Search
Tuesday 11 December 2018
  • :
  • :

Makna Nama Allah Al-Muqoddim (المُقَدِّمُ) dan Al-Muakhkhir (المُؤَخِّرُ)

Makna Nama Allah Al-Muqoddim (المُقَدِّمُ) dan Al-Muakhkhir (المُؤَخِّرُ)

A.Penyebutan Kedua Nama ini dalam Nash

Kedua nama ini tidak disebutkan di dalam Al-Qur’an, tetapi disebutkan di dalam Hadits,

عن موسى الأشعري رضي الله عنه قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول : اللهم إني أستغفرك لما قدمت و ما أخرت و ما أعلنت وما أسررت أنت المُقَدِّمُ و أنت المُؤَخِّرُ و أنت على كل شيء قدير (المستدرك على الصحيحين للحاكم)

“Dari Musa al- Asy-‘ary radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan: Ya Allah, sesungguhnya saya memohon kepada ampunan kepada-Mu atas (dosa) yang telah kuperbuat dan yang kutunda, apa yang aku terang-terangan dan aku sembunyikan. Engkau lah Al-Muqoddim (Yang Mendahulukan) dan Engkau Al-Muakhkhir (Yang Mengakhirkan) dan Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu” (Al-Mustadrok ‘alash Shohihaini lil Hakim)

عن عَلِىِّ بْنِ أَبِى طَالِبٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنَّهُ كَانَ ….ثُمَّ يَكُونُ مِنْ آخِرِ مَا يَقُولُ بَيْنَ التَّشَهُّدِ وَالتَّسْلِيمِ « اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ وَمَا أَسْرَفْتُ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّى أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ ».(رواه مسلم)

“Dari Ali bin Abi Tholib, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam….. beliau membaca di akhir antara tasyahhud dan salam: Ya Allah ampunilah untukku apa (dosa) yang telah aku perbuat dan yang apa yang aku tunda, apa yang aku rahasiakan dan apa yang aku terang-terangkan, apa (yang aku perbuat dengan) berlebihan, dan (dosa) apa saja yang Engkau lebih tahu dariku. Engkaulah Dzat Yang Mendahulukan dan Yang Mengakhirkan, tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau” (HR. Muslim)
B.Makna Al-Muqoddim (المُقَدِّمُ) dan Al-Muakhkhir (المُؤَخِّرُ) secara bahasa

Al-Muqoddim (المُقَدِّمُ) artinya yang mendahului/mendahulukan. Adapun Al-Muakhkhir (المُؤَخِّرُ) adalah kebalikannya yaitu mengakhiri/mengakhirkan.

C.Makna Al-Muqoddim (المُقَدِّمُ) dan Al-Muakhkhir (المُؤَخِّرُ) pada nama Allah

Al-Khuthobi mengatakan kurang lebihnya berikut ini: Tidaklah Allah mendahulukan atau mengakhirkan sesuatu kecuali hal itu sesuai pada tempat yang semestinya,
• Dia Al-Muqoddim (المُقَدِّمُ), mendahulukan takdir-takdir seluruh makhluk sebelum menciptakannya. Mendahulukan (mengutamakan) para hamba-hamba-Nya dari kalangan para wali atas manusia yang lainnya. Mengangkat derajat sebagian manusia atas manusia yang lainnya. Mendahulukan orang-orang tertentu dengan taufiq-Nya hingga mencapai kedudukan tinggi atas orang lainnya.

• Al-Muakhkhir (المُؤَخِّرُ), mengakhirkan derajat-derajat orang yang dikehendakinya atas manusia lainnya. Menunda sesuatu untuk tidak terjadi terlebih dahulu, karena ilmu-Nya bahwa dengan ditundanya tidak lain untuk suatu hikmah. Tidak ada yang bisa mendahulukan apa saja yang Dia akhirkan, sebaliknya tidak ada yang bisa mengakhirkan apa saja yang Dia dahulukan.

An-Nawawi rahimahullahu mengatakan:Dia mendahulukan seseorang meraih rahmat-Nya dengan taufiq-Nya, dan mengakhirkan seseorang lainnya dari rahmat-Nya karena kehinaannya.

Ibnul Qoyyim mengatakan: Allah ketika mendahulukan atau mengakhikan sesuatu, adakalanya secara kauniyyah dan juga secara syar’iyyah. Contoh:
• Secara kauniyyah, misalnya: mendahulukan suatu ikhtiar sebelum hasil. Mendahulukan suatu sebab sebelum akibat. Mendahulukan persyaratan sebelum tujuan. (Contoh dari saya, Penulis) mengakhirkan musibah karena adanya ikhtiar manusia. Menunda panennya petani karena dia berbuat lalai.

• Secara syar’iyyah, misalnya: mengutamakan para Nabi atas sekalian manusia. Meninggikan keutamaan sebagian Nabi atas nabi lainnya. Mengutamakan sebagian hamba atas hamba lainnya dalam hal ilmu, iman dan amal, sebaliknya mengakhirkan mereka dalam hal ilmu, iman, dan amal atas manusia lainnya karena suatu hikmah.

D.Tadabbur
Tentu kita ingin didahulukan dalam hal keutamaan, derajat, kedudukan dan semisalnya. Pada saat yang sama kita ingin dihindarkan dari perkara-perkara kehinaan yang semestinya menimpa kita. Bagaimana caranya? Lakukanlah upaya-upayanya. Karena dari nama-Nya Al-Muqoddim (المُقَدِّمُ) dan Al-Muakhkhir (المُؤَخِّرُ), pahamlah kita bahwa kehidupan kita baik dunia dan Akherat tidaklah dibiarkan dengan panen, hasil, akibat tanpa suatu ikhtiar, persyaratan dan sebab. Pendek kata, kehidupan kita tidak dilepaskan dari HUKUM KAUSALITAS (Keterikatan sebab dan akibat). Allahu A’lam

Silahkan share, semoga bermanfaat

Marilah menjadi donatur YNF,
Bank Syariah Mandiri norek 7036976009 an. Yayasan Nidaul Fithrah. Konfirmasi: 081 331 232 795. Barakallahu fikum
Hubungi website kami www.nidaulfithrah.com

🖊 Muhammad Nur Yasin, Ketua Yayasan Nidaul Fithrah (YNF) Surabaya