Search
Saturday 20 July 2019
  • :
  • :

Tidak ‘Uzlah (Mengucilkan diri) Tapi bersikap ‘Uzlah (Part 3)

Abul ‘Aliyah di saat terjadi fitnah antara Ali dan Muawiyah radhiyallahu ‘anhuma mengatakan:

“Saat itu aku adalah seorang pemuda yang sangat mencinta peperangan. Perang lebih aku sukai daripada makanan lezat. Aku sendiri sudah mempersiapkan diri dengan persiapan yang prima. Begitu aku mendatangi lokasi, ternyata yang ada adalah dua pasukan besar muslim yang saling berhadapan. Ketika yang satu bertakbir maka yang satunya lagi bertakbir. Ketika yang satu bertahlil maka yang satunya lagi juga demikian. Aku berbicara pada diriku: ‘Mana di antara dua pasukuan itu yang terjebur pada kekafiran?’ Lalu, akupun pulang meninggalkan mereka”
.
Lihatlah Abul ‘Aliyah, dia tidak mengikuti hawa nafsunya. Padahal jiwanya sangat senang berperang. Perang baginya lebih dicintai daripada makanan lezat. Namun, ketika perkara ini baginya tidak jelas maka diapun memastikan diri untuk menjauhkan darinya. Inilah sikap ‘uzlah. Allahu A’lam

Silahkan share, semoga bermanfaat

Marilah menjadi donatur YNF,
Bank Syariah Mandiri norek 7036976009 an. Yayasan Nidaul Fithrah. Konfirmasi: 081 331 232 795. Barakallahu fikum
Kunjungi website kami www.nidaulfithrah.com

🖊 Muhammad Nur Yasin, Pengsuh Pesantren Mahasiswa THAYBAH Yayasan Nidaul Fithrah (YNF) Surabaya