Search
Wednesday 19 September 2018
  • :
  • :

Memakai barang kredit

Bismillah. Assalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh Ustadz. Ana sudah berdo’a pada Allah agar mendapatkan jawabannya. Semoga Allah memberikan jawabannya melalui ustadz. Setidaknya pertanyaan yg ini dulu ustadz. Soalnya ana punya laptop yg dulu dibeli dengan sistem kredit berbunga. Ana bingung mau pakai karena ana belajar dan bekerja dengan laptop ini. Afwan ustadz merepotkan. Jazakallahu khoiron. Hamba Allah di Surabaya
Jawab: wa alaikumus salam wa rahmatullahi wa barakatuh. Allah berfirman,
الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبَا لَا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبَا وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَى فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ وَمَنْ عَادَ فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ [البقرة: 275]
“Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syetan karena gila. Yang demikian itu karena mereka mengatakan bahwa jual beli itu sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Barangsiapa mendapatkan peringatan dari Allah lalu dia berhenti, maka apa yang diperoleh dahulu menjadi meiliknya dan urusannya terserah kepada Allah. Barangsiapa mengulangi maka dia itu penghuni Neraka. Mereka kekal di dalamnya” (QS. Al-Baqoroh: 275)
Disebutkan di dalam Tafsir Ibnu Katsir;
{ فمن جاءه موعظة من ربه فانتهى فله ما سلف وأمره إلى الله } أي: من بلغه نهي الله عن الربا فانتهى حال وصول الشرع إليه. فله ما سلف من المعاملة، لقوله: { عفا الله عما سلف } [المائدة : 95] وكما قال النبي صلى الله عليه وسلم يوم فتح مكة: “وكل ربا في الجاهلية موضوع تحت قدمي هاتين، وأول ربا أضع ربا العباس” (رواه البخارى و مسلم) ولم يأمرهم برد الزيادات المأخوذة في حال الجاهلية، بل عفا عما سلف، كما قال تعالى: { فله ما سلف وأمره إلى الله }
Maksud dari “Barangsiapa mendapatkan peringatan dari Allah lalu dia berhenti, maka apa yang diperoleh dahulu menjadi meiliknya” adalah orang yang mendapatkan keterangan tentang larangan Allah terhadap riba lalu dia berhenti ketika datangnya syareat larangan tersebut, maka apa yang telah didapatkannya (dengan cara muamalah ribawi) halal baginya. Juga berdasarkan firman Allah “Allah memaafkan dosa yang telah berlalu” (QS. Al-Maidah:95). Dan sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari Fathu Makkah “Setiap riba pada zaman Jahiliyah diletakkan dibawah kedua telapk kakiku ini. Riba pertama yang aku letakkan adalah riba Abbas”(HR. Bukhari dan Muslim). Beliau tidak menyuruh mereka untuk mengembalikan ziyadah (keuntungan ribawi) yang dilakukan pada zaman Jahiliyah tersebut, bahkan beliau memaafkan apa yang sudah berlalu. Inilah yang dimaksud dalam ayat ini “maka apa yang diperoleh dahulu menjadi meiliknya dan urusannya terserah kepada Allah”
Jadi, silahkan manfaatkan laptop tersebut. Itu halal bagi Anda, karena insyaAllah sudah diampuni-Nya. Tapi, jangan sekali-kali bermuamalah ribawi lagi. Allahu A’lam

(Muhammad Nur Yasin)