Search
Monday 27 May 2019
  • :
  • :

Nama Allah As-Salam

Nama Allah As-Salam (السَّلَام)

Berikut ini saya ringkaskan dari buku yang saya tulis.

As-Salaam (السَّلَام) adalah bentuk kata mashdar (noun/ kata benda) yang bermakna fa’il (فَاعِل) alias subjek/pelaku . Jadi, As-Salaam (السَّلَام) maknanya As-Saalim (السَّالِم) artinya Yang Selamat. Sebagaimana Lailatul Qodar disebut dengan As-Salaam (السَّلَام),
سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (القدر:5)

Artinya As-Saalim (السَّالِم), maksudnya adalah yang selamat dari keburukan. Bahkan malam lailatul qodar itu seluruhnya kebaikan tidak ada keburukan padanya.

• Berikut ini penjelasan Al-Imam Ibnul Qoyyim kurang lebihnya;

Allah adalah Dzat Yang Selamat dari istri dan anak. Selamat dari kesamaan dengan makhluk. Selamat dari persekutuan. Jika Anda memperhatikan seluruh sifat-sifat kesempurnaan-Nya *niscaya Anda akan mendapati seluruh sifat tersebut selamat dari sifat kebalikannya.

Hidup-Nya selamat dari kematian, ngantuk dan tidur. Qoyyumiyah-Nya (senantiasa mengurus makhluk) dan kekuasaan-Nya selamat dari capek dan letih. Ilmu-Nya selamat dari terlewatkan-Nya sesuatu, lupa, membutuhkan ingatan dan pemikiran.

Kehendaknya selamat dari ketiadaan hikmah dan kemaslahatan. Firman-Nya selamat dari dusta dan kezhaliman bahkan firman-Nya itu merupakan kesempurnaan atas kebenaran dan keadilan-Nya.

Maha Kaya-Nya selamat dari hajat kepada selain-Nya dari sisi apapun. Setiap makhluk membutuhkan-Nya, sementara Dia sedikitkpun tidak membutuhkan makhluk-Nya. Kerajaan-Nya selamat dari pertentangan di dalamnya, dan selamat dari perserikatan dan bantuan-bantuan.

Ketuhanan-Nya selamat dari unsur-unsur persekutuan. Dia adalah Dzat Yang berhak diibadahi yang tidak ada persekutuan di dalamnya. Kelembutan-Nya, permaafan-Nya, dan ampunan-Nya selamat dari suatu kepentingan apapun atau karena suatu kerendahan.

Kelembutan-Nya, permaafan-Nya dan ampunan-Nya itu sempurna (terlepas dari apapun yang mempengaruhi).

Adzab-Nya, siksaan-Nya, dan cepat-Nya menghakimi selamat dari kezhaliman dan kesewang-wenangan bahkan merupakan kesempurnaan dari kebijaksanaan, keadilan-Nya dan penempatan sesuatu pada tempatnya. Oleh karena itu Dia lah yang sesungguhnya berhak dipuji.

Ketetapan-Nya selamat dari kesia-siaan, kezhaliman, dan kesewenangan. Syariat dan agama-Nya selamat dari kontradiksi di dalamnya.

Pemberian-Nya selamat dari unsur barter dan suatu kepentingan dari makhluk-Nya. Menahan-Nya (tidak memberi) selamat dari bakhil dan pailit. Justru Pemberian-Nya itu semata-mata karena sempurna kebaikan-Nya. Dan Menahan-Nya itu semata-mata karena sempurna keadilan dan kebijaksanaan-Nya.

Keberadaan dan ketinggian-Nya di atas ‘arsy selamat dari apapun yang menopang keberadaan dan ketinggian-Nya. Dia ‘Azza wa Jalla selamat dari sesuatu yang melingkupi-Nya. Keberadaan-Nya tidak terbatasi oleh sesuatu apapun. Dia tidak butuh ‘arsy dan malaikat pembawanya. ‘Arsy dan para Malaikat pembawanya lah yang membutuhkan-Nya. Dia sedikitpun tidak membutuhkan kepada makhluk apa pun. Jadi, keberadaan-Nya di atas ‘arsy selamat dari apa yang dikatakan oleh kelompok mu’aththilah (meniadakan sifat bagi Allah) dan musyabbihah (menyerupakan sifat Allah dengan sifat makhluk).

Perlindungan-Nya kepada para wali-Nya selamat dari kerendahan sebagaimana perlindungan makhluk kepada makhluk karena suatu kepentingan. Perlindungan-Nya kepada para wali-Nya semata-mata karena kesempurnaan rahmat dan kebaikan-Nya. Sebagaimana Allah berfirman,

وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ وَلِيٌّ مِنَ الذُّلِّ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًا (الإسراء:111)

Dan katakanlah: Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak (pula) mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan tidak memerlukan penolong dari kehinaan. Dan agungkanlah Dia seagung-agungnya. (QS. Al-Isra’:111)

Cinta-Nya kepada para wali-Nya selamat dari barter sebagaimana cintanya makhluk kepada makhluk yang tidak lepas dari suatu kepentingan.

Tangan dan Wajah-Nya selamat dari apa yang dibayangkan oleh manusia [selesai]. Allahu A’lam
Silahkan share, semoga bermanfaat

Marilah menjadi donatur YNF,
Bank Syariah Mandiri norek 7036976009 an. Yayasan Nidaul Fithrah. Konfirmasi: 081 331 232 795. Barakallahu fikum
Kunjungi website kami www.nidaulfithrah.com

🖊 Muhammad Nur Yasin, Ketua Yayasan Nidaul Fithrah (YNF) Surabaya