Search
Friday 25 May 2018
  • :
  • :

Ikhtilat

Assalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh afwan ustad ana mau tanya…gmn menyikapi suami yg suka berkumpul / duduk duduk didpn rumah sedangkan disitu bercampur antara laki laki dan perempuan dalam satu tempat.perempuan tanpa hijab.padahal ana sudah mengingatkan ttp suami menjawab …tau apa kamu.meskipun disitu ada yg berpasangan suami istri.afwan ustad.syukron. Dari Hamba Allah.

 

Wa’alaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuh. Ahlan wa sahlan di majalah FITHRAH. Semoga Allah ‘Azza wa Jalla memberi pahala Anda dan mengangkat derajat yang tinggi. Teruslah mendakwahinya dengan penyampaian yang hikmah, jauh dari kesan menggurui dan merendahkan suami. Bersikaplah dengan merendah sehingga suami bisa mendengarkan ilmu yang Anda sampaikan bahwa Islam mengatur pergaulan antara lelaki dan perempuan. Batasan-batasannya sangatlah jelas; tidak boleh ikhtilath ( bercampur tanpa batasan), menyentuh orang yang bukan mahramnya, dan keharusan menjaga pandangan.

Disebutkan di dalam Al-Qur’an,

وَإِذَاسَأَلْتُمُوهُنَّمَتَاعًافَاسْأَلُوهُنَّمِنْوَرَاءِحِجَابٍذَلِكُمْأَطْهَرُلِقُلُوبِكُمْوَقُلُوبِهِنَّ  [الأحزاب: 53]

“Apabila kamu meminta suatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri), maka mintalah dari belakang tabir. Yang demikian itu lebih suci bagimu dan bagi mereka” (QS. Al-Ahzab:53)

 

عَنْأَبِيالْعَلاءِ،حَدَّثَنِيمَعْقِلُبنيَسَارٍ،قَالَ: قَالَرَسُولُاللَّهِصَلَّىاللَّهُعَلَيْهِوَسَلَّمَ:”لأَنْيُطْعَنَفِيرَأْسِرَجُلٍبِمِخْيَطٍمِنْحَدِيدٍخَيْرٌلَهُمِنْأَنْيَمَسَّامْرَأَةًلاتَحِلُّلَهُ” (رواه الطبراني)

“Dari Abul ‘Ala, Ma’qil bin Yasar memberitahuku, ia  berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Jika kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi itu lebih baik daripada dia menyentuh wanita yang bukan mahramnya” (HR. Ath-Thobroni)

{قُلْلِلْمُؤْمِنِينَيَغُضُّوامِنْأَبْصَارِهِمْوَيَحْفَظُوافُرُوجَهُمْذَلِكَأَزْكَىلَهُمْإِنَّاللَّهَخَبِيرٌبِمَايَصْنَعُونَ (30)} [النور: 30]

“Katakanlah kepada lelaki-lelaki mukmin agar mereka menjaga pandangannya dan menjaga kemaluannya. Hal itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat” (QS. An-Nur:30)

(Muhammad Nur Yasin)