Solusi Investasi Akhirat Anda

Allah ﷻ Menjaga Al-Quran, Anda Menjaganya?

Dari Hudzaifah, Rasulullah ﷺ bersabda, “Islam akan luntur (pada suatu masa), sebagaimana pudarnya corak pada pakaian, sehingga seseorang tidak mengetahui apa itu puasa, apa itu shalat, apa itu haji dan apa itu sedekah. Akan datang suatu malam, di mana al-Quran akan di cabut dari dada-dada manusia, sehingga tidak tinggal satu ayat pun di bumi ini.

Dan tinggallah segelintir manusia yang terdiri dari laki-laki dan wanita-wanita tua yang bertebaran. Mereka berkata, “Kami telah mendengar kalimat “Laa ilaha illallah’ dari nenek moyang kami, sehingga kami mengucapkannya…….”(Hadits Riwayat Hakim). Dari hadits di atas kita memahami, bahwa ajaran Islam satu per satu mulai tidak dikenal, dipandangnya sebagai sesuatu yang asing. Padahal al-Qur’an masih ada.

Wajar sekali, ketika al-Qur’an dihilangkan dari lembaran-lembaran mushaf dan dari dada-dada kaum muslimin, maka tidak ada ajaran Islam yang dikenal lagi, kecuali kalimat La ilaha illa Allah meskipun karena ikut-ikutan kepada nenek moyangnya. Gejala ke arah sana sudah sangat nampak di depan mata kita. Kesyirikan menjamur di mana-mana. Bahkan tidak malu-malu tampil di berbagai media.

Berapa persenkah kaum muslimin yang shalat? Dari mereka yang shalat itu, berapa persen yang shalatnya bener? Dari yang shalatnya bener itu, berapa persen yang melakukannya dengan berjamaah di masjid? Sungguh sangat sedikit. Padahal al-Qur’an masih ada. Sedikitkah kaum muslimin yang berpraktek ribawi?. Perlu diketahui, bunga bank itu ribawi. Ternyata sangatlah banyak. Bahkan diantara mereka berpandangan mencari yang haram saja susah apa lagi yang halal. Padahala al-Qur’an masih ada.

Bagaimana kondisi wanita muslimah ketika keluar rumah, berjilbab atau mengumbar aurat? Ternyata banyak sekali yang berlomba-lomba memakai “baju bayinya”. Padahal al-Qur’an masih ada. Penyimpangan-penyimpangan lainnya sangatlah banyak. Tidak mungkin disebutkan semuanya di sini. Padahal al-Qur’an masih ada. Fenomena lain, mereka yang memperhatikan al-Qur’an, maka sebatas pada hal-hal yang sifatnya seremonial. Padahal al-Qur’an adalah pedoman hidup. Jadi, harus dipahami dan diamalkan. Inilah tanda-tanda hari kiamat.

Penulis: Ustadz Muhammad Nur Yasin Zain, Lc.