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam,

 وَأَنْتَ الْبَاطِنُ لَيْسَ دُونَكَ شَىْءٌ” …..

Engkaulah Al-Bathin, yang tidak ada di bawah-Mu sesuatu apa pun….” (Musnad Imam Ahmad)

  1. Tadabbur
  • Beribadah melalui nama-Nya Al-Bathin (الباطن), berarti Anda bersaksi tentang peliputan-Nya terhadap seluruh alam, dekatnya sesuatu yang jauh dari-Nya. Tampaknya perkara-perkara tersembunyi di hadapan-Nya. Terang benderangnya seluruh rahasia di hadapan-Nya dan tidak ada tabir apapun antara Dia dengan segala makhluk yang selembut-lembutnya. Jika Anda telah bersaksi tentang semuanya ini, maka berperilakulah di muka bumi ini berangkat dari persaksian ini!! Sucikanlah seluruh yang merupakan rahasia Anda, karena di sisi-Nya semuanya tampak gamblang!! Perbaikilah Anda dalam kesendirian Anda karena di hadapan-Nya Anda tidak pernah sendirian!!

Demikian delapan nama-nama Allah yang bisa saya ketengahkan. Semoga kita berkemampuan untuk mengkaji nama-nama Allah lainnya.

Penulis : Muhammad Nur Yasin Zain, Lc. Hafizhahullah
(Pengasuh Pesantren Mahasiswa THAYBAH Surabaya)