Dampak pandemi virus korona begitu dirasakan banyak pihak. Khususnya aspek perekonomian. Bi-t- taufiq minallah saya berlaku sigap. Jualan beras pun mulai dijalani. Merk yang saya pilih tentu Nidaul Fithrah karena selain brandingnya bagus; tanpa pengawet, tanpa pemutih dan tanpa pewangi juga merupakan usaha miliki yayasan dakwah.
Sepenggal kisah pun dimulaiโฆ.
Hari itu, Selasa sore 18 Rajab 1442/2 Maret 2021, ada orderan 10 sak beras (@ 5kg )dari seorang Ibu di Jl. Prambanan dan 1 sak dari seorang Ibu di Wonorejo. Rencananya seusai dari jl. Prambanan langsung ke Wonorejo. Kalau hanya 1 sak beras mungkin saya kurang semangat, tapi beliau juga pesan frozen dan gulakong. Jadinya tetap semangat meskipun sudah tergambar perjalanan yang tidak searah dan cukup jauh. Tapi ini tidak seberapa jauh, karena sebelumnya pernah melayani order tiga sak ke Sido Rejo Krian. Ya, memang usaha ini masih perintisan. Jadi, mesti memperkuat motto โsemakin banyak tabur benih semakin banyak panen, insyaallahโ. Ya Allah! Jadikanlah hati-hati kaum muslimin cenderung kepada beras Nidaul Fithrah, Innaka Anta Muqollibul Qulu bwa innaka Anta Ar-Rozzaq Dzul quwatil matin. Amin
โTapi mendung ehโ, komentar istri saya melihat cuaca.
โ iya sichโฆ insyallah cukup waktunya gak sampai hujan, Jl. Prambanan gak terlalu jauh kokโ, argumen saya meyakinkan istri.
Istri menyiapkan kantong hitam besar. Saya mengangkuti 11 sak beras dari ruang kelas TK yang dipinjam sementara untuk gudang beras. Tujuh sak sudah dimasukkan ke dalam plastik dan ditempatkan di sepeda motor matic bagian depan, empat sak lainnya dibonceng di belakang dipegangi istri. Biasanya memang demikian. Karena kalau ditempatkan di bagian depan semua sepeda motor susah untuk di belokkan.
Adapun si kecil, Albaro Muhammad (5 tahun) telah dititipkan pada Amminya di Rumah Belajar (RB) THAYBAH.
โKalau dari Keputih lewat Mulyorejo saja lurus terus sampai mentok, Jl. Prambanan ya di sekitar situโ, terang mas Rudi teman seperjuangan saya di yayasan beberapa saat sebelum mengangkuti beras melalui telpon.
Allahu Akbarโฆ..baru saja memasuki wilayah Mulyorejo seusai melewati jalan kembar Mulyosari gerimis mulai menyapa. Tidak lama kemudian dalam hitungan detik turunlah hujan yang membuyarkan suasana hati.
โAbi ada plastik?โ Tanya istri.
โGak ada, ya hanya yang di depan iniโ. Jawabku
โTerus gimana beras yang di belakang ini?โ
โO, iyaโฆ ada jas hujan Abi di bawah jokโ, responku penuh yakin karena memandangnya sebaagai solusi.
Subhanallahโฆ ternyata tidak cukup untuk menutupi tubuh istri. Jas hujannya hanya cukup untuk menutupi saya dan beras di belakang. Keputusan pun diambil; yang penting beras selamat tidak basah. Tapi istri terbiarkan basah kuyup kehujanan.
โHihihihhiiiโฆโฆ(terdengar menggigil), Abi kan tahu aku gak kuat dingin-dinginโฆโ. Padahal sepeda motor baru saja melaju beberapa meter. Memang istri sangat anti dingin. Di rumah suka-suka ribut kalau saya meng-on kan AC sebelum tidur. Di ruang kelas tempat dia mengajar juga suka-suka AC di on kan dengan suhu 28 derajat.
โIyaโฆterus gimana, masak balik lagi sichโฆ kan sudah kadung kehujananโ?โ
โIyaโฆ tapi aku menggigil kedinginanโฆโ. Keluhnya.
โOrang-orang lho pada berteduh, kok Abi malah jalan terusโ, keluhnya lagi yang menjadikan saya semakin iba.
Sepeda motor terus melaju, rintihannya semakin menjadi-jadi. Terlebih kalau motornya dirasa lebih kencang yang menjadikan terpaan anginnya lebih kencang juga.
โDinginโฆdinginโฆdinginโฆ hihihihiโฆ.jangan banter-banter aku gak kuaaat!!โ.
โAbiโฆ. AbiโฆAbiโฆ Abi??!!!
Hujan terus mengguyur seakan tak kenal kompromi, sepeda motor saya hentikan. โPulang sajaโฆ.Aku gak kuatโ.
โLho sudah separo jalan iniโ,
โYa saya diturunkan di mana gitu, Abi sendirian saja?!โ
โYa, gak apa-apa, Abi carikan tempat yang amanโ.
โDi musholla saja, Bi. Tuh ada mushollaโ.
Saya mengkhawatirkan masalah keamanan, karena tampak mushollanya sepi dan saya pikir kondisi baju yang basah kuyup seperti itu tidak memungkinkan ada tempat baginya . โJangan di musholla di tempat lain saja yang lebih amanโ.
Terdengar dari pengeras suara menggema bacaan-bacaan yang menunjukkan tidak lama lagi Maghrib akan tiba. Saya berhenti di depan salah satu mini market yang terletak di pinggir jalan, menurunkan istri dan satu sak beras. Kini di depan saya ada 10 sak yang ditutupi dengan jas hujan. Tujuh berada dalam plastik besar sehingga aman dari basah sementara yang 3 sak ditumpukkan di atasnya. Setelah memastikan kondisi istri aman dengan badan yang tetap menggigil, saya melanjutkan perjalanan. Allahu Akbar, sungguh cukup susah kalau pas harus membelokkan sepeda motor karena terganjal dengan tambahan beras tadi. Sesekali saya harus berhenti membetulkan posisi beras yang mau jatuh.
Jagluggโฆ.. Subhanallah!!! Sepeda motor oleng ke kiri. Rupanya masuk jegongan yang tidak terlihat tertupi oleh banjir, dan 1 sak beras terdorong mau jatuh. Sambil membetulkan posisi beras di pinggir jalan, saya gunakan kesempatan untuk bertanya kepada seseorang yang ada di situ, โMas, jl, Pacar Keling itu mana?โ
โTerus saja sampai mentok, Pak. Terus nanti ke kiri.โ
โLhoโฆ bukannya ke kanan, Mas?
โBukan, Pak, Tapi ke kiriโ.
Saya agak bingung. Karena kata oang yang ditanya waktu menurunkan istri setelah mentok ke arah kanan.
โMas, sebenarnya tujuan saya mau ke Jalan Prambananโ.
โ Oh ya memang seputar situ, Pak. Nanti di sana nanya saja lagiโ.
Sepeda motor terus melaju hingga sampai ujung jalan. Mentok di persimpangan. Mungkin bisa dikatakan simpang lima. Saya belok kiri sedikit berhenti di situ sambil menunggu orang lewat untuk bertanya. Sebentar kemudian seakan tersadarkan kalau diteruskan bisa tembus ke RS. Dr. Sutomo. Ya betul, rasanya pernah lewat situ. Sebenarnya di situ ada banyak orang berteduh di teras rumah. Tapi tidak memungkinkan untuk menghampiri mereka karena sulitnya medan dan susahnya membelokkan sepeda motor. Bertanya ke Mbah geogle juga tidak mungkin karena hujan lebat. Alhamdulillah tidak lama kemudian ada seseorang berjalan kaki. โBu, maaf, jalan Prambanan itu mana?โ
Ibu tersebut menjelaskannya cukup rinci dan jelas. Intinya, harus menyeberang jalan. Tapi, qodarallah karena terhalang helm yang tertarik ke depan oleh jas hujan saya tidak bisa menoleh ke belakang untuk memastikan apakah sudah bisa menyeberang. Lalu lintasnya terlihat cukup padat. Akhirnya saya menunggu sepeda motor yang mau menyeberang untuk bisa dibarengi. Alhamdulillah Allah beri kemudahan.
Perjalanan berlanjut ke jalan Prambanan. Ternyata sudah dekat dari persimpangan tadi. Mulailah tengok-tengok ke kanan dan ke kiri mencari alamat rumah. Alhamdulillah ketemu. Tapi penghuninya belum juga keluar padahal bel rumah sudah ditekan. โMungkin saja belnya sedang bermasalahโ, gumamku.
Agak lama menunggu, saya putuskan untuk menelpon. Dengan susah payah berkali-kali mencoba membuka password HP. Subhanallahโฆ sulit sekali. Bagaimana tidak, layar HP basah kena tetasan-tetesan hujan meskipun sudah mulai mereda. Dengan posisi masih di atas sepeda motor, saya menuju pohon yang berada di sebelah kiri sudut pagar rumah berharap siapa tahu tidak terkena tetesan-tetesan hujan agar password bisa dibuka. Sama saja hasilnya nihil. Akhirnya HP harus berulang kali diusap-usapkan pada jaket. Danโฆ. alhamdulillah password berhasil dibuka.
Setelah telpon terhubung, seorang pembantu membukakan pintu pagar. Saya izin menaiki sepeda motor hingga ke garasi rumah agar bisa menurunkan beras dengan nyaman.
โBu, maaf. Ini tujuh sak tidak basah alhamdulillah. Tapi tiga sak ini mungkin berasnya ada yang basah karena sekedar ditutupi jas hujan. Nanti saya ke sini lagi untuk mengganti tiga sak yang basah iniโ, kataku kepada Ibu pemesan beras yang keluar menemuiku di teras rumah.
โNggak usah, Pak. Nanti biar dicek. Kalau memang basah ya biar dimasak duluanโ.
โMasyaAllah barakallahu fih baik sekali Ibu iniโ, gumamku dalam hati. โSemoga Allah membalas kebaikannyaโ.
Adzan Maghrib sudah terdengar sejak sekitar lima menit sebelumnya. Pikiranku hanya tertuju pada istri. Setelah puter balik, saya menunju simpang lima tadi. Terlihat jalan yang tadi dilalui terdapat tanda forbidden lingkaran merah dengan stret putih di tengahnya. โWaahโฆ berarti saya tidak boleh lewat situ, itu jalan satu arah, tapi istriku di situโ, gumamku dalam hati. โTerus lewat mana yah?โ.
โMas, permisi mau nanya, kalau lewat situ gak boleh?โ, tanyaku kepada penjual nasi goreng kaki lima di pinggir jalan.
โGak boleh, Pak, Itu forbiddenโ.
โTerus lewat mana, Mas?โ
โLho, Bapak mau ke mana?โ
โMau ke Mulyosariโ
โLewat situ, Mas. Nanti belok kiriโ. Dia menunjuk jalan yang tembus sampai RS. Dr. Sutomo.
โTapi, saya mau jemput istri di jalan situ, Mas. Tadi saya tinggal di mini market deket-deket Hotel Sampurnoโ,
โOhhhโฆ coba saja lewat situ. Banyak kok yang lewat situโ.
โAkankah saya melanggar peraturan lalu lintas?โ, gumamku dalam hati.
Saya tetap mencoba mendekat ke jalan yang bertanda forbidden tersebut. MasyaAllah ternyata itu jalan kembar terpisahkan oleh sungai. Jalan satunya lagi tidak terlihat karena tertutupi warung-warung.
Sepeda motor melaju ke arah balik sambil terus tengok-tengok ke kanan mencari mini market A tempat istri ditinggal. Terlihatlah mini market A. Setelah putar balik menuju ke sana, betapa hati ini berdebar-debar, istri tidak saya jumpai di situ. โBerarti bukan mini market iniโ, gumamku dalam hati.
โMas, apa ada mini market A selain ini?โ, tanyaku kepada seseorang yang sedang istrirahat di teras.
โIya, ada. Terus saja ke arah sana, paling-paling lima menitanโ, terangnya sambil menunjuk ke arah persimpangan tadi.
Saya pun mengikuti arahan tersebut. Ternyata sudah mentok di persimpangan tidak ada mini market A lagi.
Saya kembali balik arah dan ketika puter balik, ternyata saya menuju ke mini market A yang baru saja didatangi. โAllahu Akbarโฆ.kok mini market ini lagi?โ.
Bukankah posisinya setelah pertigaan? Tapi kok bukan yaโฆ.โ, menerawang kebingungan sambil menyalahkan diri sendiri, kenapa tidak โnengerinโ posisinya secara pasti. Qoddarallah.
Saya putuskan untuk kembali balik arah lebih jauh lagi, baru setelah itu menyisir setiap mini market A yang dijumpai. Sepeda motor terus melaju. Tepat di musholla pinggir jalan kuhentikan. di bawah atap terasnya ku coba menelpon istri.
โMi, Umi di mana sich?โ
โYa di mini market Aโ, terdengar memelas. โCepetan โฆ Aku menggigil kedinginan,,,, gak kuat bangetโ
โLho mini market A manaโฆ. Abi sudah dua kali ke situ gak ada Ummiโ, tanyaku kebingungan.
Betapa hati ini sedih sekali, di musholla sedang berlangsung shalat jamaah Maghrib sementara saya seperti orang linglung di pinggir jalan. Rasanya pengin bergabung shalat jamaah dulu, tapi keadaan memaksa saya untuk mempertimbangkan maslahat dan mafsadat. Tidak mungkin membiarkan istri dalam kondisi seperti itu.
Sepeda motor Kembali di-stater, terus melaju sambal tengok-tengok ke arah kanan. Setelah melewati mini market A yang didatangi dua kali tadi, saya berkeyakinan kuat kalau menjumpai mini market A berikutnya insyaallah dia di sana. Beberapa saat kemudian setelah dirasa agak jauh, terlihatlah mini market A, Kini tinggal mencari jalan puter balik. Dan benarlah ketika sudah semakin dekat tampak satu-satunya sosok wantia bercadar. Alhamdulillah.
โBiโฆ..biโฆ.biโฆ.. hiiiiiiihhiiiiโฆ.dingin banget, Bi. Umi pake jas hujannya ya?โ, mintanya memelas.
Jas hujan dilepas dan dikenakan istri. Paling tidak agar tubuhnya tidak terkena guyuran hujan lagi yang kini mulai lebat kembali dan juga terpaan angin, meskipun bajunya yang basah kuyup sudah sangat membuatnya kedinginan.
Saya mengkhawatirkan kalau sampai dia pingsan. Makanya, saya menyarankannya agar membonceng dengan posisi โmbegagahโ jangan โnyemplakโ. Dia tidak mau. Katanya kalau โmbegagahโterpaan angginnya lebih kuat yang membuatnya semakin menggigil.
Sepeda motor melaju pelan-pelan membelah genangan banjir yang menutupi jalan. Rasanya ingin ngebut biar segera sampai. Tapi, setiap kali menambah kecepatan sedikit saja istri sudah teriak-teriak. โDinginโฆ.dinginโฆ jangan banter-banter!!โ.
Saya benar-benar mengkhawatirkan kalau dia pingsan. Terlebih ketika pegangannya pada jaketku dirasa melemah. Sesekali saya panggil. Rupanya kini dia banyak diam karena tangisan yang tak terbendung. Setiap kali saya mengecek keadaan dengan menjulurkan tangan ke badannya, setiap itu pula dia teriak, โjangan sentuhโฆ. tangan Abi dingin bangetโโฆโฆ.
โMi, ini sudah dekat Mulyosari, nanti mau mampir Bu Erwadi?โ
โMau apa?โ
โBiar Ummi segera ganti bajuโ.
โGak mau ahโฆ malu kalau pinjam bajuโ.
Dengan penuh kesabaran, sepeda motor terus melaju pelan-pelan. Tidak jarang kami terkena cipratan air ke wajah dan ke tubuh pas mobil atau motor yang berpapasan melaju kencang. Plongโฆ.serasa sudah sampai begitu memasuki jalan Keputih Tegal Timur yang telah berubah menjadi โsungai dadakanโ. Padahal rumah masih lumayan jauh sekitar 700 meter lagi. Hal ini mungkin telah menghibur sementara kejiwaan dan badan yang sedang mengalami keletihan .
Sesampainya di rumah, air panas dari termos langsung ku tuang buat mandi istri, pas juga gas elpiji habis. Kami bersyukur kepada Allah โAzza wa Jalla atas penjagaan-Nya. Senang bercampur haru, tapi juga sedih karena tidak mendapatkan shalat Maghrib berjamaah. Selesai.
#Semoga kita semua selalu bersemangat mencari rizki yang halal#
Hikmah dan Pelajaran yang Bisa Diambil
- Apa yang Allah โAzza wa Jalla takdirkan pasti terjadi. Disebutkan dalam Al-Qurโan,
ู ูุง ุฃูุตูุงุจู ู ููู ู ูุตููุจูุฉู ููู ุงููุฃูุฑูุถู ููููุง ููู ุฃูููููุณูููู ู ุฅููููุง ููู ููุชูุงุจู ู ููู ููุจููู ุฃููู ููุจูุฑูุฃูููุง ุฅูููู ุฐููููู ุนูููู ุงูููููู ููุณููุฑู [ุงูุญุฏูุฏ: 22]
Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.โ (QS. Al-Hadid:22)
Pandemi virus korona berkepanjangan sebagaimana yang kita alami ini tentu sudah Allah tetapkan. Bahkan telah ditetapkan sejak 50.000 tahun sebelum Allah โAzza wa Jalla menciptakan langit dan bumi.
2. Dampak pandemi virus korona yang sedemikian dirasakan adalah musibah bagi kita semua kaum muslimin. Sikapilah musibah ini dengan sabar dan memperkuat ketaatan kepada Allah โAzza wa Jalla. Dsebutkan di dalam Al-Qurโan.
ููู ูุข ุฃูุฑูุณูููููุง ููู ููุฑูููุฉู ู ููู ูููุจูููู ุฅููููุข ุฃูุฎูุฐูููุข ุฃูููููููุง ุจููฑููุจูุฃูุณูุขุกู ูููฑูุถููุฑููุขุกู ููุนููููููู ู ููุถููุฑููุนูููู (ุงูุฃุนุฑุงู:94)
: Kami tidaklah mengutus seseorang nabipun kepada sesuatu negeri, (lalu penduduknya mendustakan nabi itu), melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan supaya mereka tunduk dengan merendahkan diri (QS. Al-Aโrof:94)
Meskipun ayat ini menginformasikan tentang adzab yang ditimpakan kepada para penentang Rasul agar mereka sadar, tetapi tentunya merupakan cambuk bagi kita juga. Karena bersamaan dengan keimanan dan keislaman yang ada pada kita, bisa jadi banyak hal yang dilanggar sehingga Allah menegur kita dengan teguran-teguran; kekurangan, sakit, kesulitan dan yang lainnya agar kita menyadari. Intinya, ketika ditimpa musibah kita harus banyak mendekatkan diri kepada Allah.
Ketahuilah!! Karakter seorang mukmin adalah tidak pernah memandang dirinya telah banyak berbuat amalan. Namun, sebaliknya memandang dirinya sebagai orang yang baru sedikit amalannya. Meskipun kenyataannya telah berbuat amalan-amalan yang sangat banyak. Juga mengkhawatirkan jika amalan-amalannya tidak diterima. Allah โAzza wa Jalla berfirman,
ููุงูููุฐูููู ููุคูุชูููู ู ูุง ุขุชูููุง ูููููููุจูููู ู ููุฌูููุฉู ุฃููููููู ู ุฅูููู ุฑูุจููููู ู ุฑูุงุฌูุนูููู [ุงูู ุคู ููู: 60]
โDan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dalam keadaan hati takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan merekaโ (QS. Al-Mukminun:60)
Di dalam Tafsir Ibnu Katsir, tentang ayat ini โAisyah radhiyallahu โanha bertanya kepada Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam,
ููุง ุฑูุณูููู ุงููููููุ {ููุงูููุฐูููู ููุคูุชูููู ู ูุง ุขุชูููุง ูููููููุจูููู ู ููุฌูููุฉู} ุ ูููู ุงูููุฐูู ููุณูุฑููู ููููุฒูููู ููููุดูุฑูุจู ุงููุฎูู ูุฑูุ ูููููู ููุฎูุงูู ุงูููููู ุนูุฒูู ููุฌููููุ ููุงูู: “ููุง ููุง ุจูููุชู ุฃูุจูู ุจูููุฑูุ ููุง ุจูููุชู ุงูุตููุฏูููููุ ููููููููููู ุงูููุฐูู ููุตููููู ููููุตููู ู ููููุชูุตูุฏููููุ ูููููู ููุฎูุงูู ุงูููููู ุนูุฒูู ููุฌูููู”.
โYa Rasulullah! โ Orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan dalam keadaan hati takut โ kok takut ? apakah karena dia pencuri? Atau pezina? Atau peminum khamr? Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam menjawab: Bukan begitu, Wahai putri Ash-Shiddiq. Justru dia itu orang shalat, berpuasa dan bershodaqoh tetapi takut kepada Allah (jangan-jangan amalannya tidak diterima)โ
3. Tidak boleh menyesali suatu tindakan yang ternyata berdampak menyusahkan atau menyulitkan atau menyusahkan. Seperti ungkapan, โCoba kalau tadi gak berangkat, gak kehujanan kayak gini lahโฆโ. Karena perbuatan semacam ini akan membuka pintu masuknya syetan. Tetapi ucapkanlah,
ููุฏููุฑู ุงูููููู ููู ูุง ุดูุงุกู ููุนููู
Sebagaimana disebutkan dalam riwayat,
ุนููู ุฃูุจูู ููุฑูููุฑูุฉูุ ููุงูู: ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู: ” ุงููู ูุคูู ููู ุงููููููููู ุฎูููุฑู ู ููู ุงููู ูุคูู ููู ุงูุถููุนููููุ ููููู ููููู ุฎูููุฑูุ ููุงุญูุฑูุตู ุนูููู ู ูุง ููููููุนูููุ ููุงุณูุชูุนููู ุจูุงูููููู ููููุง ุชูุนูุฌูุฒูุ ููุฅููู ุฃูุตูุงุจููู ุดูููุกู ููููุง ุชููููู: ูููู ููุนูููุชู ููุฐูุง ููููุฐูุงุ ูููููููู ูููู: ููุฏููุฑู ุงูููููู ููู ูุง ุดูุงุกู ููุนูููุ ููุฅูููู ูููู ุชูููุชูุญู ุนูู ููู ุงูุดููููุทูุงูู “.
โDari Abu Hurairah Radhiyallahu โanhu, beliau berkata, Rasulullah Shallallahu โalaihi wasallam bersabda:โMukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah Azza wa Jalla daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allรขh (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah. Apabila engkau tertimpa musibah, janganlah engkau berkata, Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini dan begitu, tetapi katakanlah, Ini telah ditakdirkan Allรขh, dan Allรขh berbuat apa saja yang Dia kehendaki, karena ucapan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan syaitanโ. (HR. Muslim dan Ahmad).
4. Seorang mukmin tidak boleh lemah. Sebaliknya harus selalu semangat. Mari kita renungkan katagori lemah sebagaimana yang dijelaskan oleh Syaikh Utsaimin. Menurut beliau dengan mengambil sebuah contoh, jika ada seseorang ingin mengetahui biografi seorang Shahabat tertentu. Misalnya saja Shahabat Salman Al-Farisi. Dia pun mengambil kitab siroh shahabat. Ketika kitab itu dibuka dia tidak langsung tertuju pada biografi Salman Al-Farisi, melainkan membaca biografi Shahabat yang lainnya dulu. Ini termasuk katagori mukmin yang lemah. Seharusnya dia tidak membaca siroh Shahabat siapapun sebelum Salman Al-Farisi terlebih dahulu. Karena dari awal dia ingin mengetahui siroh Salman Al-Farisi.
Allahu Akbar! Apa renungan kita terhadap penjelasan Syaikh Utsaimini ini? Ini kan perpindahan dari suatu kebaikan beralih ke sesuatu lain yang masih merupakan kebaikan juga. Dari siroh Shahabat Salman ke siroh Shahabat yang lain dulu. Namun, demikian kata beliau tindakan semacam ini masuk katagori lemah. Lalu bagaimana jika perpindahannya dari suatu kebaikan beralih ke suatu keburukan? Tentu masuk katagori sangat lemah sekali. Misalnya: sejak awal ber-azam untuk berangkat ke majlis taklim kemudian melihat tayangan televisi ada drama Korea. Akhirnya dia mengurungkan berangkat demi menonton drama Korea tersebut. Ini perpindahan dari baik ke buruk. Beliau rahimahullah menukil keteladanan dari Nabi shallallahu โalaihi wa sallam bahwa suatu ketika ada seseorang memohon Nabi agar shalat di rumahnya. Di tempat yang beliau shalat nantinya akan digunakan untuk dia shalat dan keluarganya. Setiba di rumahnya, beliau tidak menyantap hidangan yang telah disiapkan. Beliau meminta ditunjukkan tempat yang dia telah memohon untuk shalat di tempat tersebut. Setelah ditunjukkan, beliau pun shalat. Baru setelah itu beliau berkenan menyantap hidangan. Karena dari awal tujuan utama adalah untuk shalat. Hal ini disebutkan dalam riwayat,
ุนููู ุงุจููู ุดูููุงุจูุ ุฃูููู ู ูุญูู ููุฏู ุจููู ุงูุฑููุจููุนู ุงููุฃูููุตูุงุฑููููุ ุญูุฏููุซููู ุฃูููู ุนูุชูุจูุงูู ุจููู ู ูุงูููู – ูููููู ู ููู ุฃูุตูุญูุงุจู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู ู ูู ูููู ุดูููุฏู ุจูุฏูุฑูุง ู ููู ุงููุฃูููุตูุงุฑู – ุฃูููููู ุฃูุชูู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ูุ ููููุงูู: ููุง ุฑูุณูููู ุงูููู ุฅููููู ููุฏู ุฃูููููุฑูุชู ุจูุตูุฑููุ ููุฃูููุง ุฃูุตููููู ููููููู ููุ ููุฅูุฐูุง ููุงููุชู ุงููุฃูู ูุทูุงุฑู ุณูุงูู ุงููููุงุฏูู ุงูููุฐูู ุจูููููู ููุจูููููููู ู ููููู ู ุฃูุณูุชูุทูุนู ุฃูููู ุขุชููู ู ูุณูุฌูุฏูููู ู ููุฃูุตูููููู ููููู ูุ ููุฏูุฏูุชู ุฃูููููู ููุง ุฑูุณูููู ุงูููู ุชูุฃูุชูู ููุชูุตููููู ููู ู ูุตูููููุ ููุฃูุชููุฎูุฐููู ู ูุตูููููุ ููุงูู: ููููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู: ยซุณูุฃูููุนููู ุฅููู ุดูุงุกู ุงููููยปุ ููุงูู ุนูุชูุจูุงูู: ููุบูุฏูุง ุฑูุณูููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ูุ ููุฃูุจูู ุจูููุฑู ุงูุตููุฏููููู ุญูููู ุงุฑูุชูููุนู ุงููููููุงุฑูุ ููุงุณูุชูุฃูุฐููู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ูุ ููุฃูุฐูููุชู ููููุ ููููู ู ููุฌูููุณู ุญูุชููู ุฏูุฎููู ุงููุจูููุชูุ ุซูู ูู ููุงูู: ยซุฃููููู ุชูุญูุจูู ุฃููู ุฃูุตููููู ู ููู ุจูููุชูููุยป ููุงูู: ููุฃูุดูุฑูุชู ุฅูููู ููุงุญูููุฉู ู ููู ุงููุจูููุชูุ ููููุงู ู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ูุ ููููุจููุฑูุ ููููู ูููุง ููุฑูุงุกูููุ ููุตููููู ุฑูููุนูุชูููููุ ุซูู ูู ุณููููู ูุ ููุงูู: ููุญูุจูุณูููุงูู ุนูููู ุฎูุฒููุฑู ุตูููุนูููุงูู ูููู (ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู ู ู ุณูู )
โDari Ibnu Syihab, Mahmud bin Ar-Robiโ memberitahukannya bahwa ‘Itban bin Malik As-Salimi radhiallahu an’hu salah seorang yang ikut serta dalam perang Badar dari kalangan Anshor berkata: “Aku mendatangi Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam, lalu aku bertanya kepadanya: ‘Wahai Rasulullah, mataku sakit dan banjir menghalangiku untuk mendatangi masjid kaumku, hingga aku tidak dapat melaluinya. Sekiranya engkau berkehendak datang dan salat di rumahku yang bisa aku jadikan sebagai tempat salat, maka lakukanlah.”
Kemudian Nabi shallallahu โalaihi wa sallam bersabda: “Aku akan datang, insya Allah”. Maka di awal siang, Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam dan Abu Bakar radhiyallahu โanhu berangkat. Beliau minta izin dan akupun memberinya izin (masuk). Namun beliau tidak langsung duduk hingga beliau bertanya: “Tempat mana yang engkau sukai untuk aku jadikan tempat salat di rumahmu ini?”
‘Lalu aku memberi isyarat kepada beliau tempat yang aku sukai. Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam kemudian berdiri dan kami membuat shaf (barisan) di belakangnya, lalu beliau salat dua raka’at bersama kami. Setelah itu aku menghidangkan daging yang berkuah kepada mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim)
5. Keharusan berlemah lembut kepada istri. Dalam riwayat Abu Hurairah, Nabi shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ุงุณูุชูููุตููุง ุจูุงููููุณูุงุกูุ ููุฅูููู ุงููู ูุฑูุฃูุฉู ุฎูููููุชู ู ููู ุถูููุนูุ ููุฅูููู ุฃูุนูููุฌู ุดูููุกู ููู ุงูุถููููุนู ุฃูุนูููุงููุ ุฅููู ุฐูููุจูุชู ุชููููู ููู ููุณูุฑูุชูููุ ููุฅููู ุชูุฑูููุชููู ููู ู ููุฒููู ุฃูุนูููุฌูุ ุงุณูุชูููุตููุง ุจูุงููููุณูุงุกู ุฎูููุฑูุง ( ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู ูู ุณูู )
โBerwasiatlah untuk para wanita karena sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk dan yang paling bengkok dari bagian tulang rusuk adalah bagian atasnya. Jika engkau ingin meluruskan tulang rusuk tersebut maka engkau akan mematahkannya, dan jika engkau membiarkannya maka ia akan tetap bengkok, maka berwasiatlah untuk para wanitaโ (HR. Bukhari dan Muslim)
Ringkasnya, wanita itu memiliki karakter unik. Kalau dibiarkan tetap bengkok, kalau disikapi dengan keras akan patah. Jadi, harus hati-hati dalam menghadapi istri. Selain memahami karakter ini, untuk bisa tetap berlemah lembut kepada istri, suami harus memahami bahwa wanita itu lebih didominasi oleh perasaan daripada akalnya. Sebaliknya lelaki, lebih didominasi oleh akal daripada perasaannya. Untuk itu suami tidak bisa selalu mengajak istri masuk wilayah โkalkulasi logisโ, melainkan โkalkulasi perasaanโ
Uraian ini saya sampaikan untuk para suami. Tidak ketinggalan, saya juga ingin menyampaikan untuk para istri: Ketika suami Anda sudah berusaha keras untuk berlemah lembut kepada Anda dengan memahami karakter Anda, maka upayakanlah untuk bisa mengimbangi kebaikan dan kelemahlembutan suami. janganlah seperti yang terjadi pada para wanita yang jauh dari majlis ilmu, kebaikan dan kelemahlembutan suami malah dijadikan sebagai kesempatan untuk โmemerasnyaโ, selalu melonjak dan semacamnya. Inilah barangkali maksud pepatah โdikasih daging minta rempeloโ
6. ูJihad istri itu dengan setia kepada suaminya. Istri tidaklah bertanggungjawab atas nafkah rumah tangganya. Hal itu adalah kewajiban suami. Namun, istri yang setia pasti akan peka, mengerti, memahami dan siap membantu apa yang merupakan kewajiban suaminya. Insyaallah istri seperti ini akan termasuk istri yang dipersilahkan untuk memasuki Surga melalui pintu manapun yang dikehendakinya sebagaimana hal ini diberitakan oleh Nabi shallallahu โalaihi wa sallam,
ุนููู ุนูุจูุฏู ุงูุฑููุญูู ููู ุจููู ุนูููููุ ููุงูู: ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู: ” ุฅูุฐูุง ุตููููุชู ุงููู ูุฑูุฃูุฉู ุฎูู ูุณูููุงุ ููุตูุงู ูุชู ุดูููุฑูููุงุ ููุญูููุธูุชู ููุฑูุฌูููุงุ ููุฃูุทูุงุนูุชู ุฒูููุฌูููุง ููููู ููููุง: ุงุฏูุฎูููู ุงููุฌููููุฉู ู ููู ุฃูููู ุฃูุจูููุงุจู ุงููุฌููููุฉู ุดูุฆูุชู ” (ู ุณูุฏ ุฃุญู ุฏ)
7. Kita harus senang dengan turunnya hujan karena ia adalah rahmat.
ูููููู ุงูููุฐูู ููุฑูุณููู ุงูุฑููููุงุญู ุจูุดูุฑูุง ุจููููู ููุฏููู ุฑูุญูู ูุชููู ุญูุชููู ุฅูุฐูุง ุฃููููููุชู ุณูุญูุงุจูุง ุซูููุงูุงู ุณูููููุงูู ููุจูููุฏู ู ูููููุชู ููุฃููุฒูููููุง ุจููู ุงููู ูุงุก ููุฃูุฎูุฑูุฌูููุง ุจููู ู ูู ููููู ุงูุซููู ูุฑูุงุชู ููุฐููููู ููุฎูุฑูุฌู ุงููู ููุชูู ููุนููููููู ู ุชูุฐููููุฑูููู) ุงูุฃุนุฑุงู: 57(
โDan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaranโ (QS. Al-A’rof:57)
Perhatikanlah! Allah โAzza wa Jalla menyebut hujan dengan rahmat. Pantaskah kita bersedih ketika hujan turun? Sekali-kali tidak. Untuk itu kita tidak boleh lupa untuk membaca doa ketika turun hujan agar jangan sampai menjadi adzab. Doanya berikut ini sebagaimana disebutkan dalam Hadits Nabi shallallahu โalaihi wa sallam,
ุนููู ุนูุงุฆูุดูุฉูุ ุฃูููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุงูู ุฅูุฐูุง ุฃูู
ูุทูุฑูุ ููุงูู: ยซุงููููููู
ูู ุงุฌูุนููููู ุตููููุจูุง ููุงููุนูุงยป
(ุฑูุงู ุงููุณุงุฆู)
โdAri โAisyah bahwa Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam jika turun hujan, beliau membaca: Ya Allah! Jadikanlah ia hujan yang bermanfaatโ (HR. Bukhari)
Bisa juga dengan lafazh,
ุนููู ุนูุงุฆูุดูุฉู ุฑูุถููู ุงูููููู ุนูููููุง ……. ููุฅููู ู ูุทูุฑูุชู ููุงูู: ยซุงููููููู ูู ุตููููุจูุง ููุงููุนูุงยป (ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู)
โDari โAisyah radhiyallahu โahhaโฆ..Jika hujan, beliau shallalllahu โalaihi wa sallam membaca: Ya Allah! Hujan yang bermanfaatโ (HR. Bukhari)
8. Seorang muslim tidak boleh putus asa terhadap rintangan apapun yang sedang dihadapinya. Sebaliknya dia harus bersabar darinya. Karena putus asa adalah sifat orang kafir. Allah โAzza wa Jalla berfirman,
ููููุง ุชูููุฃูุณููุง ู ููู ุฑูููุญู ุงูููููู ุฅูููููู ููุง ููููุฃูุณู ู ููู ุฑูููุญู ุงูููููู ุฅููููุง ุงููููููู ู ุงููููุงููุฑูููู (ููุณู:87)
dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir” (QS. Yusuf:87)
9. Jangan malu bertanya jika Anda tidak tahu tentang suatu daerah kepada orang yang diperkirakan sebagai penghuninya atau orang yang diperkirakan mengenali daerah tersebut. Disebutkan di dalam Al-Qurโan tetang kisah saudara-saudara Yusuf โalaihissalam yang berusaha meyakinkan ayahnya,
ููุงุณูุฃููู ุงููููุฑูููุฉู ุงูููุชูู ูููููุง ูููููุง ููุงููุนููุฑู ุงูููุชูู ุฃูููุจูููููุง ูููููุง (ููุณู:82)
โDan tanyalah (wahai ayah kami), kepada penduduk mesir dan siapa saja yang bersama kami dalam rombongan khalifah yang kami berada bersama merekaโ (QS. Yusuf:82)
10. Jadilah penjual atau pembeli yang memudahkan. Karena hal itu akan mendatangkan rahmat Allah โAzza wa Jalla. Disebutkan dalam riwayat,
ุนููู ุฌูุงุจูุฑู ุจููู ุนูุจูุฏู ุงููููููุ ููุงูู: ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ู: ุฑูุญูู ู ุงูููููู ุนูุจูุฏูุง ุณูู ูุญูุง ุฅูุฐูุง ุจูุงุนูุ ุณูู ูุญูุง ุฅูุฐูุง ุงุดูุชูุฑููุ ุณูู ูุญูุง ุฅูุฐูุง ุงููุชูุถูู (ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู)
โDari Jabir bin Abdillah, dia berkata: Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda: Allah merahmati seorang hamba yang penuh toleransi/memudahkan ketika menjual dan membeli dan juga ketika memutuskanโ (HR. Bukhari)
Sebagai penjual lakukanlah pelayanan untuk pembeli dengan baik dalam segala hal. Seperti: jujur, keterusterangan tentang kondisi barang, penyambutan yang ramah, โfriendlyโ, menepati janji, menyempurnakan timbangan dan lain-lain sehingga pembeli merasakan kenyamanan. Demikian pula sebagai pembeli meskipun pembeli itu โrajaโ tapi janganlah semena-mena sehingga penjual merasa tidak direpotkan dan dibebani atau hal-hal lainnya yang mengganggu hatinya.
11. Ketika melihat sesuatu yang menyenangkan atau mengagumkan hendaknya mengucapkan โmaa syaa-a Allahโ dan โBaarakallahu fihโ sebagaimana disebutkan dalam Al-Qurโan dan Hadits,
ููููููููุง ุฅูุฐู ุฏูุฎูููุชู ุฌููููุชููู ููููุชู ู ูุง ุดูุงุกู ุงูููููู ููุง ูููููุฉู ุฅููููุง ุจูุงูููููู ุฅููู ุชูุฑููู ุฃูููุง ุฃูููููู ู ููููู ู ูุงููุง ููููููุฏูุง ([ุงูููู: 39]
โDan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu “maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunanโ (QS. Al-kahfi:39)
ุฅูุฐูุง ุฑูุฃูู ุฃูุญูุฏูููู ู ุดูููุฆูุง ููุนูุฌูุจููู ููููููุจูุฑูููู ููุฅูููู ุงููุนููููู ุญููู (ุงูู ุณุชุฏุฑู ุนูู ุงูุตุญูุญูู ููุญุงูู )
โJika seseorang di antara kalain meliahat sesuatu yang mengagumkannya maka hendaklah dia berdoa dengan keberkahan, karena sesungguhnya โain itu haqโ (Al-Mustadrok โala-sh-shohihaini lil Hakim)
12. Ketika melihat atau mengalami sesuatu yang mengagetkan atau dipandangnya perkara besar, maka ucapkanlah โSubhanallahโ atau โAllahu Akbarโ. Sebagaimana disebutkan di dalam riwayat,
ุนููู ุฃูุจูู ููุฑูููุฑูุฉู ุฑุถู ุงููู ุนูู: “ุฃูููู ุงููููุจูููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ูููููููู ููู ุจูุนูุถู ุทูุฑูููู ุงูู ูุฏููููุฉู ูููููู ุฌูููุจูุ ููุงููุฎูููุณูุชู ู ููููู. ููุฐูููุจู ููุงุบูุชูุณููู ุซูู ูู ุฌูุงุกูุ ููููุงูู: ยซุฃููููู ููููุชู ููุง ุฃูุจูุง ููุฑูููุฑูุฉูุยป ููุงูู: ููููุชู ุฌูููุจูุงุ ููููุฑูููุชู ุฃููู ุฃูุฌูุงููุณููู ููุฃูููุง ุนูููู ุบูููุฑู ุทูููุงุฑูุฉู. ููููุงูู: ุณูุจูุญูุงูู ุงูููููู! ุฅูููู ุงูู ูุณูููู ู ูุงู ููููุฌูุณู (ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู)
โDari Abu Hurairah, bahwa Nabi ๏ทบ pernah berjumpa dengannya di salah satu jalan Madinah, sementara ia dalam keadaan junub.โ
Abu Hurairah berkata, โAku malu dan pergi diam-diamโ lalu pergi mandi dan kembali lagi setelah itu, beliau lalu bertanya: โKemana saja kamu tadi wahai Abu Hurairah?โ Dia menjawab: โAku tadi junub. Dan aku tidak nyaman bersamamu sedang aku dalam keadaan tidak suci.โ Beliau pun bersabda:
โSubhaanallah! Sesungguhnya seorang Muslim itu tidak itu najis.โ (HR. Bukhari)
ุนููู ุฃูููุณู ุฑุถู ุงููู ุนูู: “ุฃูููู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู ยซุนูุงุฏู ุฑูุฌูููุง ู ููู ุงููู ูุณูููู ููููยป ููุฏู ุฎูููุชู ููุตูุงุฑู ู ูุซููู ุงููููุฑูุฎูุ ููููุงูู ูููู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู : ยซูููู ููููุชู ุชูุฏูุนูู ุจูุดูููุกู ุฃููู ุชูุณูุฃููููู ุฅููููุงููุยป ููุงูู: ููุนูู ูุ ููููุชู ุฃูููููู: ุงููููู ูู ู ูุง ููููุชู ู ูุนูุงููุจูู ุจููู ููู ุงููุขุฎูุฑูุฉูุ ููุนูุฌูููููู ููู ููู ุงูุฏููููููุง. ููููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู : ยซุณูุจูุญูุงูู ุงูููู! ููุง ุชูุทูููููู -ุฃููู ููุง ุชูุณูุชูุทููุนููู- ุฃูููููุง ููููุชู: ุงููููู ูู ุขุชูููุง ููู ุงูุฏููููููุง ุญูุณูููุฉู ููููู ุงููุขุฎูุฑูุฉู ุญูุณูููุฉูุ ููููููุง ุนูุฐูุงุจู ุงููููุงุฑูยป. ููุงูู: ููุฏูุนูุง ุงูููู ููููุ ููุดูููุงูู”. (ุฑูุงู ู ุณูู )
โSesungguhnya rasulullah shallallahu โalaihi wasallam pernah menjenguk seorang sahabat yang telah kurus bagaikan anak burung (karena sakit). Rasulullah shallallahu โalaihi wasallam bertanya, โApakah kamu berdoโa atau meminta sesuatu kepada Allah?โ Ia berkata, โYa, aku berdoโa/meminta kepada Allah, โYa Allah siksa yang kelak Engkau berikan kepadaku di akhirat segerakanlah untukku di dunia.โ Rasulullah shallallahu โalaihi wasallam bersabda, โSubhanallah, kamu tidak akan mampu menanggungnya. Mengapa kamu tidak mengucapkan, โYa Allah berikan kepada kami di dunia kebaikan dan di akhirat kebaikan dan peliharalah kami dari adzab Neraka.โ Maka orang itupun berdoโa dengannya. Allah pun menyembuhkannyaโ (HR Muslim).
ุนู ุฃุจู ููุงููุฏู ุงููููููุซูููู – ููููุงูู ู ููู ุฃูุตูุญูุงุจู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู – ุฃูููููู ููููููู: ููู ููุง ุงููุชูุชูุญู ุฑูุณูููู ุงูููููู ู ููููุฉูุ ุฎูุฑูุฌู ุจูููุง ู ูุนููู ููุจููู ููููุงุฒูููุ ุญูุชููู ู ูุฑูุฑูููุง ุนูููู ุณูุฏูุฑูุฉู ุงูููููููุงุฑู: ุณูุฏูุฑูุฉู ููุนูููููููู ุญูููููููุงุ ููููุฏูุนููููููุง ุฐูุงุชู ุฃูููููุงุทูุ ููููููุง: ููุง ุฑูุณูููู ุงููููููุ ุงุฌูุนููู ููููุง ุฐูุงุชู ุฃูููููุงุทู ููู ูุง ููููู ู ุฐูุงุชู ุฃูููููุงุทูุ ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู: “ุงูููููู ุฃูููุจูุฑูุ ุฅููููููุง ุงูุณููููููุ ููุฐูุง ููู ูุง ููุงููุชู ุจูููู ุฅูุณูุฑูุงุฆูููู ููู ููุณูู: ุงุฌูุนููู ููููุง ุฅูููููุง ููู ูุง ููููู ู ุขููุฉุ ูุงู: ุฅููู ููู ุชุฌูููู” ุซูู ูู ููุงูู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู: “ุฅููู ูุชุฑูุจู ุณูู ู ู ูุจููู ” (ุตุญูุญ ุงุจู ุญุจุงู)
“Dari Abu Waqid Al Laitsi (salah seorang Sahabat Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam), ia berkata: Setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membebaskan kota Mekkah, beliau berangkat bersama kami menuju Hawazan, sampai kami melintasi sebuah pepohonan kaum kafir, pada pohon tersebut mereka duduk di sekelilingnya dan mereka memberinya nama โDzat Anwathโ, kami berkata: Wahai Rasulullah, buatkan kami โDzat Anwathโ seperti โDzat Anwathโ milik mereka!
Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allahu Akbar! ini adalah sunan, ini seperti yang dikatakan kaum Bani Israil kepada Musa: {“Hai Musa. buatlah untuk kami sebuah Tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa Tuhan (berhala}. Kemudian Rasulullah shallallahu โalaihi wasallam bersabda: Sungguh kalian akan melakukan perilaku-perilaku orang sebelum kalian.” [Shahih Ibnu Hibban]
13. Termasuk akhlak tinggi adalah tidak meminta atau barang kepada orang lain sehingga ketergantungan hati hanya kepada Allah saja. Kecuali kalau diberi, tidak meminta maka diterima. Sebagaimana petunjuk Nabi kepada Umar bin Khoththob radhiyallahu โanhu,
ุญุฏูุซ ุนูู ูุฑ ุฑูุถููู ุงูููููู ุนููููู ุฃูู ูููู : ููุงูู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ูุ ููุนูุทููููู ุงููู ูุงููุ ููุฃูููููู ุฃูุนูุทูููุ ู ููู ูููู ุฃูููููุฑู ุฅููููููู ู ูููููุ ููุฅูููููู ุฃูุนูุทูุงููู ู ูุฑููุฉู ู ูุงููุงุ ููููููุชู ููููุ ุฃูุนูุทูููุ ู ููู ูููู ุฃูุญูููุฌู ุฅููููููู ู ูููููุ ููููุงูู: ยซู ูุง ุขุชูุงูู ุงูููููู ุนูุฒูู ููุฌูููู ู ููู ููุฐูุง ุงููู ูุงูู ู ููู ุบูููุฑู ู ูุณูุฃูููุฉูุ ููููุง ุฅูุดูุฑูุงููุ ููุฎูุฐูููุ ููุชูู ููููููููุ ุฃููู ุชูุตูุฏูููู ุจูููุ ููู ูุง ููุง ููููุง ุชูุชูุจูุนููู ููููุณูููยป (ุณูู ุงููุณุงุฆู)
โHadits Umar[ radliallahu ‘anhu, ia berkata; dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memberiku harta, lalu aku mengatakan; berikan kepada orang yang lebih membutuhkannya daripada diriku. Dan beliau suatu kali memberiku harta, lalu aku mengatakan kepadanya; berikan kepada orang yang lebih membutuhkan kepadanya daripada diriku. Maka beliau bersabda: “Apa yang telah Allah Azza wa Jalla berikan kepadamu tidak karena meminta dan tidak karena ketamakan maka ambillah, kemudian kembangkan atau sedekahkan, dan yang tidak demikian maka janganlah engkau perturutkan dirimu.” (Sunan An-Nasaโi)
Juga tidak meminta bantuan atau pertolongan. Nabi shallallahu โalaihi wa sallam telah membaiโat kepada beberapa Shahabat untuk tidak pernah meminta apapun kepada orang lain. Sebagaimana disebutkan dalam riwayat,
ุนููู ุนููููู ุจููู ู ูุงูููู ุงููุฃูุดูุฌูุนููููุ ููุงูู: ูููููุง ุนูููุฏู ุฑูุณูููู ุงูููู ุตููููู ุงูููู ุนููููููู ููุณููููู ูุ ุชูุณูุนูุฉู ุฃููู ุซูู ูุงููููุฉู ุฃููู ุณูุจูุนูุฉูุ ููููุงูู: ยซุฃูููุง ุชูุจูุงููุนูููู ุฑูุณูููู ุงููููุยป ูููููููุง ุญูุฏููุซู ุนูููุฏู ุจูุจูููุนูุฉูุ ููููููููุง: ููุฏู ุจูุงููุนูููุงูู ููุง ุฑูุณูููู ุงููููุ ุซูู ูู ููุงูู: ยซุฃูููุง ุชูุจูุงููุนูููู ุฑูุณูููู ุงููููุยป ููููููููุง: ููุฏู ุจูุงููุนูููุงูู ููุง ุฑูุณูููู ุงููููุ ุซูู ูู ููุงูู: ยซุฃูููุง ุชูุจูุงููุนูููู ุฑูุณูููู ุงููููุยป ููุงูู: ููุจูุณูุทูููุง ุฃูููุฏูููููุง ููููููููุง: ููุฏู ุจูุงููุนูููุงูู ููุง ุฑูุณูููู ุงููููุ ููุนูููุงู ู ููุจูุงููุนูููุ ููุงูู: ยซุนูููู ุฃููู ุชูุนูุจูุฏููุง ุงูููู ููููุง ุชูุดูุฑููููุง ุจููู ุดูููุฆูุงุ ููุงูุตููููููุงุชู ุงููุฎูู ูุณูุ ููุชูุทููุนููุง – ููุฃูุณูุฑูู ููููู ูุฉู ุฎููููููุฉู – ููููุง ุชูุณูุฃููููุง ุงููููุงุณู ุดูููุฆูุงยป ููููููุฏู ุฑูุฃูููุชู ุจูุนูุถู ุฃููููุฆููู ุงููููููุฑู ููุณูููุทู ุณูููุทู ุฃูุญูุฏูููู ูุ ููู ูุง ููุณูุฃููู ุฃูุญูุฏูุง ููููุงูููููู ุฅููููุงูู (ุตุญูุญ ู ุณูู )
โDari Auf bin Malik Al Asyja’i ia berkata; Kami pernah berada dekat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam selama sembilan atau delapan atau tujuh hari. Saat kami hendak berpisah, beliau bersabda: “Apakah kalian tidak berbai’at kepada Rasulullah?” Ketika itu kami baru saja berbai’at kepada beliau, maka kami pun menjawab, “Sesungguhnya kami telah berbai’at kepadamu wahai Rasulullah.” Kemudian beliau bertanya lagi: “Apakah kalian tidak berbai’at kepada Rasulullah?” kami menjawab, “Sungguh, kami telah berbai’at kepada Anda wahai Rasulullah.” Beliau mengulangi pertanyaannya: “Apakah kalian tidak berbai’at kepada Rasulullah?” Maka kami pun mengulurkan tangan sambil berujar, “Sesungguhnya kami telah berbai’at kepada Tuan, lalu atas apa lagi kami berbai’at kepada Tuan wahai Rasulullah?” beliau menjawab, “Bahwa kalian akan menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun juga, akan menegakkan shalat lima waktu, akan berlaku patuh kemudian beliau melirihkan perkataannya: dan tidak akan meminta sesuatupun kepada orang banyak.” Auf berkata; Aku pernah melihat sebagian dari mereka itu suatu saat cambuknya jatuh, tetapi ia tidak meminta tolong sedikit pun kepada orang lain untuk mengambilkannya.” (Shahih Muslim)
Namun, jika dalam kondisi darurat terlebih orang yang akan dimintai bantuan tidak merasa keberatan bahkan senang, maka boleh. Sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Utsaimin dalam Syarh Al-Arbaโin An-Nawawiyyah. Beliau menukil tentang daging yang disedekahkan kepada Barirah,
ุฏูุฎููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู ู ููุจูุฑูู ูุฉู ุนูููู ุงููููุงุฑู ููููุฑููุจู ุฅููููููู ุฎูุจูุฒู ููุฃูุฏูู ู ู ููู ุฃูุฏูู ู ุงููุจูููุชู ููููุงูู ุฃูููู ู ุฃูุฑู ุงููุจูุฑูู ูุฉู ููููููู ููุญูู ู ุชูุตูุฏูููู ุจููู ุนูููู ุจูุฑููุฑูุฉู ููุฃูููุชู ููุง ุชูุฃููููู ุงูุตููุฏูููุฉู ููุงูู ูููู ุนูููููููุง ุตูุฏูููุฉู ููููููุง ููุฏููููุฉู (ุฑูุงู ุงูุจุฎุงุฑู)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam masuk sementara periuk berada di atas api, lalu beliau pun disuguhkan roti beserta lauk. Maka beliau bersabda: “Bukankah tadi aku melihat periuk?” dikatakanlah pada beliau, “Periuk itu berisikan daging yang disedekahkan kepada Barirah, sementara Anda tidak makan sedekah.” Beliau bersabda: “Baginya sedekah, tetapi bagi kita adalah hadiah.” (HR. Bukhari)
Syaikh Utsaimin menjelaskan bahwa dalam Hadits ini Nabi shallallahu โalaihi wa sallam yakin bahwa Barirah akan bersuka cita kalau diminta, maka Nabi menyampaikan ungkapan yang maknanya adalah meminta “Baginya sedekah, tetapi bagi kita adalah hadiah.” Maka jika kamu tahu bahwa permintaanmu menyenangkan temanmu maka tidak mengapa.
14. Mempertimbangkan sisi maslahat dan mafsadat.
Jika kita dihadapkan pada dua keadaan yang masing-masing berdampak pada mafsadat (kerusakan) maka kedepankanlah yang lebih ringan mafsadatnya. Kaedah menyatakan:
ุฅุฐุง ุชุนุงุฑุถ ู ูุณุฏุชุงู ุฑูุนู ุฃุนุธู ูู ุง ุถุฑุฑูุง ุจุงุฑุชูุงุจ ุฃุฎููู ุง
Apabila ada dua mafsadat bertentangan, maka yang harus diperhatikan adalah mafsadat yang mudharatnya lebih besar, dengan melakukan mudharat yang lebih ringan.
Contoh: dua keadaan yang saya hadapi; antara mengikuti shalat jamaah Maghrib dengan membiarkan istri menunggu di mini market menggigil nan kedinginan
ataukah
segera mencari keberadaan istri lalu menjemput dan membawanya pulang agar segera terbebas dari kondisinya yang memudharatkan dengan terlewatkan shalat jamaah?
Jawabannya:
Terlewatkan shalat jamaah itu mafsadat, demikian juga membiarkan istri dengan kondisisi sedemikian rupa juga mafsadat. Maka manakah yang lebih ringan mafsadat-nya? Tentu terlewatkan dari shalat jamaah itu lebih ringan mafsadat-nya.
15. Mengupayakan amalan yang istiqomah. Karena jika suatu amalan telah di- istiqomah-i ketika ada udzur sehingga kita tidak mengerjakannya maka tetap dicatat di sisi Allah mendapatkan pahala sebagaimana mengamalkan dengan semestinya. Padahal kita tidak mengamalkannya. Nabi shallallahu โalaihi wa sallam bersabda dalam Hadits Abu Musa:
ุฅูุฐูุง ู ูุฑูุถู ุงููุนูุจูุฏู ุฃููู ุณูุงููุฑู ููุชูุจู ูููู ู ููู ุงููุฃูุฌูุฑู ู ูุซููู ู ูุง ููุงูู ููุนูู ููู ู ููููู ูุง ุตูุญููุญูุง (ุฑูุงู ุฃุญู ุฏ ู ุงูุจุฎุงุฑู)
โJika seorang hamba sakit atau musafir dicatat baginya pahala sebagaimana ia mengerjakannya (suatu amalan) ketika kondisi mukim (tidak safar) atau sehat (HR. Ahmad dan Bukhari)
Judul buku : Sepenggal Kisah Penjual Beras
Penulis : Muhammad Nur Yasin Zain, Lc.Hafizhahullah
(Pengasuh Pesantren Mahasiswa Thaybah Surabaya)
