Search
Saturday 17 November 2018
  • :
  • :

Tafsir al maidah ayat 51-52

Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh Ustadz, bisakah menjelaskan ttg qs.Al-Maidah: 51-52? Di ayat 52 disebutkan bahwa sesungguhnya jika kita mendapatkan musibah sakit, jika kita mendekati kaum tersebut? Mohon pencerahannya. Jazakumullah khairan. Dari 290F4xxx

Wa’alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakatuh. Ahlan wa sahlan di majalah Fithrah. Tafsir QS. al-Maidah:51-52,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ (51) فَتَرَى الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ يُسَارِعُونَ فِيهِمْ يَقُولُونَ نَخْشَى أَنْ تُصِيبَنَا دَائِرَةٌ فَعَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَ بِالْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍ مِنْ عِنْدِهِ فَيُصْبِحُوا عَلَى مَا أَسَرُّوا فِي أَنْفُسِهِمْ نَادِمِينَ [المائدة: 51، 52]
Hai orang-orang yang beriman janganlah kalian menjadikan orang Yahudi dan Nashrani sebagai teman setiamu, mereka satu sama lain saling melindungi. Siapa diantara kamu yang menjadikan mereka teman setia, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka. Sungguh Allah tidak member petunjuk kepada orang yang dzalim. Maka kamu akan melihat orang-orang yang hatinya berpenyakit segera mendekati mereka (Yahudi dan Nashrani) seraya berkata: Kami takut akan mendapat bencana. Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya) atau suatu keputusan dari sisiNya sehingga mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.(QS. Al-Maidah: 51-52)
Pada ayat 51, Allah melarang orang-orang yang beriman untuk ber-wala’ (loyalitas/cinta) kepada orang kafir. Loyalitas/cinta hanyalah sesama muslim. Adapun terhadap orang kafir, kita diperintahkan hanya sebatas menunaikan hak-hak mereka saja dengan baik, baik sebagai tetangga, teman kuliah, pembeli, penjual dan lain-lain. Jadi, tidak sampai menjadikannya sebagai teman akrab atau tempat curhat atau teman dekat dan semacamnya karena hal itu sudah memasuki pintu loyalitas/cinta. Orang muslim yang ber-wala’ kepada mereka dengan wala’ yang besar maka menjadi batal keislamannya atau kafir seperti mereka. Dan ingat wala’ yang besar bermula dari wala’ yang kecil.
Pada ayat 52, مَرَضٌ (penyakit) maksudnya adalah keragu-raguan/ munafik. Maksud ayat ini adalah bahwa orang munafik itu senantiasa bersegera menunjukkan wala’ (loyalitas) dan cinta mereka kepada orang-orang kafir. Mereka senantiasa diliputi ketakukan jika ber-wala’ kepada kaum muslimin. Karena dalam perkiraan mereka kaum muslimin akan dikalahkan oleh Yahudi dan Nashrani. Yahudi dan Nashrani lah yang akan menang, maka dengan ber-wala’ kepada mereka akan menguntungkan. Sebaliknya, jika ber-wala’ kepada kaum muslimin akan ditimpa kerugian. Allah Azza wa Jalla membantah: Tidak, justru kaum muslimin lah yang akan dimenangkan. Maka, rugilah orang munafik dengan manuvernya yang selama ini mereka sembunyikan. Silahkan lihat kembali tafsir Ibnu Katsir. Allahu A’lam

(Muhammad Nur Yasin)