Search
Thursday 23 November 2017
  • :
  • :

PERISTIWA MI’ROJ NABI SHOLLALLOHU ‘ALAIHI WASALLAM… APAKAH DENGAN BUROQ?

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, MA, حفظه الله تعالى

Inilah yang diyakini oleh sebagian kaum muslimin, bahwa baik peristiwa Isro’ maupun Mi’roj, semuanya dengan menaiki Buroq.

Namun pendapat yang dikuatkan oleh MAYORITAS ulama adalah bahwa Buroq hanya digunakan dalam peristiwa Isro’ saja, yakni perjalanan dari Masjidil Harom ke Masjidil Aqsho.

Adapun Mi’roj-nya, yakni perjalanan dari Masjidil Aqsho ke langit tujuh, bahkan hingga bertemu Allah untuk menerima syariat wajibnya sholat 5 waktu, maka Nabi -shollallohu alaihi wasallam- menaiki MI’ROJ, yaitu: semacam tangga.

Simaklah perkataan Al-Hafizh Ibnu Katsir -rohimahulloh- berikut ini:

“Intinya: bahwa Nabi -shollallohu alaihi wasallam- ketika selesai dari baitul maqdis, didatangkanlah “mi’roj” yaitu TANGGA, lalu beliau menaikinya hingga ke langit.

Dan naiknya beliau itu bukan di atas buroq, sebagaimana disalahpahami oleh SEBAGIAN orang, tapi Buroq ketika itu ditambatkan di pintu Masjid Baitul Maqdis untuk digunakan dalam perjalanan kembali lagi ke makkah.

Jadi beliau naik dari langit ke langit adalah dengan tangga hingga melewati langit ketujuh”.

[Kitab: Albidayah Wannihayah 3/138].

Bagaimanakah sifat detil tangga itu? kita hanya bisa mengatakan; wallohu a’lam, hanya Allah yang tahu hakekatnya.