Solusi Investasi Akhirat Anda

Islam Menempatkan Manusia Sesuai Kodratnya

Ibaratnya klub sepak bola yang terdiri dari 11 pemain, mungkinkah ditempatkan pada satu posisi saja. Misalnya: semua ditempatkan sebagai penyerang, tidak ada penjaga gawang dan pemain belakang. Mungkinkah? Tentu tidak mungkin. 11 orang ini harus diposisikan pada posisinya masing-masing sesuai skilnya, niscaya akan melahirkan kekuatan. Inilah keindahan. Demikian pula manusia, ada lelaki (suami) dan ada perempun (istri). Masing-masing Allah ciptakan dengan kodrat yang berbeda. Oleh karena itu masing-masing harus ditempatkan sesuai dengan kodratnya. Suami harus menjadi “menteri luar negri” yang bertanggungjawab atas nafkah keluarganya. Istri sebagai “menteri dalam negri” yang bertanggungjawab atas pertumbuhan dan pendidikan anak-anaknya serta hal-hal lain di dalam rumah. Apa yang akan terjadi jika wanita juga berperan sebagai “menteri luar negri”? Ini berarti merebut posisi orang lain dengan meninggalkan posisinya sendiri. Apakah ini keindahan?! Renungkanlah dampak negatif akibat keluarnya wanita dari rumahnya yang mereka istilahkan dengan emansipasi wanita, diantaranya adalah:

  1. Timbulnya pengangguran bagi kaum pria, sebab lapangan pekerjaan telah dibanjiri oleh kebanyakan kaum wanita.
  2. Menyebabkan retaknya keharmonisan rumah tangga, karena sangat memungkinkan istri untuk melalaikan tugas utamanya. Juga berpotensi kuat untuk terjadinya percekcokan dan perseteruan antara suami-istri, dikarenakan ketika suami menuntut pelayanan dari istri dengan sebaik-baiknya si istri “ogah-ogahan” merasa capek dan lelah lantaran bekerja di luar rumah
  3. Perkembangan anak menjadi kurang terkontrol, karena ayah dan ibu sibuk bekerja di luar rumah. Mereka tidak bisa memberikan pelayanan dan pendidikan secara berkesinambungan terhadap anak-anak mereka yang masih kecil. Dari sinilah, akhirnya melahirkan kenakalan anak-anak dan remaja dengan subur.
  4.   Terjadinya perselingkuhan. Bagaimana tidak, antara lelaki dan perempuan bercampur baur ditambah lagi dandanan yang menggoda dan parfum yang memancing birahi.
  5. Salah satu sumber menyatakan bahwa penelitian kedokteran di Barat menunjukkan adanya perubahan bentuk tubuh wanita karir secara  biologis, sehingga menyebabkan hilangnya naluri kewanitaan.
  6. Salah satu sumber menyatakan bahwa banyak terjadinya kemandulan pada para wanita barat. Hal ini bukan karena penyakit yang biasa dialami oleh anggota badan, tetapi diakibatkan oleh ulah wanita barat secara umum yang pemikiran maupun biologisnya  lari dari fithrahnya (yakni keibuan)

Salah satu sumber menyatakan bahwa upaya yang kuat para wanita barat untuk mendapatkan persamaan hak dengan kaum lelaki dalam segala bidang, secara perlahan selain menghilangkan sifat keibuan mereka juga bisa menyebabkan mandegnya air susu ibu (ASI)

Judul buku : MENGAPA SAYA BERAGAMA ISLAM?

Penulis : Muhammad Nur Yasin Zain, Lc. Hafidzahullah
(Pengasuh Pesantren Mahasiswa Thaybah Surabaya