Search
Friday 24 November 2017
  • :
  • :

Jangan Mau Dikencingi Setan

Saya,  anda, kita dan semua umat Islam tau bahwa kencing itu najis. Saudara akan berusaha menghindari agar tidak terkena najis. Saudara juga akan marah besar jika sengaja dikencingi oleh teman.

Nah bagaimana menurut saudara jika orang mengencingi kita adalah musuh besar kita? Apa yang akan saudara lakukan? Akankah saudara marah, memukul atau bahkan membunuhnya?

Ketahuilah saudaraku, ketika subuh anda mendengar jam beker anda berbunyi, atau mungkin terdengar suara muadzin,  mengingatkan/memanggil kita untuk shalat subuh. Adakah anda merasakan berat membuka mata,  melek? Ataukah mendengar panggilan adzan namun berat memenuhi panggilan itu dan bahkan menutup telinga untuk tidak terdengar adzan itu?

Ketahuilah saudaraku,  sebenarnya setan telah mengencingi telinga anda dan sedang membelenggu anda. Sahabat Abdullah bin Masud bercerita bahwa,  diceritakan kepada Nabi tentang seseorang yang tidur semalaman hingga pagi,  terlambat shalat,  maka Nabi kita Muhammad bersabda:

 ((ذلك رجل بال الشيطان في أُذنيه))؛ متفق عليه.))

“Itulah contoh seseorang yang telah dikencingi setan di kedua telinganya”(HR.Bukhari Muslim)

Saudaraku,  maukah kita dikencingi setan, musuh kita? Tentunya kita pasti marah dan tidak mau dikencingi setan.

Saudaraku,  taukah kita bahwa setan adalah musuh umat muslim? Jika anda tahu bahwa setan adalah musuh maka bentengi diri kalian dari tipu dayanya. Bahkan karena  kita disuruh untuk memusuhinya. Allah berfirman:

Setan adalah musuh kalian,  maka jadikanlah ia sebagai musuh

Saudaraku,  memusuhi setan adalah dengan membentengi diri dari makarnya. Cara efektif membentengi diri dari makarnya adalah dengan meneladani sunnah Nabi ketika sebelum tidur. Meneladani Nabi pada tata cara tidurnya,  bersuci sebelum tidur dan yang terpenting adalh berdoa/berdzikir sebelum tidur. Di antara dzikir yang di ajarkan oleh beliau adalah:
Membaca:   Tasbih 33 kali Subhanallah (سبحان الله), Tahmid 33 kali Alhamdulillah (الحمد لله) , Takbir 33 kali Allahu-akbar (الله أكبر), hal itu lebih baik dari seorang pembantu (HR.Muslim)

Ketahuilah dengan dzikir tersebut Nabi kita membimbing Fatimah dan Ali bin Abi Thalib. Nabi menyuruh mereka membaca dzikir tersebut, sebagai pengganti dari seorang pembantu. Bahkan kata Nabi membaca “dzikir tersebut lebih baik daripada pembatu yang mereka minta”.

Mungkin ada yang bertanya,  apa hubungannya antara dzikir tersebut dengan seorang pembantu? Mungkinkah dzikir tersebut membantu meringankan keperluan Fatimah dan Ali?

Jawabannya,  karena Di antara hikmah dibalik dzikir tersebut adalah membuat kita siap menjalani hidup dipagi hari, akan terjaga pada pagi hari sebelum subuh dan badan terasa ringan untuk bangun melaksanakan shalat dan beraktifitas, serta akan terhindar dari kencing setan.

Saudaraku,  merasa berat bangun di waktu subuh bisa terjadi, karena telinga kita mungkin telah dikencingi setan,  musuh besar umat Islam. Jika hal itu terjadi, maka bersihkan dan sucikanlah kencing itu dengan mengikuti sunnah Nabi, membaca tasbiih 33 kali,  tahmid 33 kali dan takbir 34 kali.

Jangan Mau dikencingi setan…!

Wallahu Alam Bishawab..
by Bisri Tujang
STDI IMAM SYAFI JEMBER